Kavling Makam Syariah Al Azhar Memorial Garden

advertorial, Berbagi

Menjadi bagian dari rombongan blogger yang diundang mengunjungi Al Azhar Memorial Garden sungguh tidak disangka-sangka.

Berawal dari ajakan sahabat blogger nun jauh di seberang sana. — Iyalah seberang … Saya di Soreang, sedangkan Annisa di Tebet 🙂

Melalui media chatting sejuta umat; Whatsapp, kami sepakat untuk mengundang 5 blogger asal Bandung lainnya. Maka berangkatlah 6 blogger asal Bandung ke Al Azhar Memorial Garden.

***

Al Azhar Memorial Garden merupakan nama untuk tempat pemakaman yang terletak di Karawang, lebih tepatnya di Jalan Raya Peruri Teluk Jambe – Karawang Timur.

Dari Bandung bila pembaca masuk dari pintu tol Pasirkoja, perjalanan menggunakan mobil dengan kecepatan sedang (80 km/jam) – hanya cukup ditempuh selama 1,5 jam saja agar bisa tiba di Al Azhar Memorial Garden.

Setibanya di lokasi, batin saya langsung ingat akan kematian. Kontan saja saat saya melakukan live-tweet atau unggah foto di Instagram – saya selalu menyebut dzikrulmaut di setiap hashtag-nya.

Adzikru itu dzikir alias ingat. Almaut itu mati. Jadi perjalanan atau wisata kemarin (Selasa, 31 Mei 2016) -bagi saya- merupakan wisata mengingat akan mati.

Alquran menyebutkan ,”Setiap diri akan menjumpai kematian.(Al Anbiya : 35).” Dan nabi Muhammad SAW., pernah berwasiat, “Jangan takut mati.”

***

Alhamdulillah, sekira pukul 08.30 pagi rombongan blogger Bandung sudah tiba di Al Azhar Memorial Garden. Saat memasuki area pemakaman yang memiliki lahan seluas 25 hektar ini kesan pertama yang ternilai adalah mewah.

Setelah memarkirkan kendaraan, saya dan teman-teman membersihkan badan. Rupanya, dibandingkan dengan rombongan blogger dari Jakarta – kami lebih cepat untuk tiba di sini.

Sambil mengisi waktu, saya mencoba menyusuri beberapa lokasi yang takjauh dari kantor pemasaran Al Azhar Memorial Garden. Dan sempat pula mengambil potret tampak depan dari pintu gerbang memasuki area pemakaman ini.

Gerbang depan AAMG
Di depan gerbang masuk Al Azhar Memorial Garden Karawang Timur

Taklama kemudian, Hendi (humas Al Azhar MG) menghampiri dan menyambut kehadiran kami. Dari sinilah kami mulai mendapatkan pengetahuan seputar Kavling Makam Syariah Al Azhar Memorial Garden.

Dalam penuturannya, bapak yang ramah ini mengungkapkan tentang alasan disediakannya lahan pemakaman Al Azhar.

“Mayoritas klien Al Azhar Memorial Garden berasal dari ibukota (Jakarta-red).Bagi mereka, dengan hadirnya kami ( AAMG-red) merupakan solusi. Pasalnya, TPU setempat sudah takmampu lagi menampung orang yang meninggal dunia,” tegas Hendi.

Ngobrol dengan suasana santai dengan pak Hendi saya lakukan di beberapa tempat; sambil jalan-jalan dan juga di depan kantor pemasaran AAMG. Hingga akhirnya kami semua masuk ke dalam kantor agar bisa lebih rileks lagi.

***

Sosialisasi Pemakaman Syariah di Al Azhar Memorial Garden

Akhirnya rombongan blogger dari ibukota pun hadir di tengah-tengah kami. Siang itu waktu sudah menunjukkan jam 11 acara pun akhirnya dimulai secara resmi oleh Maya Dewi selaku General Manager of Al Azhar Memorial Garden.

Maya Dewi General Manager AAMG
Maya Dewi tengah memaparkan Syariat Makam dalam Islam. (dok.Pri)

Dalam pemaparannya, Maya Dewi lebih menekankan tentang Syarat Makammenurut syariat Islam. Tampak jelas di slide yang ditampilkan oleh beliau, ada 7 syarat utama dalam membuat pemakaman dalam Islam.

7 Syarat Makam Syariah:

  1. Liang lahat memiliki panjang 200 cm, lebar 80 cm dan kedalaman 150 cm.
  2. Makam menghadap qiblat. Untuk wilayah Indonesia, arah kiblat menghadap ke Barat Laut. Dan arah barat laut setiap daerah diIndonesia memiliki koordinat yang berbeda-beda.
  3. Letak makam memungkinkan jenazah dihadapkan ke arah qiblat.
  4. Tinggi maksimal gundukan pada makam dibuat merata permukaannya dan memiliki tinggi  hanya 10 cm.
  5. Makam tidak boleh diinjak-injak dan terjaga dari terlangkahi atau diduduki.
  6. Pemeliharaan (penataan dan pengurusan) dijalankan sesuai dengan syariah Islam atas dasar jual beli dengan prinsip sederhana dan rukun jual beli terpenuhi.
  7. Areal pemakaman hanya ditujukan untuk memakamkan dan ziarah saja.Takada fasilitas lain yang dapat menimbukan tindakan pemborosan dan berlebihan (israf) dalam pemakaman.

Selain menjelaskan tentang 7 syariah makam dalam Islam, bu Maya Dewi menjelaskan pula tentang Fardhu Kifayah dalam memandikan dan mengkafani jenazah.

“Memandikan dan mengkafani merupakan fardhu kifayah yang wajib dijalankan oleh umat Islam. Selain itu memakamkan dan dimakamkan juga merupakan hak setiap muslimin,” tegas Maya Dewi.

Pada kesempatan itu pula, Maya Dewi menjelaskan tentang adanya Al Azhar Memorial Garden untuk pertama kali.

“Kami mulai hadir baik soft launching atau grand launching pada 2012. Dan sampai dengan saat ini sudah masuk tahap ke-5 dan telah terjual sebanyak tiga ribu liang lahat,” ujar Maya Dewi.

“Dari tiga ribu liang lahat yang baru terisi hanya seratus liang saja,” tambah Maya.

“Jadi saat nanti teman-teman melihat ke lokasi  lalu lahan masih kosong, bukan berarti belum ada pemiliknya. Justru lahan tersebut sudah ada yang punya,”pungkas Maya.

Usai Sosialisasi Pemakaman Syariah, tibalah waktunya semua blogger diajak oleh Hendi menuju salah satu Kavling Makam Syariah Al Azhar Memorial Garden.

Sahliyah adalah nama cluster yang menjadi tempat tujuan rombongan blogger yang sore itu cuaca di lokasi lumayan terik. Akan tetapi adanya pepohonan rindang menaungi saya dan rombongan.

Benar sekali, makam yang ada di depan saya kala itu sederhana. Tidak ada bangunan lain selain kursi dan gazebo bagi para peziarah yang ingin berdoa dan para lansia yang hendak rehat sejenak.

Jalanan yang bersih asri dan nyaman di AAMG

Terdapat pula jalan setapak guna menghindari makam dari terinjak-injak dan terlangkahi. Dan saya sempat menyapa ibu dengan topi caping yang tengah bertugas. Rupanya, ibu tersebut bekerja dari jam 1 siang hingga 4 sore.

Makam akan terus dirawat setiap hari oleh pihak Al Azhar Memorial Garden (AAMG) yang meliputi; perawatan, pengelolaan dan penggunaan makam sepanjang masa bagi pemiliknya.

Saat berada di tengah-tengah kawasan cluster Sahliyah, saya melihat keasrian, kebersihan dan tata ruang yang mencirikan karakteristik Islami.

Rombongan blogger telah melihat sendiritype makam yang ada di Al Azhar Memorial Garden. Ada 3 type makam; single, double, dan family.

Sertifikat makam dengan arah qiblat yang ada di Al Azhar Memorial Garden telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Karawang dan kini dikantongi oleh manajemen AAMG.

Intisari dari kunjungan saya ini adalah terdapat beberapa nilai yang tersemat dalam tubuh Al Azhar Memorial Garden, yaitu:

  • Al Azhar Memorial Garden memegang amanah dengan melayani dan menyediakan pemakaman syariah Islam dengan mengedepankan prinsip syariat Islam baik pembuatan dan pengelolaan makam sampai dengan prosesi pemakaman jenazah.
  • Al Azhar Memorial Garden telah melakukan syiar dengan mengajak peziarah untuk senantiasa mengingat hari berpulang -kalau saya menyebutnya dengan istilah dzikrulmaut (ingat mati). Serta mengajak setiap insan untuk menjaga kebersihan. Pembaca bisa lihat sendiri, suasana asri dan kondisi lingkungan yang bersih di sana.
  • Al Azhar Memorial Garden menjadi solusi (maslahat) bagi penduduk sekitarnya, misalnya: membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dalam menambah nafkah sehari-hari. Dan kemaslahatan lain adalah yang bisa diikuti oleh Anda yaitu; program wakaf makam yang diperuntukkan bagi warga dhuafa serta lansia yang terdapat di sekitar lingkungan Al Azhar Memorial Garden.

Demikianlah sekilas reportase yang bisa saya rangkum saat berwisata ke Kavling Makam Syariah Al Azhar Memorial Garden pada hari Selasa, 31 Mei 2016.

Terakhir … Pesan nabi jangan takut mati, karena ia pasti menghampiri. Mari kita isi hari-hari dengan amal kebaikan sebagai bekal saat ajal tiba. []

 

 

Individualisme:

  • al azhar memorial garden (2)
  • harga tanah al azhar memorial (1)
  • pemakaman al azhar karawang (1)

6 comments

Monggo Komentar :)