Beranda > Berbagi > Lari Pagi, Naturalisasi, dan Hacking Nokia

Lari Pagi, Naturalisasi, dan Hacking Nokia

Tadi, saya lari pagi (niatnya sih), sepanjang kira-kira 2 km dan itu saya tempuh dengan hanya lari-lari kecil…seringnya hanya berjalan sambil buka2 komentar brgkali ada yg hrs saya moderasi. Benar saja, rekan bloger Agung Pusandhaka memberikan komentar, lebih pasnya mengoreksi artikel saya mengenai Irfan Bachdim, bahwa Irfan bukan pemain yang melakukan naturalisasi sebab dia WNI sejak kecil, tapi herannya artikel mas Agung sendiri berjudul ‘irfan sulit naturalisasi

artikel dikoreksi
Koreksi mas Agung | Sumber foto:pribadi

…namun semuanya menjadi jelas setelah saya berkunjung balik ke blognya, terimakasih atas koreksinya, mas 🙂

Saat di Junti, tempat teman2 sedang futsal saya juga sempat menjawab permintaan teman saya via YM yg sedang ‘bertugas’ di Abu Dhabi, temanku seorang koki ahli yang meminta saya untuk menulis ttg aturan pajak baru: bea barang masuk memberatkan TKI….wadaw! Nggak deh…saya mah artikel ringan2 saja sdh mengeluarkan energi yg dahsyat…saya tidak mau!!! 😆

Yang terakhir saya mau mengglobalkan keluhan, saya belum juga mampu hacking nokia 5530 XM yang kumiliki ini…padahal saya sudah punya akun OPDA, dan statusnya normal hmmm…d’nasive 🙁 😆 []

adetruna.kerja@gmail.com
Saya admin blog ini - fyi, saya pedagang madu online. Tinggal di Soreang, driver 1k km Datsun Risers Expedition etape 2 Sulawesi, penyuka buah duren & nangka.
http://blog.kliksoreang.com

30 thoughts on “Lari Pagi, Naturalisasi, dan Hacking Nokia

  1. Menurut saya, naturalisasi mau pun nggak, bukan masalah. yang penting saat ini irfan bachdim diakui sebagai warga indonesia dan syah menjadi bagian dari tim Merah-Putih. Bukan begitu Pak?…. 😀

    1. @Fir’aun NgebLoG:betul dan memang tidak bermasalah; terbukti Irfan bermain di tim nas dengan leluasa…hanya pengetahuan saya saja yang terbatas 😛 sekarang sudah tidak lagi 🙂 ::makasih::

  2. Koreksi lagi bro, nama saya Agung Pushandaka. Bukan Agung Pusandhaka. Hehe! Terima kasih sudah berkunjung dan menautkan blog saya di artikel ini. Saya merasa terhormat. 🙂

    Artikel saya yang berjudul “Irfan Sulit Naturalisasi” adalah sambungan dari tulisan tentang Irfan sebelumnya “Christian Yes! Irfan No!”.

    Tulisan “Irfan Sulit Naturalisasi” adalah jawaban terhadap beberapa orang yang masih yakin banget bahwa Irfan adalah seorang naturalisasi. Makanya saya jawab kalaupun Irfan bukan WNI sejak lahir, maka dia sulit dinaturalisasi sekarang ini. Butuh waktu beberapa tahun lagi untuk bisa dinaturalisasi. Tapi itu jadi ndak penting karena Irfan sesungguhnya adalah WNI sejak lahir. 🙂

    Senang berkenalan dengan anda dan blognya.

    1. @Agung Pushandaka:okeh mas maaf atas kesalahan ketik nama…aku sampe memicingkan mata wong nge-blog pake 5530 XM hehehe ::maaf ya, mas atas kesalahan ketik namanya:: SAMA2 saya juga sangat respect dengan koreksi yang anda sampaikan di kolom komentar kemaren BIG THANKS! 🙂

  3. Oh ya, mengenai pertanyaan teman anda tentang bea masuk barang dari luar negeri itu rasanya saya pernah dengar. Tapi setau saya bea itu dikenakan kepada barang-barang dari luar negeri seharga lebih dari $250. Cuma saya blum tau kepastiannya sejauh ini karena blum membacanya secara detail. 🙂

  4. kalau di media kok malah banyak yg menyebutkan naturalisasi ttg Irfan ini ya De?
    yang paling benar yang mana ? 🙁
    biarlah naturalisasi atau tidak, yg penting saat ini persepakbolaan kita sedang berjaya, semoga selalu begitu ,amin 🙂
    salam
    salam

  5. apapun asalnya yang penting jiwanya Indonesia wes, sebab banyak juga loh orang indonesia tapi jiwanya kebarat-baratan.. so what gitu loh hehehe

    kalau saya asli naturalisasi loh, natural lahir dari ibu saya hahahaha

  6. klo yg ak dengar sih si irfan tu punya paspor Indonesia dan jerman,, berarti punya 2 kewarganegaraan…. sama kaya si mesut ozil punya 2 kewarganegaraan…dan selanjtnya si irfan ni memilih bermain untuk Indonesia…

  7. Iy mas , yang saya tahu menag dia WNI dari kecil tapi memang pergaulan nya di Jerman sono 😛
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: