Kisah Legenda Sepupu Sekali 1972 di Toraja

Keluarga biasa biasanya menyembelih 1 sampai dengan 3 kerbau, keluarga menengah 7 hingga 9 ekor kerbau, dan keluarga bangsawan hingga 28 ekor kerbau.

Iklan
para risers dengan dipandu oleh Samuel yang membawa alat bantu penerangan berupa petromak, bercerita seputar kuburan di Goa Londa.

Artikel Kisah Legenda Sepupu Sekali 1972 di Toraja ini adalah sisa-sisa rangkaian kegiatan Datsun Risers Expedition yang saya jalani pada 14 hingga 19 September 2015 kemarin.

Adalah bapak Samuel, 54 thn, pekerjaan pemandu wisata di Goa Londa, Rantepao yang menjadi sumber dari kisah seperti yang disebutkan pada judul artikel kali ini. Waktu itu, saya dan tim risers Datsun berwisata ke Goa Londa beberapa waktu yang silam (18/9).

Pada saat di dalam gua, saya dan teman-teman melihat juga beberapa potong pakaian, pakaian tersebut merupakan sebagian barang-barang kesayangan almarhum. Biasa dimasukkan ke dalampada saat mereka mau dikubur.

“Di sini kita lihat ada beberapa batang rokok, uang recehan. Kalau rokok bungkusan itu sesajen dari kalangan keluarga tapi kalau yang batangan itu dari pengunjung seperti kalian,” ujar Samuel.

Kisah Legenda Sepupu Sekali 1972 di Toraja

Ada juga cerita menyedihkan yang dituturkan oleh pak Samuel. “Dua tengkorak di bawah ini merupakan pasangan kekasih. Di saat mereka mau menikah, tetapi pihak keluarga tidak merestui dengan alasan mereka pasangan yang masih sepupu sekali,” ungkap pak Samuel.

Dalam adat Toraja, sepupu sekali berarti masih dianggap saudara. “Bapak dan ibu bersaudara,” jawab pak Samuel saat ditanya maksud dari Sepupu Sekali.

“Dengan tidak direstui, pasangan ini kecewa dan memilih untuk mati bersama; bunuh diri dalam satu tali,” sambung bapak yang perawakan kurus tapi semangat membimbing kami masuk dan bercerita di Goa Londa kemarin (18/9).

Konon, kejadian yang setelah meninggal keduanya dikubur menjadi satu ini terjadi 40 tahun yang silam -lebih tepatnya terjadi pada 1972.

Ade Truna saat berada dalam gua di Londa, Rantepao
Ade Truna saat berada dalam gua di Londa, Rantepao. (Dok. Pribadi)

 

Rokok batangan sebagai sesajen dari pengunjung di Londa, Rantepao
Rokok batangan sebagai sesajen dari pengunjung di Londa, Rantepao. (Dok. Pribadi)

 

Jenazah moderen dimasukkan dalam peti kemudian disimpan dalam Goa di Londa, Rantepao.
Jenazah moderen dimasukkan dalam peti kemudian disimpan dalam Goa di Londa, Rantepao.(Dok. Pribadi)

Dan di dalam satu lorong goa, bisa diisi oleh beberapa keluarga. Yang membedakan posisi adalah status sosial almarhum. Ada kalangan biasa, menengah dan bangsawan. Kalangan biasa posisi kuburannya di bawah dari goa, kalangan menengah kuburannya di atasnya antara kalangan bawah dan kalangan bangsawan (posisi kuburan di paling atas dari goa).

“Kalangan bangsawan menyertakan semua barang-barang berharga kesukaan almarhum saat dikubur,” ujar Samuel saat menjelaskan alasan kenapa mayat kalangan bangsawan diposisikan paling atas kuburannya.

Jadi apapun barang yang akan diikutsertakan bersama mayat saat mau dikubur itu tergantung keputusan keluarga yang ditinggalkan. Saat ini bisa saja; gawai, televisi, radio, dan apapun yang disenangi almarhum.

Pak Samuel sempat menjelaskan pula seputar jumlah pemotongan kerbau dalam upacara adat yang digelar oleh keluarga korban saat ada anggotanya yang meninggal. Keluarga biasa biasanya menyembelih 1 sampai dengan 3 kerbau, keluarga menengah 7 hingga 9 ekor kerbau, dan keluarga bangsawan hingga 28 ekor kerbau.

Ada dua jenis kuburan di Toraja, kuburan alami dan kuburan yang dipahat seperti yang terdapat di daerah Makalele Utara, namanya Makam Batu Lemo. Tujuan dari mengkelompokkan mayat atau tengkorak berdasarkan keluarga adalah untuk memudahkan kerabat almarhum saat datang berkunjung untuk membawa sesajen.

“Batunya menjulang lurus beberapa meter, dengan menggunakan tangga bambu lalu batu tersebut dipahat. Itulah batu buatan. Kalau di sini (di Goa Londa) batunya alami,” imbuh pak Samuel.

Bila kita melihat tengkorak yang memutih berarti tengkorak tersebut sudah berusia ratusan tahun. “Semakin lama semakin putih warna tengkoraknya,” pungkas pak Samuel yang nampak masih semangat memandu kami di Goa Londa namun harus diakhiri sebab sore sudah menjelang sementara tim Risers DATSUN harus kembali ke hotel. [|]

Namanya Samuel, 54 thn. Pekerjaan pemandu wisata di Goa Londa, Rantepao. Berikut sedikit pengalaman saya dan tim risers @id_datsun saat dipandu oleh pak Samuel bbrp waktu yg silam (18/9). "Di sini kita lihat ada beberapa batang rokok, uang recehan. Kalau rokok bungkusan itu sesajen dari kalangan keluarga tapi kalau yang batangan itu dari pengunjung seperti kalian," ujar Samuel. Pada saat di dalam gua, saya dan teman-teman melihat juga beberapa potong pakaian, pakaian tersebut merupakan sebagian barang-barang kesayangan almarhum. Biasa dimasukkan ke dalampada saat mereka mau dikubur. Ada juga cerita menyedihkan yang dituturkan oleh pak Samuel. "Dua tengkorak di bawah ini merupakan pasangan kekasih. Di saat mereka mau menikah, tetapi pihak keluarga tidak merestui dengan alasan mereka pasangan yang masih sepupu sekali," ungkap pak Samuel. Dalam adat Toraja, sepupu sekali berarti masih dianggap saudara. "Bapak dan ibu bersaudara," jawab pak Samuel saat ditanya maksud dari Sepupu Sekali. "Dengan tidak direstui, pasangan ini kecewa dan memilih untuk mati bersama; bunuh diri dalam satu tali," sambung bapak yang perawakan kurus tapi semangat membimbing kami masuk dan bercerita di Goa Londa kemarin (18/9). Konon, kejadian yang setelah meninggal keduanya dikubur menjadi satu ini terjadi 40 tahun yang silam -lebih tepatnya terjadi pada 1972. Dan di dalam satu lorong goa, bisa diisi oleh beberapa keluarga. Yang membedakan posisi adalah status sosial almarhum. Ada kalangan biasa, menengah dan bangsawan. Kalangan biasa posisi kuburannya di bawah dari goa, kalangan menengah kuburannya di atasnya antara kalangan bawah dan kalangan bangsawan (posisi kuburan di paling atas dari goa). "Kalangan bangsawan menyertakan semua barang-barang berharga kesukaan almarhum saat dikubur," ujar Samuel saat menjelaskan alasan kenapa mayat kalangan bangsawan diposisikan paling atas kuburannya. Jadi apapun barang yang akan diikutsertakan bersama mayat saat mau dikubur itu tergantung keputusan keluarga yang ditinggalkan. Saat ini bisa saja; gawai, televisi, radio, dan apapun yang disenangi almarhum. #travel #tanatoraja #goalonda #rantepao @jjs_toraja

A post shared by =AtrunA= (@adetruna) on

Penulis: individualis[dot]me

Saya Ade Setiadi Truna, pelaku UMKM online; penjual madu tropis brazil | Hp. 089651415992.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s