Digital Marketing di Jakarta

Berbagi, Informasi, Teknologi

Hampir 80% masyarakat Indonesia dewasa ini sangat bergantung dengan yang namanya Internet. Mulai dari anak SD saja saat ini menggunakan Internet. Atas perintah guru, siswa di sekolah dasar menjadikan internet sebagai media mereka mencari informasi saat menyelesaikan tugas sekolahnya.

Atau pengguna usia ramaja yang unjuk kreatifitas di YouTube. Begitupun dengan orang dewasa yang melakukan transaksi bisnis. Dan seperti kita ketahui, salah satu komponen dari bisnis adalah kegiatan pemasaran atau marketing.

Marketing merupakan kegiatan memasarkan suatu produk atau jasa yang seringkali diawali dengan memperkenalkannya kepada publik. Melakukan kegiatan marketing melibatkan banyak sekali aktor yang turut andil di dalam prakteknya.

Secara umum, terdapat dua jenis marketing, yaitu; marketing fisik atau konvensional dan marketing digital.

Mekanisme marketing secara konvensional yaitu seorang penjual menawarkan produk atau jasanya lalu didengarkan dan dilihat langsung oleh calon pembeli atau pengguna. Sedangkan pemasaran digital, yaitu bentuk pemasaran yang memberikan pintu baru saat melakukan kegiatan pemasaran suatu produk atau jasa ÔÇô contohnya; Digital marketing yang marak di Jakarta saat ini.

Digital Marketing di Jakarta
Digital Marketing di Jakarta

Marketing konvensional sudah dilakukan oleh masyarakat selama bertahun-tahun. Bentuk pemasarannya adalah dengan menjangkau pelanggan seluas mungkin. Setelah adanya pergeseran pemanfaatan dari sebuah teknologi informasi mengarahkan masyarakat untuk sadar akan pentingnya dan begitu efektifnya melakukan kegiatan pemasaran digital.

Pemasaran digital menggunakan metode pemasaran yang bergantung pada penggunaan teknologi seperti jejaring sosial. Sementara pemasaran fisik tergantung pada kemampuan pelanggan untuk menyentuh atau berinteraksi dengan produk dan jasa lewat seorang sales marketing yang mencakup kegiatan seperti konsultasi individu, persentasi, dan hal lainnya.

Digital Marketing di Jakarta

Metode pemasaran yang lebih maju dan lebih digital ini menjadi fenomena baru yang terjadi di Indonesia. Walaupun masih terdapat catatan angka berupa statistik yang menunjukkan kesenjangan digital atau digital gap alias masih adanya masyarakat yang belum pernah menggunakan Internet.

Pemasaran digital mendorong penggunaan saluran komunikasi baru yang menutup jarak antara penjual dan konsumen. Sisi kontroversinya adalah ketika melakukan kegiatan pasar online, seseorang atau lembaga membeli secara langsung dengan pembayaran lewat bank transfer. Hal ini berpotensi sebagai jalan pintas dengan kata lain memotong mata rantai dari produsen, distributor, pengecer, dan terakhir ke konsumen.

Di sisi lain jalan pintas ini menjadi keuntungan bagi seorang end user karena harga yang muncul adalah harga asli langsung dari produsen sehingga lebih murah. Dan pada umumnya dalam proses transaksi jual-beli secara online sebagai faktor tambah harga hanyalah dari jasa ekspedisi yang biasa disebut dengan ongkos kirim. [adv.]

Monggo Komentar :)