Press Conference & Talkshow Sistem Rantai Dingin Saat Kampanye #AyamDinginSegar

Berbagi, Kesehatan

Di masyarakat Indonesia, khususnya Bandung – menemukan menu-menu masakan yang berbahan dasar ayam takpernah sulit. Dan kita mengetahui bersama bahwa ayam mudah diolah dan kandungan gizinya pun tinggi. Namun, ada yang perlu ‘diluruskan’ dari cara manusia memperlakukan daging ayam. Oleh karena itulah digelar Press Conference & Talkshow Sistem Rantai Dingin Saat Kampanye #AyamDinginSegar belum lama ini di Jakarta.

Atas dasar menjaga keamanan dan kesehatan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat, Kementerian Pertanian RI merasa perlu mengkampayekan Ayam Dingin Segar. Dan kemarin (Kamis, 6/10) saya berkesempatan untuk hadir memenuhi undangan dari kementerian pertanian guna mengikuti acara kampanye Ayam Dingin Segar.

Berada di lantai 26 Hotel Aston Priority di bilangan TB Simatupang – Jakarta Selatan, saya bersama dengan beberapa blogger asal Bandung begitu khidmat mengikuti rangkaian acara Peluncuran Kampanye Ayam Dingin Segar dari pagi hingga siang hari .

Diawali dengan pembukaan pidato dari Dr. Ir. Riwantoro, MM. selaku Sekretaris Direktur Jenderal Kementerian Pertanian RI, beliau mengemukakan bahwa, “Pemerintah sudah menyiapkan perundang-undangan yaitu peraturan pertanian nomor 306 tahun1994 tentang pedoman pemotongan unggas dan penanganan daging unggas.”

Masih berdiri di podium, pak Riwantoro menegaskan, “Semuanya (pemotongan dan penanganan unggas) harus memenuhi persyaratan teknis dan ijin sanitasi.”

“Bahkan, di DKI ada perda yang tidak memperbolehkan untuk memotong unggas di tempat-tempat tertentu,” tambah Riwantoro.

Ada yang diharapkan oleh Riwantoro terhadap media yang hadir saat itu. Karena mensosialisasikan peraturan-peraturan tersebut di atas ‘taksemudah membalikkan telapak tangan’, beliau berharap media mampu memberikan penjelasan-penjelasan yang sederhana serta efisien. Sosialisasi yang bisa menyentuh kepada lapisan masyarakat dengan cepat.

Pembaca, kalau biasanya kita memotong ayam (baik kampung ataupun broiler), pemotongan bertempat di belakang rumah, kemudian direndam di air hangat, lalu dicabuti bulunya lalu ayam dipotong-potong sesuai dengan bagian-bagiannya. Seperti itu prosedur yang jamak terjadi.

Padahal itu semua tidak benar karena memotong ayam yang dilakukan oleh pedagang harus memiliki ijin tidak bisa sembarangan.

“Memang ini tantangan berat, walaupun tidak mudah tetapi harus kita mulai. Dan biasanya memulai itu selalu lebih sulit. Tapi Alhamdulillah pengetahuan tentang hal ini (edukasi Ayam Dingin Segar) semakin meluas dan semakin banyak peminatnya,” ujar Riwantoro sambil menutup pidatonya.

Pangan Asal Hewan Higienis adalah Keharusan

Proses produk yang higienis menjadi tuntutan wajib bagi setiap orang yang mengolah pangan asal hewan. Pasalnya, pangan asal hewan mudah rusak serta berpotensi mengeluarkan penyakit-penyakit dari tubuhnya dan mengenai manusia maka diperlukan sebuah prosedur tetap.

Di saat talkshow, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian; Sri Mukartini sangat menekankan perihal menjamin kesehatan manusia dan ketenteraman batin.

Dengan dasar misi tersebut, Sri Mukartini mengemukakan bahwa, “Pangan asal hewan yang beredar harus memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) serta ketenteraman batin dari aspek kehalalannya.”

Tahapan melaksanakan prosedur tetap yang dimaksud oleh Sri Mukartini pada saat talkshow, yaitu:

  • Siapapun harus melakukan proses produksi secara higienis,
  • Harus dilakukan dalam sistem rantai dingin (cold chain).

Manfaat dari rantai dingin adalah untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme yang mengkontaminasi produk pada saat dilakukan proses produksi dan juga menjaga kesegaran.

Moderator di panggung Press Conference & Talkshow Sistem Rantai Dingin Saat Kampanye #AyamDinginSegar sempat bertanya kepada bu Sri Mukartini perihal tingkat suhu pada saat melakukan sistem rantai dingin.

Sri Mukartini mengatakan, “Sistem rantai dingin ada dua; untuk yang dingin atau chilled, suhu untuk mendinginkan susu di bawah 4 derajat, begitupun untuk ayam.”

“Lalu frozen, suhu minus 2 derajat saat produk disimpan,” tambah Sri Mukartini.

Jadi untuk menjaga kesehatan masyarakat, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah perlakuan terhadap bahan makanan. Ia harus baik, berkualitas, contohnya Ayam Dingin Segar.

Keberlangsungan talkshow semakin seru saat Edwin Lau – chef yang menjadi duta kampanye Ayam Dingin Segar turut menyuarakan pendapat dan anjurannya seputar pangan asal hewan ini.

Menurut pria yang berpostur tinggi dan tegap ini, “Untuk benar-benar mengetahui bahwa ayam yang kita beli adalah produk yang berkualitas atau ayam yang segar dengan menggunakan indera kita.”

“Pangan asal hewan (dalam hal ini ayam) yang segar bisa dilihat dari warna. Seharusnya ia berwarna agak kemerahan alami. Ia tidak pucat, ayam terlihat segar,” sambung Chef Edwin.

Lalu Chef Edwin pun melanjutkan penjelasannya tentang cara lain yang bisa dilakukan saat memastikan kesegaran ayam. “Kita bisa mencium aromanya, pangan asal hewan yang baik sudah seharusnya saat dicium baunya itu tidak beraroma asam, tidak berbau basi, yang mengindikasikan ia sudah kadaluarsa.”

Chef Edwin pun sempat menjelaskan tentang cross contamination saat ditanya seputar, “Apakah boleh kita menyentuh ayam yang tidak dibungkus untuk memastikan kesegarannya saat berbelanja?”

Menurut penulis Buku Healthy Yummy Bible ini pembeli bisa saja menekan produk pangan asal hewan dengan tangan saat berbelanja langsung. Atau dengan kasat matapun kelihatan mana ayam yang masih segar.

Dan jangan lupa, setelah kita menyentuh produk ayam tersebut untuk mencuci tangan. Pasalnya, akan muncul sebuah kekhawatiran.

“Misalnya, setelah kita menyentuh produk pangan asal hewan yang dipilih lalu kita menyentuh makanan lain seperti apel. Nah, di sinilah terjadi kontaminasi silang,” ujar Edwin

Ada banyak bakteri pada permukaan produk asal hewan sehingga apabila tidak dirantai dingin akan memperparah kondisi produk tersebut.

“Untuk itulah kita harus cuci dengan bersih dan yang paling penting mencuci jari-jari tangan tidak sebatas mencuci tangan,” jelas Chef Edwin.

Saat ditanya, “Apakah produk asal hewan yang sudah disentuh akan menurun kualitasnya?”

Chef Edwin Lau menerangkan bahwa jumlah bakteri di tangan manusia lebih banyak dibandingkan pada jumlah bakteri yang terdaat pada produk yang dipajang meskipun produknya dingin.

“Di suhu 4 derajat celcius bakteri tidak berkembang terlalu pesat. Di nol derajat atau pada suhu beku sekalipun bakteri tidak akan mati tetapi ia tertidur. Jadi sebaiknya kita tidak boleh terlalu lama menyentuh produk asal hewan yang akan kita beli saat berbelanja,” tegas Chef Edwin.

Kelemahan Suhu Ruang Terhadap Produk Pangan Asal Hewan 

Tahukah pembaca dengan istilah food danger zone? Duta Kampanye #AyamDinginSegar inipun sempat menuturkan tentang hal ini.

“Food Danger Zone adalah zona suhu ruang terbuka sekitar 5 hingga 60 derajat celcius. Pada suhu tersebut bakteri akan berkembang dengan pesat.

Saat kita memasak ayam, sebaiknya dilakukan dengan cepat dalam kondisi dingin (chilled) bukan beku. Saat proses memasak ditangani, membumbui misalnya- tentu kita akan menunggu hingga ayam terbuka dari kristal es. Semakin terbuka di suhu ruang maka ayam akan semakin membuka pori-porinya. Di saat kondisi seperti inilah kesempatan bagi kita memberikan bumbu pada ayam tersebut namun harus dilakukan dengan cepat.

“Apabila tidak dilakukan dengan cepat, produk asal hewan ini akan menjadi hangat, kalau sudah hangat akan cepat basi dan ketahuan aromanya.”

Itulah kenapa sistem suhu ruang secara higienis tidak lulus, pasalnya banyak bakteri yang akan mengontaminasi melalui pori-pori terbukanya.

Apalagi dengan ayam yang sebagian lagi kita simpan untuk di masak di lain waktu. Ini sangat rentan sebab seharusnya ayam yang dibiarkan di suhu ruang sehari saja akan cepat basi.

Terpusat di Rumah Potong

Menurut Sri Mukartini, di Jakarta sekitar 80% produksi ayam disuplai ke pasar-pasar tradisional. Pada umumnya, ayam dipajang dengan kondisi suhu terbuka. Dan produk asal hewan yang tersisa akan dikemanakan? Dijual kembalikah pada keesokan harinya?

“Kalau cepat dikonsumsi tidak masalah, dalam waktu 4 jam setelah disembelih itu masih aman, baik itu over-cooked atau pun dimasak setengah matang,” kata drh. Sri Mukartini, MAppSc.

Di panggung talkshow, Ibu Sri kembali menyambung pemaparannya, bahwa untuk produk asal hewan dalam hal ini ayam potong yang menjadi sisa jualan, apabila dijual murah tentu akan merugikan produsen dan juga konsumen karena produk dijual murah padahal kualitasnya sudah tidak baik.

Dan dengan banyaknya aktifitas pemotongan hewan di pasar akan berdampak buruk terhadap kesehatan lingkungan dan berbahaya. Dan produk asal hewan seperti ayam merupakan pangan yang berisiko mengeluarkan penyakit-penyakit semisal flu burung (avian flu).

“Akan sangat besar risikonya kalau kita membiarkan aktifitas pemotongan di dalam pasar. Oleh karena itu, ini semua harus masuk ke rumah potong,” ujar Sri.

Dengan terpusat di rumah potong hewan akan difasilitasi rantai dingin sehingga prosesnya akan lebih higienis. Dari aspek kesehatan, kualitas akan sangat lebih baik.

“Termasuk masalah daya saing, kita dengan penduduk sekitar 250 juta tentunya menjadi sasaran para produsen. Nah, tentunya pemerintah ingin masyarakat terbiasa mengkonsumsi makanan yang melalui proses sistem rantai dingin dan mencintai produk-produk lokal,” pungkas Sri Mukartini.

***

Chef Edwin Lau berbicara dengan Sir Mukartini dan Riwantoro saat Press Conference dan Talkshow Ayam Dingin Segar (6/10)
Chef Edwin Lau berbicara dengan Sir Mukartini dan Riwantoro saat Press Conference dan Talkshow Ayam Dingin Segar (6/10) – foto: dokpri

Banyak sekali informasi yang diperoleh seputar sistem Rantai Dingin saat kampanye #AyamDinginSegar tempo hari. Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih detil dengan kampanye ini, silakan saja ikuti web dan sosial media Ayam Dingin Segar.

Berikut website Ayam Dingin Segar selengkapnya:
- Website: www.ayamdinginsegar.com
- Facebook, YouTube: Ayam Dingin Segar
- Twitter, Instagram: @ayamdinginsegar
- email: ayamdinginsegar@gmail.com

Fun Cooking Road Show bersama Chef Edwin Lau di Foodtruck Ayam Dingin Segar

Atau bagi Anda yang juga tertarik untuk mengikuti roadshow bersama foodtruck Ayam Dingin Segar dalam rangkaian “Fun Cooking Road Show” – bisa memilih di 20 lokasi di Jabodetabek.

Lokasi Fun Cooking Road Show bersama Chef Edwin Lau, antara lain di:

  • Jakarta Barat: Villa Kelapa Dua, Komp. BPPT Kebun Jeruk.
  • Jakarta Utara: Perum Sunter.
  • Jakarta Pusat: Cideng, Perum Sumur Batu Cempaka Putih.
  • Jakarta Selatan: Haji Muhi, Perum Bona Indah.
  • Jakarta Timur: Perum Halim Dirgantara III, Perum Paspampres, Perum DKI.
  • Tangerang: CBD Bintaro Jaya, Graha Raya Bintaro Jaya, Perum De Latinos BSD City.
  • Bekasi: Taman Galaxy Cluster Victoria Garden Kota Legenda Tambun, Komplek PU Sapta Taruna Margahayu, Perum Duren Jaya Permai.
  • Depok: Perum Villa Pertiwi.
  • Bogor: Perum IPB Baranangsiang IV Alun-alun Jonggol City.

Chef Edwin Lau Berkelakar!

Saat di penghujung acara, blogger sempat berswafoto dengan chef Edwin Lau. Di sini saya mengetahui, Chef Edwin Lau Berkelakar!

“Waah sampai kering gigi saya,” canda Edwin usai berfoto bareng blogger.

blogger berswafoto bareng chef Edwin di Kampanye Ayam Dingin Segar

Kampanye ini masih akan terus digulirkan oleh Kementerian Pertanian RI hingga 17 Mei 2017. Semoga kampanye ini semakin terus bergulir dengan dampak positif yang besar dan semakin banyak masyarakat yang peduli dengan adanya edukasi Ayam Dingin Segar. []

BACA JUGA: Alasan Saya Ikut Kampanye Ayam Dingin Segar

Individualisme:

  • hewan apa yg individualis (1)

4 comments

  • kirain ayam di tukang sayur langganan yang diplastikin dan dijemur matahari itu lebih sehat…. saya malah berpikiran kalau ayam dingin yang ada di supermarket itu yang gak sehat. Duh…. makasih infonya kang. Segera ikut kampanye ke tukang sayur langganan

  • Semoga pada akhirnya #ayamdinginsegar ini bisa menjadi kebiasaan semua orang. Gak hanya jadi kampanye belaka. Bukan cuma untuk kebaikan konsumen, buat penjual juga ayam dingin segar ini menguntungkan. Sebab dagingny bisa tahan lama.

Monggo Komentar :)