Ketika Penyandang Difabel Saja Semangat Menjalankan Usaha, Masa Kita Berdiam Durja?

Ikut kelas Workshop Manajemen Keuangan di Kopdar Akbar BukaLapak 2016

Bisa jadi ini adalah judul artikel terpanjang yang pernah saya tulis ­čśÇ

Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu – tepatnya, hari Senin, 28 Nopember 2016. Saya menghadiri event keren yang diselenggarakan oleh sebuah komunitas bisnis.

Nama komunitasnya sudah takasing lagi, yaitu BukaLapak. Iya, selain sebagai tempat transaksi jual-beli online, BukaLapak pun merupakan wadah tempat berkumpulnya para pelapak yang terdapat di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Nah, agar hubungan atau komunikasi berjalan dengan baik maka lahirlah komunitas BukaLapak.

Di Bandung sendiri ada Komunitas BukaLapak, dan kemarin pun menyabet predikat sebagai Komunitas Terbaik dan berhak membawa pulang hadiah yang sudah dipersiapkan oleh panitia.

Alhamdulillah… Bandung mendominasi perebutan hadiah saat kopdar kemarin (Senin, 28/11), selain Komunitas Terbaik, individunya pun membawa pulang hadiah yang diperlombakan. Sebut saja; mbak Presda yang mengikuti workshop kelas fotografi terpilih sebagai fotografer terbaik saat potret hasil dari belajar di kelasnya dilombakan. Atas prestasinya tersebut, pelapak yang memasarkan kerudung ini diganjar 1 unit kamera Cool Pix. Adalagi mbak Melly yang terpilih sebagai pelapak yang paling aktif di Forum┬áBukalapak dan berhak mendapatkan hadiah voucher belanja senilai 1 juta.

Ketika Penyandang Difabel Saja Semangat Menjalankan Usaha, Masa Kita Berdiam Durja?

Baik mari kita kembali menyoal judul artikel kali ini. Singkat cerita saat acara akan berakhir atau lebih tepatnya di sesi temu wicara (meet n greet) antara BukaLapak sebagai wadah komunitas dengan anggotanya, saya melihat pelapak yang luar biasa.

Namanya Udin Komarudin, 52 tahun asal Bogor. Seorang lagi, Zulfan. Suami dari Irma ini berusia lebih muda dari pak Udin, yaitu; 46 tahun. Kedua pria ini penyandang difabel, hadir ke Kopdar Akbar BukaLapak 2016 menggunakan kursi roda.

Dari pemandangan ini, sepatutnya kita memetik pesan moral, “Ketika penyandang difabel saja (begitu) semangat menjalankan usaha, masa kita berdiam durja?”

Potret di atas rasanya cukup menjadi pelecut bagi kita untuk selalu bersyukur dan menjadi pribadi yang produktif. [w1/12]


Komunitas BukaLapak Kopdar Akbar 2016

BACA JUGA: Reportase Kopdar Akbar BukaLapak 2016 di Auditorium Hotel Bidakara di sini.

 

BACA JUGA:

2 Thoughts to “Ketika Penyandang Difabel Saja Semangat Menjalankan Usaha, Masa Kita Berdiam Durja?”

  1. Hastira

    asyik ya bisa kumpul, dan keterbatasan fisik memang gak bloeh jadi penghambat berkarya ya

    1. iya betul, mbak — saat itu mengasyikkan bisa kumpul2 dengan anggota komunita BukaLapak yg lain ­čśÇ

Leave a Comment