Be My Own Paparazzi

Berbagi, Gadget

Bisa saja orang menilai saya, “Ah, kurang kerjaan aja…” Tapi saya merasa ini semacam penghilang suntuk. Cara ini baru saya temukan dan rasakan kemarin saat mengantar anak dan istri jalan-jalan ke sebuah mall di bilangan Kopo.

Biasanya saya sebagai suami dan ayah bagi si Salma atau si Nadya akan cepat merasa bosan kalau jalan-jalan -window shopping seperti kemarin- pada akhirnya saya akan langsung ngomong, “Pulang …pulang yuk ah Pulaaang.” begitu ke Istri saya.

Sore kemarin lain ceritanya, muter-muter Hypermart atau dikenal dengan Miko Mall tidak sekalipun saya mengajak mereka (istri dan Nadya) untuk pulang hahaha. Ajak pulang sih pas waktu sudah masuk Maghrib. Apa sih yang bisa bikin saya menjadi seperti itu? Jawabannya, Be My Own Paparazzi. Hehehe… Jujur, motret-motret dengan cara seperti ini semacam hiburan bagi saya saat mengantar jalan-jalan ke pusat pertokoan atau nge-mall.

Emang caranya seperti apa?
Ide ini saya dapatkan dari cara Bang Aswi memotret, doski sering bercerita kalau dirinya kerap melakukan memotret tanpa bantuan orang lain – semacamswafotogitu deh, kamera cukup diletakan pada titik fokus sesuai keinginan kita aja. Contoh saat kami (Saya, Bang Aswi dan Pak Ali Muakhir) pagi-pagi buta menunggu jam keberangkatan ke Palu – ajang Datsun Risesrs Expedition. Tiba-tiba saja penggagas Grup diFacebook; #BloggerBDG ini seperti mencari barang yang hilang, lirik sana lirik sini, padahal doski lagi nyari titik pemotretan. Hasilnya sepertiyang terlihat … Bagus kan?

Dari ide tersebut saya pun kemarin sore memulai Be My Own Paparazzi.

Be-My-Own-Paparazzi
Swafoto saya dan istri di pusat perbelanjaan beberapa waktu yang lalu (24/10).

Itu yang saya maksud dengan Be MyOwn Paparazzi. Pembaca, ada yang suka iseng seperti saya ini? Coba ceritakan ­čśÇ

About adetruna.kerja@gmail.com

Saya admin blog ini - fyi, saya pedagang madu online. Tinggal di Soreang, driver 1k km Datsun Risers Expedition etape 2 Sulawesi, penyuka buah duren & nangka.

Monggo Komentar :)