Beranda > Bandung > Melewati Malam Minggu di Kopi Panggang Dago

Melewati Malam Minggu di Kopi Panggang Dago

Basically, kopi pahit atau nggak itu dari karakternya. Contohnya kopi brazil (pahit). Kalau kopi Indonesia karakternya lebih ke manis atau asin.” Itu sepenggal ucapan sang manajer kedai kopi (coffee shop), “Kopi Panggang”; Kang Irfan. Kedai yang juga memiliki sajian selain kopi yaitu berupa menu light meal ini pernah saya datangi beberapa pekan yang telah lewat …

Melewati Malam Minggu di Kopi Panggang Dago waktu itu (12/9/2015) terasa seru sekali. Teman-teman lama kumpul semua sih … Dan tidak saja kopi yang saya dapatkan pada malam itu, bahkan saya merasakan sampai kenyang, nikmatnya sajian Nasi goreng a la Kopi Panggang. Saya pun tidak sendirian berada di Kopi Panggang, ada belasan #BloggerBDG turut hadir bermalam mingguan saat itu.

#bloggerBDG kumpul malam minggu di Kopi Panggang Dago

Dari obrolan semeja panjang di tengah-tengah ruang kedai Kopi Panggang, Kang Irfan mulai bercerita tentang musibah kebakaran Kopi Panggang di Tubagus Ismail. Tapi karena si pemilik Kopi Panggang komitmen sebagai pecinta kopi, maka dibukalah gerai baru kedai Kopi Panggang di Dago. Kedai yang ber-tagline, “Espressokan Dirimu” ini memiliki ciri khas dalam melayani pelanggan. Kedai ini mempunyai konsep penyajian Fresh bean to the cup, maksudnya biji kopi digiling sesuai pilihan pemesan lalu diproses – kemarin Ratri, salah satu dari blogger sengaja menuju bar untuk merekam prosesnya – pemesan menyaksikan proses awal sampai tersaji di depan pemesan sajian kopi segar dan nikmat.

Kang Irfan sempat pula menjelaskan seputar teknis roasting (memanggang) kopi, bahwa Kopi Panggang selalu menggunakan peralatan panggang tradisional. “Kami punya teknik dalam memanggang kopi pakai alat tradisional yang menghasilkan sajian kopi yang pas. Pasalnya kalau over-cooked juga tidak baik, kopi mahal sekalipun bila salah dalam meracik maka menjadi gagal,” ujar Kang Irfan.

Salah satu racikan Kedai Kopi Panggang: kopi Toraja Salah satu racikan Kedai Kopi Panggang: kopi Toraja (Foto: Noniq)

Makanan di Kopi Panggang Halal dan Harga Tidak di Atas 25 Ribu

Usai membeberkan seputar signature Kopi Panggang, saya dan teman-teman pun menikmati beberapa menu light meal yang ditawarkan di cafe atau resto yang terbilang cozy menurut saya. Di antara obrolan tentang kopi, Kang Irfan mengumumkan pula perihal makanan di Kopi Panggang halal dan harga tidak di atas 25 ribu. Apa saja menu tersebut? Ini dia …

Gerbang masuk ke dalam kedai Kopi Panggang

nasi betutu di kedai kopi panggang dago bandung
Nasi betutu di kedai kopi panggang Dago, Bandung.
Nachos itu Tortilla renyah kriuk-kriuk ditaburi keju dengan saus irisan tomat dan bawang.
Nachos itu Tortilla renyah kriuk-kriuk ditaburi keju dengan saus irisan tomat dan bawang.

Menu light meal yang bisa dipesan di Kedai Kopi Panggang Dago Bandung

  1. Red Velvet atau Taro Smothies yang sama-sama menggiurkan,
  2. Ice Blend Coffee Caramel
  3. Tasty Omerice alias nasi goreng
  4. Ini roti apa sih? (Sorry gagal fokus 😀 )

Kedai Kopi Panggang memiliki tempat yang cozy meski diwarnai kebisingan suara kendaraan yang memang lokasi Kopang di tepi jalan Dago yang sibuk setiap harinya. “Makanan enak takselalu mahal” predikat yang pantas disematkan untuk Kopi Panggang. So sukses terus ya Kopang! [|]

Alamat Kopi Panggang:
Jalan Ir. H. Juanda No. 391 Bandung
Buka mulai pukul 1 siang hingga 11 malam
Telpon: 022–2532566 atau 022–2532569
Follow Twitter: @kopipanggang

adetruna.kerja@gmail.com
Saya admin blog ini - fyi, saya pedagang madu online. Tinggal di Soreang, driver 1k km Datsun Risers Expedition etape 2 Sulawesi, penyuka buah duren & nangka.
http://blog.kliksoreang.com

5 thoughts on “Melewati Malam Minggu di Kopi Panggang Dago

    1. meme yg dianggap sebagai bully sudah dihapus. dan konteks kritikan juga sama saya hapus. intinya kemaren itu tidak ada hal yang perlu dikritisi – makanan tiba di meja pemesan datang dengan cepat.

  1. Kopi panggang emang asyik, cozy tempatnya, pas pula harganya. Cumaaaa, waktu itu, penyajiannya terasa lamban, mungkin karena kurang orang karena customer yang datang juga bejibun. Jadi, ke depannya, mungkin harus jauh lebih prepare lagi, begicuuu, menurut saya, Kang Ade.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: