4 (empat) Nilai Positif atau Keuntungan saat Berkeluarga

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang beranggotakan ayah sebagai kepala keluarga dan orang-orang seperti ibu, anak, dan asisten rumah tangga (bisa saja; ada om dan tante juga) yang terkumpul dan tinggal di dalam lingkungan tertutup yang disebut rumah dalam keadaan saling ketergantungan.

4 (empat) Nilai Positif atau Keuntungan saat Berkeluarga
4 (empat) Nilai Positif atau Keuntungan saat Berkeluarga

Sebelum jauh membahas artikel tentang keluarga, berikut ini sekilas uraian yang bisa menjadi bahan renungan …

Sudah menjadi harapan setiap orang guna mendapatkan pasangan yang halal agar di saat akan berbuat sesuatu dengan pasangan kita masing – masing tidak ada persoalan yangmenimbulkan masalah besar. Harapan inipun bukan sekadar wacana saja namun perlu realisasi.

Jamaknya orang-orang lebih memilih untuk berpacaran terlebih dulu dalam menjalin hubungan antara laki-laki dan perempuan. Apabila kita mengamati fenomena yang terjadi di masyarakat di mana banyak kasus -umumnya -anak remaja yang menjalani masa pacaran lantas terjadi hal di luar kewajaran, melakukan hal yang belum sepantasnya diperbuat.

Ini membuktikan bahwa pengawasan orangtua terhadap putra-putrinya sudah mulai longgar. Jawab dalam hati yang terdalam saja agar dapat menjawab dengan jernih.

Sepatutnya sejak semula orangtua terhadap putra-putrinya memberikan pemahaman agar mereka (anak-anak kita) dapat berpikir ulang di saat akan melakukan hal yang dilarang. Cukup dengan pernikahan sebagai tameng menghindari perbuatan yang berujung dosa.

Pernikahan akan menjadi awal dalam membangun sebuah hubungan yang dihalalkan. Melalui pernikahan akan terbentuk sebuah masyarakat terkecil yang disebut dengan keluarga. Ada 4 (empat) Nilai Positif atau Keuntungan saat Berkeluarga, seperti;

Pertama sebagai tempat beribadah. Ketika membentuk keluarga, maka kita mempunyai pasangan yang akan selalu mengingatkan dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada allah swt.

Kedua memperbaiki keturunan. Dalam rumah tangga terdapat fase yang rerata dihadapi setiap pasangan suami sitri dalam membangun keluarga, yaitu berketurunan. Pergaulan suami istri dalam berumah tangga atas dasar rasa cinta dan kasih sayang yang terjalin melahirkan keturunan. Ini merupakan tujuan dari sebuah pernikahan yang setelah memiliki anak maka selanjutnya anak-anak dididik sehingga menjadi generasi penerus yang membanggakan ayah bundanya.

4 (empat) Nilai Positif atau Keuntungan saat Berkeluarga

Ketiga ajang pendidikan. Berbekal pengertian keluarga serta dibarengi dengan keikhlasan, orangtua memangku amanah atau tanggungjawab mendidik anak-anaknya. Di saat orangtua berhasil mendidik anak-anaknya dengan baik dan benar maka akan berbuah pahala yang luar biasa yang akan didapat kedua ayah dan bunda.

Keempat sebagai tempat memperbaiki ekonomi. Di dalam berkeluarga, pasangan suami istri sudah mulai berpikir mengatur strategis dalam hal mempertahankan perekonomian rumah tangga. Selain keluarga berusaha agar mendapatkan rejeki yang halal. Allah Swt. pun telah menjanjikan berupa rejeki yang tidak di sangka-sangka kepada orang-orang yang beriman apalagi bagi yang sudah berumah tangga yaitu keluarga.

Demikian sekilas uraian 4 (empat) Nilai Positif atau Keuntungan saat Berkeluarga yang tidak ada sedikit pun maksud saya untuk menggurui setiap yang membaca. Selamat beraktifitas 😀

BACA JUGA:

Leave a Comment