Tips Mengetahui Uang Asli atau Palsu

Berbagi, Tips

Menjelang hari raya alias lebaran, jamak orang memecah uangnya menjadi beberapa lembar dengan yang lebih kecil nominal.

Dan uang pecahan yang lazim dicari adalah nilai Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000 dengan masing-masing 100 lembar per pecahannya.

Melansir pemberitaan di koran Kompas (14/6), Bank Indonesia (BI) menjelang lebaran tahun ini menyediakan layanan penukaran uang di sejumlah titi pada 44 wilayah kantor perwakilan BI.

Menurut BI sudah saatnya masyarakat menggunakan sistem pembayaran nontunai. Pasalnya, sistem pembayaran nontunai seperti Anjungan Tunai Mandiri atau ATM dinilai lebih cepat dan aman.

Dan BI sudah mendorong budaya memanfaatkan sistem pembayaran nontunai sejak dua tahun yang lalu (2014).

Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai untuk menukar ke pecahan yang diinginkan. Mereka cukup membawa kartu ATM dan identitas diri.

Pada kenyataannya, permintaan uang pecahan terus saja meningkat. Menyikapi hal tersebut, BI mengantisipasi dengan mengajak masyarakat supaya membiasakan menggunakan nontunai.  Transaksi dengan nontunai terbukti lebih cepat bila dibandingkan dengan transaksi tunai.

Di Manakah Lokasi Penukaran Uang Recehan?

Pusat layanan penukaran uang untuk wilayah Jakarta bertempat di Lapangan IRTI Monumen Nasional (Monas). Layanan penukaran uang beroperasi mulai 6 Juni hingga 30 Juni. Waktunya jam 09.00 hingga 13.00 setiap hari Senin hingga Jumat.

Penukaran uang ternyata menyedot peminat, terbukti pada beberapa waktu yang lewat (13/6) sempat mengular dari pagi hingga pukul 11 siang. Padahal mobil yang disediakan cukup banyak, yaitu 12 unit berbagai bank umum.

Pada saat penukaran tempo hari tersebut setiap orang hanya diperbolehkan menukarkan uang maksimal pecahan 3,7 juta per hari. Uang dipecah menjadi pecahan uang Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000.

Alasan dibatasinya jumlah uang untuk ditukar -menurut Ronald Waas, Deputi Gubernur BI- agar pelayanan lebih cepat dan penyebaran uang merata.

Menurut data yang ada di Bank Indonesia, 92% pecahan uang yang ditukarkan berupa pecahan besar yaitu Rp 5.000 dan Rp 100.000, barulah sisanya pecahan kecil, yakni Rp 20.000 atau yang lebih kecil.

Menyoal peredaran uang palsu, masyarakat perlu waspada akan hal ini apalagi menjelang lebaran. Guna mencegahnya, BI sudah menggunakan beberapa fitur dan indikator.

Tahukah Anda? Guna memudahkan transaksi, BI mendorong warga masyarakat supaya menggunakan sistem pembayaran nontunai.

Tips Mengetahui Uang Asli atau Palsu

Cara yang paling sederhana yang bisa dilakukan setiap warga masyarakat guna mengetahui uang yang dipegangnya asli atau palsu adalah dengan, “Dilihat, diraba, diterawang.”  [|]

Monggo Komentar :)