Bumbu Rudjak Ciherang Resep Sejak 1925

Bumbu Rudjak Ciherang Resep Sejak 1925

Dari banyaknya cerita kuliner tempo doeloe yang masih bertahan dan terus diwariskan kepada keluarga penemunya salah satunya adalah Bumbu Rudjak Ciherang. Bumbu Rudjak Ciherang adalah resep bumbu yang memiliki citarasa yang khas berupa aroma honje atau kecombrang. Penemu bumbu ini adalah Ema Mpeuh pada 1925.

Hari ini Bumbu Rudjak Ciherang semakin dikenal luas oleh masyarakat, tidak jarang masyarakat di luar kota Soreang – Banjaran mencari bumbu rujak ini. Pembaca bayangkan saja, beberapa potongan buah-buahan kemudian bercampur dengan bumbu yang terbuat dari gula merah, cabai, bawang putih, kencur dan yang sangat penting sehingga menjadikan bumbu rujak ini menjadi khas adalah kecombrang alias buah honje.

Honje atau kecombrang adalah jenis tumbuhan rempah yang membuat Bumbu Rudjak Ciherang berbeda dengan bumbu rujak pada umumnya. Wanginya yang khas menambah kesegaran rasa pada rujak yang disantap, apalagi bagi pembaca yang sangat suka rasa pedas – perlu untuk dicoba guna merasakan rasa sensasional di lidah.

Bumbu Rudjak Ciherang Resep Sejak 1925--

Bumbu Rudjak Ciherang Resep Sejak 1925

Emak Mpeuh awalnya berjualan bumbu ini di sekitar stasiun kereta api Bandung – Ciwidey pada 1925. Bisnis ini terus ditularkan turun temurun dalam keluarga. Hingga akhirnya hari ini bisnis keluarga tersebut dikelola dan dipercayakan pada Asep Musadi. Berbagai cara pemasaran sudah dijalankan mulai dari memakai gandongan dengan berkeliling dan mangkal.

“Sejak 1990 bumbu rujak Ciherang saya pasarkan. Sama saja dengan bumbu rujak yang lain. Tapi yang membuat bumbu rujak ini terkenal adalah rasa dan aromanya yang khas karena dicampur dengan honje atau kecombrang,” ungkap Asep Musadi.

Bisnis Bumbu Rudjak Ciherang saat ini dikelola oleh 4 keluarga. Setiap keluarga berjualan di kedai permanen di bilangan jalan Ciherang (jalan raya Soreang – Banjaran) secara bergantian seminggu sekali. Kedai Bumbu Rudjak Ciherang terbilang biasa saja, sederhana. Pengunjung yang datang bisa memesan rujak untuk disantap di tempat atau dibawa pulang.

Bagi Anda yang bertanya, “Berapa lama bumbu rujak Ciherang bisa bertahan?” Bumbu Rudjak Ciherang bisa bertahan sampai 3 bulan lamanya. Lebih dari itu dianggap kadaluwarsa.

Bicara harga, Bumbu Rudjak Ciherang relatif terjangkau dan sudah banyak pelanggan yang memesan bumbu ini via toko online yang saya buka. Silakan kunjungi lapak Rumah Bisnis Soreang yang biasa melayani pembelian bumbu rujak ini di sini.

Bumbu Rudjak Ciherang Resep Sejak 1925

Di akhir pekan, pembaca tidak perlu merasa heran kalau kedai mereka diserbu oleh wisatawan yang sengaja singgah untuk memenuhi rasa penasaran terhadap fenomena bumbu rujak ini. Jamak dari para pengunjung yang membeli makanan khas yang ada di Kabupaten Bandung ini sebagai buah tangan.

menyantap bumbu rudjak ciherang
Akhir pekan asyiknya menyantap rujak bareng keluarga pakai bumbu rudjak ciherang (dok. pri)

Bagi Anda yang tidak ingin repot namun ingin menikmati keunikan rasa Bumbu Rudjak Ciherang bisa mencoba layanan kami berupa layanan antar kemudian bayar (Cash on Delivery) – silakan pembaca hubungi nomor 089627528881. Kami siap mengantarkan pesanan Bumbu Rudjak Ciherang mulai dari kawasan Soreang – Banjaran hingga daerah wisata seperti Kawah Putih atau Situ Patengan dan tempat-tempat lain selama berada di daerah yang mampu kami datangi.

Bagi pembaca yang sedang berwisata ke wilayah Bandung Selatan, sebut saja ke Pangalengan atau ke Ciwidey, cobalah untuk mampir ke kedai Bumbu Rudjak Ciherang yang berlokasi di jalan Ciherang nomor 81, desa Kiangroke. Itulah kenapa nama bumbu ini diberi nama Bumbu Rudjak Ciherang. [w1/11]

BACA JUGA:

3 Thoughts to “Bumbu Rudjak Ciherang Resep Sejak 1925”

  1. Wih udah lama banget berarti ya resep bumbu rujak ini, jadi pengen rujak nih mas, udah lama banget gak makan rujak, jadi kangen masa kecil yang sering ngerujak..

    1. iya – silakan pesan aja kalo bener kangen sih 😀

Leave a Comment