Antara Ronan Keating, Renovasi, Pelatihan Pra Cetak

Berbagi, InDesign, keluarga
Songs for My Mother
Image via Wikipedia

Tenang, kepada semuanya…ini bukan beberapa pilihan yang harus Anda pilih. Namun ketiga hal ini yang menempati ruang pikiran saya. Tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja saya bersenandung lagu When You Say Nothing At All by Ronan Keating. Dalam lagu ini, si Ronan ini sangat mengagumi si ‘you’ yang ada dalam lagu; dengan tanpa berkata sepatah katapun, you are the best -lah begitu kurang lebih….Terutama pas chorus yang ini:

The smile on your face
Lets me know
That you need me
There’s a truth
In your eyes
Saying you’ll never leave me
The touch of your hand says
You’ll catch me
Whenever I fall
You say it best
When you say
Nothing at all

Beeeeuh…gile bener 😀 Perhatikan dengan seksama, bagus sekali lagu itu secara lirik penuh dengan makna romantis, secara nada menghanyutkan sekali… Yaaa aku juga tidak ngerti2 banget sih..minimal saya menikmati –walaupun membayangkan– iramanya, pemilihan nadanya. Kata orang, keberhasilan sebuah lagu itu bergantung kepada sebeerapa besar/dalam orang bisa tersentuh atau jikalau toh musik itu temponya cepat, seberapa hebat lagu itu membawa orang tertarik untuk bergoyang…

Oia, sebenarnya tulisan ini dibuat ‘sekadar’ menunggu pemateri datang, 😀 Kami sedang menantikan sebuah pelatihan pra cetak: seputar Adobe InDesign dan Acrobat Distiller/Pdf. Berhubung kerjasama selama ini sangat baik dengan Gramedia dan kebetulan ada hal-hal teknis yang harus kita padukan agar seragam maka diadakanlah pelatihan ini…Berdasarkan informasi selama tulisan ini ‘mengalir’ nara sumber sedang berada di kilometer berapa gituu tadi. Sementara kami semua sudah memasuki ruangan ini sejak pukul delapan….Sekarang pukul sembilan kurang belum datang juga. Teman2 pada umumnya tidak sabaran. Makanya mereka lebih memilih kembali ke lantai dua ke ruangan –yang memang sudah reguler diadakan setiap Jumat pagi– untuk pengajian.

Baru saja saya guyon, bilang ke teman saya, “Wah, di pengajian… di atas banyak makanan euy!” Kebetulan saya hendak men-charge hapeku yang baterainya mau habis. Lantas, teman saya menjawab, “Ya, biar saja jangan kuatir..rejeki kan tidak akan kemana…siapa tahu pa Ade setelah ini ada yang nraktir makan…Hati-hati ah dengan niatnya, mau ngaji karena ada makanan…” ucapnya dengan nada pelan. [Hebat sekali sebuah ucapan yang datar namun mengingatkan, menasihati dan mendoakan…Terima kasih, sob…]

Hmmm, masih menunggu….sekarang bayang-bayang pikiran malah menerawang jauh ke rumah, masih ingat oleh ucapan istriku, dia ingin sekali merenovasi tempat tinggal kami; ingin memperbaiki kamar mandi, membuat kamar untuk kedua putri kami walaupun itu hanya berupa sekatan tripleks. Rumah itu statusnya sedang kami kontrakan, selama ini kami menempati rumahnya salah satu kakak. Kami melakukan ‘tukar guling’ lah istilahnya 😀 Uang yang kami peroleh dari mengontrakan rumah itu kami gunakan untuk membayar rumah kakak kami yang sekarang kami tempati.

“Pah, kapan renovasi rumah? Kita segera pindah dari sini, yuk?”

Kawan blogger, minta doanya ya, mudah-mudahan saya diberi kelancaran rejeki, saya ingin memenuhi keinginan kami ini….terima kasih. Bukan saya mengeluh, justru saya bersyukur memiliki istri yang sabar sekali…selama berumah tangga, disaat kondisi apapun selalu memberikan support yang tidak ada bosan-bosannya.

Ada korelasi antara lagunya Ronan ini, atau saya dedikasikan lagu ini buat istriku saja deh…selebihnya buat kawan blogger…The smile on your face
Lets me know that you need meThere’s a truth in your eyes saying you’ll never leave me….Risya I ♥ U forever []

19 comments

Tinggalkan Balasan