Pengalamanku Jadi Kurir Buku

Sambil bekerja buat artikel

Beberapa waktu yang lalu, saya menjadi kurir buku. Serius! Buku-buku yang saya coba jajakan tawarkan ternyata mengundang minat beberapa rekan-rekan di facebook. Mereka tidak mau melakukan transfer antar bank! Ada yang bilang males, ada yang memang sibuk sehingga tidak sempat ke bank. 😀

Buku yang telah saya kirimkan itu berjudul “Cara Kreatif Mendidik Anak ala Melly Kiong“. Buku ini bagus lho! Bukan promosi tapi realitasnya demikian. Tengok saja orang-orang yang berkomentar mengenai buku ini. Seperti Jaya Suprana, budayawan ini mengatakan,

Penulis buku ini sendiri adalah seorang ibu yang telah terbukti kreatif dalam mendidik anak-anaknya sendiri, maka buku ini ditulis bukan sekadar berdasar teori muluk-muluk sebagai das Sollen namun empiris berdasar fakta pengalaman diri sendiri sebagai das Sein. Sesuai keyakinan sang begawan pendidikan anak, Bruno Bethelheim, pendidik terbaik bagi seorang anak adalah ibunya sendiri yang memang paling dekat maka paling tahu kepribadian dan permasalahan yang dihadapi sang anak.

—sampai di sini saya nge-print dummy buku Mausuah [ensiklopedi Islam]  Jilid 5, (semuanya ada 8 Jilid) yang akan segera terbit—

Dan beberapa public figure, Sudhamek (CEO Garuda Food), Shahnaz Haque, dan lain-lain turut memberikan komentar pada buku ini.

Rupanya menjadi seorang marketing itu ternyata harus tough, survive; tidak mudah menyerah. Terbukti dan terasa oleh saya sendiri, ah! belum seberapa dibandingkan dengan seorang marketer yang sebenarnya. Aku mah hanya seorang layouter yang mencoba jadi marketer. Yup! Penjual Buku! 😀

One thought on “Pengalamanku Jadi Kurir Buku

Tinggalkan Balasan