Guangzhou Sebagai Pusat Penyebaran Islam di Cina

Guangzhou Sebagai Pusat Penyebaran Islam di Cina

ensiklopedi

Guangzhou menyimpan banyak sejarah, perannya sebagai salah satu kota metropolitan yang telah berusia lebih dari 2.000 tahun. Dan salah satu bukti jejak Islam hingga kini terdapat di Guangzhou yang sejak tahun 31 Hijriah atau tahun 651 Masehi, agama Islam masuk ke negeri Cina.

Kota yang memiliki pelabuhan laut internasional, Guangzhou berada di provinsi Guangdong, yang oleh orang Arab disebut Khanfu menjadi pusatnya pengembangan Islam di China. Penulis muslim China abad 18, Lui Tschih, lewat tulisannya yang bertajuk “Perihal Kehidupan Nabi” Islam dibawa ke Cina oleh rombongan yang dipimpin panglima besar Islam, Saad bin Abi Waqqash.

Guangzhou Sebagai Pusat Penyebaran Islam di Cina

Meskipun sebagian sejarah menyatakan Saad meninggal di Madinah dan dikuburkan dekat makam para sahabat, tetap saja orang dari berbagai pelosok berkunjung ke pusara yang berada di dekat masjid Abi Waqqash, masyarakat yang datang yakin pusara tersebut makamnya Saad bin Abi Waqqash.

[tweetshare tweet=”Tahukah Anda? Luas kota Guangzhou adalah 7.343 km persegi, populasi penduduknya hingga kini mencapai 10juta. ” username=”adetruna”]

Dan Islam menyebar ke seluruh daratan Cina. Selamat tahun baru Hijriah, 1 Muharam 1432 H.

Dalam sejarahnya, proses penyebaran Islam di Cina menurut catatan waktu Saad menetap di Guangzhou untuk membangun masjid Huaisheng.

Hingga kini Masjid Huaisheng dikenal dengan sebutan masjid Guangta, sebab menara mecusuar yang digunakan terletak di sana (jalan Guangta).

Meskipun hingga kini Islam berkembang pesat di Guangzhou, pemerintah setempat tidak lantas memperluas bangunan masjid. Karenanya jika melaksanakan sholat ieduladha atau iedul Fitri dilakukan 2 shift. []

27 comments

Tinggalkan Balasan