Buku Baru: Menuju Ekonomi Berkeadilan

advertorial, Buku, ekonomi

Saat ditanya tentang tujuan menerbitkan buku baru: Menuju Ekonomi Berkeadilan, sang penulis, Yuli Afriyandi menjawab, “Tujuan saya menulis buku ini adalah untuk memotret kebijakan ekonomi khususnya di era pemerintahan SBY dan harapan saya bisa menjadi refleksi bagi pemerintahan di era Jokowi. Beberapa tahun belakangan ini saya tergelitik untuk menuliskan fenomena kesenjangan ekonomi yang terus meningkat.”

Menurutnya, pemerintah selalu dengan bangga menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi. Yuli yang hari ini tengah menjalani pendidikan pasca sarjana mengkritik bahwa angka-angka pertumbuhan ekonomi itu bak ilusi yang kerap menyihir banyak kalangan, termasuk masyarakat akar rumput.

“Padahal saya memperhatikan dan dibuktikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat rasio gini Indonesia justru meningkat dalam 10 tahun pemerintahan SBY. Rasio gini adalah ukuran pemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan,” tegas calon bapak ini.

Pada 2005, rasio gini Indonesia sebesar 36,3 persen, meningkat menjadi 41,3 persen pada 2013. Dari sini tentu kita bertanya apa sebenarnya hakikat kebijakan ekonomi yang telah dijalankan? Berangkat dari sistem ekonomi apa sesungguhnya bangsa ini dalam menjalankan agenda-agenda pensejahteraan rakyat? Apakah amanah Pancasila terutama sila kelima yakni menciptakan keadilan sosial yang disebut juga keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat, serta amanah UUD 1945 yang mewajibkan kemakmuran bagi rakyat dapat diwujudkan?

“Pertanyan-pertanyaan itulah yang kemudian bergejolak dalam alam pikir saya yang kemudian menginspirasi tulisan-tulisan yang ada di buku ini,” ungkap Yuli.

Bagi Yuli, judul buku yang masih fresh from the oven, “Menuju Ekonomi Berkeadilan” adalah bagian dari optimismenya. Bahwa semangat kebangsaan untuk meraih ekonomi yang berkeadilan masih tetap menyala. Karena hal ini berdasar pada semangat founding father yang -sebetulnya- sudah menelurkan sistem ekonomi yang luhur yang berlandaskan nilai-nilai pancasila terutama pada sila ke lima.

“Walaupun sebenarnya wabah sistem ekonomi neoliberal telah menjalar di bangsa ini, namun semangat membumikan ekonomi kerakyatan masih tetap menyala. Inilah pertarungan dua ideologi besar yang terus bergejolak yang coba saya kemukakakan dalam buku ini,” ujar Yuli Afriyandi dengan nada penuh semangat.

Dalam keseharian, penulis buku yang tebalnya 192 halaman ini berkutat menjadi konsultan pendamping bagi Koperasi dan UMKM.

“Saya anak kelima dari enam bersaudara. Sudah berkeluarga dan dikaruniai anak yang masih berumur 9 bulan di dalam kandungan.” pungkas Yuli yang sekaligus menjadi akhir dari wawancaranya dengan Individualisme pagi tadi (22/4).

Buku Baru Menuju Ekonomi Berkeadilan Yuli Afriyandi

Judul : Menuju Ekonomi Berkeadilan ~ Pergolakan Pengaruh Ekonomi Liberal Vs Ekonomi Kerakyatan.

Tahun Terbit : April 2015

Penerbit: Trussmedia Grafika

Halaman: 192

ISBN : 978-602-0992-01-3

Harga : Rp. 45.000,- (Belum Ongkos Kirim)

Anda berminat membeli buku baru Menuju Ekonomi Berkeadilan karya Yuli Afriyandi? Hubungi: 089651415992 (SMS/WA), 753F7460 (BBM)

Itulah sekilas ulasan tentang maksud penulis; Yuli Afriyandi – menerbitkan buku baru Menuju Ekonomi Berkeadilan ~ Pergolakan Pengaruh Ekonomi Liberal Vs Ekonomi Kerakyatan. Semoga menginspirasi ­čÖé

About adetruna.kerja@gmail.com

Saya admin blog ini - fyi, saya pedagang madu online. Tinggal di Soreang, driver 1k km Datsun Risers Expedition etape 2 Sulawesi, penyuka buah duren & nangka.

Monggo Komentar :)