Pengalaman Pertama Menggunakan Aplikasi Uber

Berbagi

Beberapa jam yang lalu (Kamis, 13/10), saya bales-balesan dengan pak sopir yang kemudian saya tahu namanya dari identitas yang muncul di aplikasi Uber; Sugiman.

Bales-balesan yang saya maksud adalah pemberian rate dari pak Sugiman kepada saya sebagai penumpang mobil Daihatsu Ayla miliknya. Doi ngasih saya bintang 5 cuy! Yasud, saya nggak mau kalah — saya beri juga bapak yang murah senyum ini dengan jumlah bintang yang sama.

Ingat: kami saling rate atas dasar kenyamanan. Istri dan anak saya nyaman menjadi penumpang pak Sugiman. Dia pun merasa nyaman memenuhi keinginan kami untuk sampai ke rumah dengan aman dan cepat.

Pengalaman Pertama Menggunakan Aplikasi Uber

Tell no one, please … Ini pengalaman saya untuk kali pertama memesan jasa taksi via aplikasi Uber. Semenjak Uber berbaik hati saat acara Kumpul Uber Bandung – dengan mengisi saldo di Aplikasi Uber smartphone yang selama ini saya pakai – sebesar 500 ribu – baru tadi sore saya menggunakannya. (BACA: Pengalaman Hadir di Acara #KumpulUberBDG)

Tidak terlintas sedikitpun untuk menggunakan Uber di saat pergi berbelanja tadi sore. Ditemani istri dan anak bungsu, kami bertiga berangkat pakai Verza, motor kesayangan.

Tapi begitu lihat belanjaan yang segambreng, baru deh saya kepikiran, “Wah … Saatnya pakai Uber, nih?!”

Iya tadi sore itu saya baru sempat membelanjakan voucher belanja sebesar satu juta rupiah. Kali ini yang baik hati adalah Sunpride waktu menggelar acara di Bandung (3 September 2016 di CUPS Coffee n Kitchen).

Dari Yogya Kopo Mas dengan barang belanjaan yang ternyata lebih dari nilai voucher (benar-benar perlu belajar lagi menggunakan voucher belanja supaya tepat sesuai nominalnya) kami akhirnya istirahat untuk isi perut yang mulai lapar di Mc Donald yang takjauh dari tempat belanja.

wefie sekeluarga di McD Kopo Mas

Sebenarnya agak alot sih tadi memutuskan pakai Uber atau paksakan di motor sekaligus dengan membawa diri? Namun, kami condong memilih untuk pakai taksi via aplikasi Uber aja.

Di kursi ruangan dalam Mc Donald, aplikasi Uber saya buka, lalu saya mulai mencoba cari taksi. Tidak sampai semenit, langsung dapat mobil! Ya pak Sugiman dengan Daihatsu Ayla-nya itu …

Taklama kemudian ….

“Mas saya di depan Mekdi” begitu pesan singkat dari pak Sugiman dari seberang jalan.

Cepat juga, tadi saya sempat memerhatikan pergerakan mobilnya. Iya dari mulai keluar dari garasi hingga di depan kita mobil bisa dimonitor, lho?!

Akhirnya kami pun keluar dan langsung menyeberang jalan. Melihat saya dan istri membawa belanjaan, pak Sugiman membukakan pintu belakang mobilnya dan kamipun menempatkan semua barang di bagian belakang jok kursi belakang.

Risya – istri saya dan Nadya – anak bungsu saya, berangkat bersama taksinya pak Sugiman, saya kemudian kembali ke parkiran motor dan mengikuti di belakangnya tapi karena cukup beriringan kendaraan roda empat sepanjang perjalanan tadi, akhirnya saya mendahului mereka.

Rupanya, saya bisa melihat riwayat perjalanan mereka tadi via aplikasi Uber. Total ongkos yang harus saya bayar ke pak Sugiman sebesar Rp 43.406 dengan rincian:

  • Biaya Rental: UBERX = Rp 3.000
  • Jarak Tempuh: 11,01 km = Rp 27.513
  • Waktu Tempuh: 32,23 menit = Rp 12.893

Total = 43.406

Beres.

Sensasinya menyenangkan, ya?! Apalagi dibayar dengan uang yang ada di saldo Aplikasi Uber. Benar-benar sebuah provider yang memberikan solusi ketika masyarakat memerlukan. Seperti saya tadi sapu bersih Yogya Kopo Mas. Voucher-nya sih iya bersih, tokonya masih penuh barang dagangan kok tadi 😛

Itulah sedikit ulasan yang saya alami sepanjang sore hingga malam tadi (pukul 21-an).

SELANJUTNYA: Saya Coba Share Tumpangan Gratis dari Uber

Monggo Komentar :)