OLEH-OLEH BANDUNG RANGINANG GEULISNA

Inilah Beberapa Jenis Kerupuk di Indonesia

Bandung, Berbagi

Jangan menganggap remeh terhadap kerupuk. Iya, kerupuk hanya 500 rupiah per satuannya tapi lihat faktanya di masyarakat. Menurut catatan yang dirilis oleh Beritagar Indonesia disebutkan, “Kerenyahan dan citarasa kerupuk dari Indonesia sudah menyedot perhatian bangsa lain khususnya Asia, seperti Korea dan Tiongkok”

Di Indonesia, panganan renyah serupa kerupuk ini banyak sekali jenisnya dan bisa ditemukan dengan mudah. Lazimnya, kerupuk terbuat dari campuran terigu atau tapioka yang diberikan penyedap, seperti; rasa ikan atau udang.

Inilah Beberapa Jenis Kerupuk di Indonesia

1) Kerupuk Kemplang

Kerupuk ini terdapat di Sumatera, lebih tepatnya di Palembang. Kerupuk kemplang diolah berbahan dasar ikan yang dihaluskan lalu dicampur dengan tepung tapioka. Ikan yang ditambahkan pada saat mengolah kerupuk ini adalah ikan yang berdaging putih, misalnya ikan belida atau ikan gabus. Tapi tidak jarang pula, pembuatnya memilih ikan yang berdaging merah yang akan membuat kerupuk berwarna coklat.

Tidak seperti jamaknya kerupuk lain, kerupuk kemplang memiliki perlakuan yang berbeda pengolahannya. Pertama-tama, adonan dibentuk menjadi pipih dan melebar, lalu dikukus.

Pasca pengukusan selanjutnya kerupuk kemplang dijemur hingga kering setelah itu dipanggang. Barulah kerupuk kemplang digoreng dan siap untuk dinikmati sebagai camilan.

Kerupuk kemplang akan semakin nikmat disantap bila dilengkapi dengan bumbu yang menyertainya. Bumbu yang dimaksud adalah sambal yang bahan dasarnya terdiri dari; cabai, asam dan gula pasir.

2) Kerupuk Kulit

Kerupuk kulit tersebar di berbagai daerah di Indonesia, hal ini menyebabkan ragam penamaan kudapan ini menjadi berbeda-beda. Misalnya, Jangek – di Sumatera Barat, Jangek adalah kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau atau sapi. Lalu, Rambak – penamaan kerupuk kulit yang terdapat di Solo.

Lain lagi dengan Jogyakarta, kerupuk kulitnya dinamai dengan Krecek. Biasanya, kebiasaan kuliner di Jogya, menjadikan krecek sebagai campuran sayur gudeg.

3) Kerupuk Gendar

Kerupuk ini merupakan kudapan dengan bahan dasar nasi yang mengerak. Cara mengolah kerupuk gendar, nasi yang sudah menjadi kerak ditambah dengan bumbu lalu ditumbuk hingga padat.

Setelah ditumbuk sampai halus dan padat, selanjutnya bahan kerupuk ini diiris tipis-tipis. Setelah proses pengirisan selesai, kerupuk gendar pun siap untuk digoreng.

4) Rempeyek

Tidak ada sumber pasti yang menyebutkan darimana asal muasal kerupuk rempeyek. Tapi camilan yang sangat mashyur ini bisa dijumpai menjadi teman nasi pecel terutama di Madiun, Jawa Timur.

Langkah-langkah praktis membuat rempeyek, anda cukup menambahkan santan pada tepung terigu, adonan ditambah dengan ketumbar lalu diberi pula daun jeruk agar wangi. Cara menggoreng rempeyek adonan dibuat bulat tipis. Dan saat digoreng, rempeyek ditaburi kacang tanah.

5) Kerupuk Melarat

Penamaan melarat yang artinya miskin karena kerupuk ini digoreng tanpa menggunakan minyak goreng melainkan menggunakan pasir yang dipanaskan dalam wajan.

Menggoreng dengan cara disangrai seperti ini menurut sejarahnya, dikarenakan si pembuat takmemiliki cukup bahan minyak kelapa untuk menggoreng karena saking melaratnya.

Menggoreng kerupuk dengan cara ini (mengganti minyak goreng dengan pasir) menjadikan kerupuk melarat sebagai makanan ringan yang memiliki kandungan rendah kolesterol.

6) Amplang

Kerupuk amplang adalah kerupuk yang memiliki bentuk bulat dan kecil, berbahan dasar ikan tenggiri yang dicampur dengan bahan lainnya terutama tepung.

Di Samarinda, kerupuk ini dikenal dengan nama Kerupuk Kuku Macan sebab bentuknya yang bulat dan berujung runcing mirip dengan kuku macan. Dan kerupuk ini pun dikenal pula di Malaysia.

7) Rengginang

Kerupuk ini di Bandung disebut dengan Ranginang. Berbahan dasar beras, mirip dengan kerupuk gendar. Hanya saja kerupuk rengginang berbahan beras ketan.

Inilah Beberapa Jenis Kerupuk di Indonesia

Cara mengolah rengginang:

Pertama-tama, kita menanak beras ketan, lalu dibubuhi bumbu-bumbu. Setelah beras ketan ditanak dan bercampur dengan bumbu matang, bahan rengginang dibentuk pipih bulat dan diberi pori-pori.

Setelah beres membentuk bahan rengginang menjadi bulat dengan pori-pori lalu dijemur sampai mengeras. Setelah benar-benar keras dan kering, rengginang pun siap untuk digoreng.

Dalam perkembangannya, rengginang diolah dengan ditambah kreatifitas si pembuatnya. Misalnya rasa, selain rasa original (asin), rengginang pun kini ada yang memiliki rasa manis dan pedas.

***

Ranginang Geulisna

Masih berbicara seputar rengginang, di Bandung kini hadir produk kerupuk beras ketan bermerek Ranginang Geulisna. Dalam kemasannya disebutkan, Ranginang Geulisna sebagai oleh-oleh Bandung.

Ranginang Geulisna memiliki dua varian rasa, yaitu; Rasa Terasi Original yang dibanderol seharga Rp 25.000 dan Rasa Pedas, dibanderol seharga Rp 26.000.

Pemilik produk Ranginang berani mengklaim bahwa produk yang dibuatnya merupakan Ranginang Pertama dalam Kemasan Kaleng.  Pada awalnya, ranginang dalam kemasan kaleng ini dibuat hanya pada saat momen hari raya idul fitri saja.

Ranginang Geulisna Oleh Oleh Bandung
Anda ingin memesan RANGINANG GEULISNA? Hubungi via SMS/WA: 085721109590 (Risya)

Ranginang Geulisna hari ini telah menyedot perhatian para penikmat kudapan. Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan Ranginang Geulisna dari masyarakat bertambah dari hari ke hari.


Sumber rujukan: 

beritagar.id/artikel/piknik/ragam-kerupuk-khas-indonesia

Tinggalkan Balasan