Dini Hari di Bandara Soekarno Hatta

Minggu malam pukul 21.30 (13/9), saya keluar Soreang Indah dengan berjalan kaki menuju jalur angkutan kota yang biasa membawa penumpang menuju Leuwi Panjang. Belum sampai 15 menit, dari arah belakang tukang ojek menawarkan jasa antar. “Lain ti tatadi (bukannya dari tadi),” gurau saya sambil naik ojeknya yang kelihatan habis narik. Tukang ojek hanya melepas senyum dan terus menambah kecepatan motor bebeknya.

Sesampainya di jalan raya Cingcin, saya menaiki angkot jurusan Soreang – Kebon Kalapa. Jalanan cukup sepi dan sedikit sekali orang yang berpergian sehingga membantu saya untuk bisa lebih cepat sampai di Leuwi Panjang. Begitu turun dari angkot, saya langsung disambut oleh sopir taksi yang sedang ngetem (nongkrong menunggu penumpang). Awalnya sopir taksi pasang tarif 50 ribu tanpa argo. Lalu, saya tawar 20 ribu. Menilai tawaran saya seperti itu, akhirnya kita sepakat menggunakan argo saja untuk bisa tiba di pool bis Prima Jasa di Batu Nunggal.

Hanya sekitar 15 menit dari Leuwi Panjang ke Batu Nunggal, dan argo meter taksi menunjukkan tarif sebesar 36 ribu. Seusai membayar taksi dan memastikan takada barang yang tertinggal, saya bergegas menuju ruang tunggu pool Bis Prima Jasa. Dan dari kejauhan saya sudah bisa mengenali Bang Aswi dan Pak Ali (Muakhir) yang sudah lebih awal datang di sana.

Berbagai hal kami bicarakan, mulai dari kronologis menjadi bagian Tim Datsun Risers Expedition, kondisi Grup Blogger Bandung yang kini semakin ramai dengan beragam undangan review, sampai pada soal mau dibawa kemana blogger Bandung di masa yang akan datang? Obrolan semakin seru hingga tidak terasa waktu keberangkatan tiba. Sekira pukul 23, kami dan semua penumpang memasuki bis dan menduduki kursi penumpang sesuai dengan nomor yang tertera di tiket. Ngobrol sebentar di dalam bis hingga akhirnya …. Saya pun tertidur.

Dini Hari di Bandara Soekarno Hatta

Di luar perkiraan, pukul 1 dini hari lebih setengah jam kita sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta. Setelah turun dari bis, tujuan utama waktu itu adalah toilet. Merasa segar, lalu semua mata dari kami mulai mencari tempat duduk. Rata-rata kursi boros digunakan, setiap orang menjadikan kursi sebagai tempat tidur. Hingga akhirnya, kita pergi ke tempat duduk di seberang yang biasa diduduki oleh para perokok.

Ada dua potret saat Dini Hari di Bandara Soekarno Hatta yang diabadikan menggunakan kamera ponsel yang dilakukan oleh Bang Aswi; saat duduk-duduk dan saat menuju pintu keberangkatan.

Potret di atas diabadikan pada 14 September pukul 2:03 via Instagram.

Potret lain yang diabadikan oleh Bang Aswi sebelum kita terbang dan Mengendarai City Car Datsun Go+ Panca di Kota Palu, yaitu … Ini dia!

Potret ini diambil pada 14 September pukul 4:34 via Instagram.

Setelah kedua potret Dini Hari di Bandara Soekarno Hatta di atas, kami pun terbang ke kota Palu tepatnya ke bandara Mutiara SIS Al-Jufrie menggunakan pesawat Lion Air untuk beristirahat di hotel Sutan Raja, Palu, Sulawesi Tengah. [|]

BACA JUGA:

One Thought to “Dini Hari di Bandara Soekarno Hatta”

  1. […] Bang Aswi dan Pak Ali Muakhir) pagi-pagi buta menunggu jam keberangkatan ke Palu – ajang Datsun Risesrs Expedition. Tiba-tiba saja penggagas Grup diFacebook; #BloggerBDG ini seperti mencari barang yang hilang, […]

Leave a Comment