Youth Movement for Smoke Free Campus di Bandung

Youth Movement for smoke free campus di bandung

Metro Bandung (sub rubrik dari Tribun Jabar) merilis berita yang berjudul Gerakan Smoke Free Campus Harus Digalakan.

Disebutkan di awal paragraf bahwa sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan, di kota Bandung – saat ini belum ada perda khusus yang mengatur program kawasan tanpa rokok (KTR).

Anda memasuki kawasan dilarang merokok - ITB
Ilustrasi: Anda memasuki kawasan dilarang merokok. [foto: internet]

Youth Movement for Smoke Free Campus di Bandung

Dasar hukum untuk melaksanakan KTR terdapat pada perda K3, sedangkan amanat undang-undang harus ada perda yang mengaturnya secara khusus.

Hal tersebut disampaikan dalam acara yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Public Relation Fikom Unisba. Nama acaranya sendiri berjudul Capacity Building: Youth Movement for Smoke Free Campus (Selasa, 20/12) .

Dalam ceramahnya, Ahyani menyebutkan bahwa selama ini Pemkot sudah melaksanakan amanat dari Perda K3 yang di dalamnya terdapat KTR, seperti; sarana ibadah, institusi pendidikan, tempat belajar mengajar, tempat bermain, sarana kesehatan serta fasilitas umum.

[tweetshare tweet=”Tahukah Anda? Di Indonesia tidak kurang dari 200 ribu kematian diakibatkan oleh rokok.” username=”adetruna”]

Itulah fakta kuat bahwasannya rokok telah menjadi salah satu pencetus penyakit yang menyebabkan kematian.

Youth Movement for Smoke Free Campus di Bandung

Ada sekitar 61,4 juta orang di Indonesia sebagai perokok aktif. Belum termasuk orang yang terpapar asap rokok (perokok pasif-red) yang jumlahnya mencapai 92 juta orang.

Di kota Bandung, ada sekitar 70% perokok berusia 10 hingga 29 tahun. Dan di dalam kehidupan berumah tangga, 60% anggota keluarga bukan perokok. Tapi dengan angka tersebut bukan berarti kondisi keluarga menjadi sehat. Pasalnya, 30% perokok dalam keluarga menjadikan lingkungan keluarga menjadi tidak sehat.

Sudah saatnya Pemerintah mengambil beberapa langkah:

  • Melakukan upaya KTR,
  • Membuat regulasi yang kuat,
  • Benar-benar diimplementasikan,
  • KTR mendapatkan pengawalan khusus,
  • Terus mengedukasi masyarakat terkait bahaya asap rokok.

Hal serupa disampaikan oleh Laksamana Yudha Saputra sebagai pelaku Smoke Free Agent (SFA), “Adanya kegiatan Youth Movement for Smoke Free Campus di Bandung ini bertujuan  mengajak kaum muda terutama mahasiswa dan mahasiswi melakukan perubahan dengan menjadikan kampus sebagai kawasan tanpa rokok.

Santi Indra Astuti sebagai Koordinator Smoke Free Bandung menambahkan, “Selain sosialisasi Smoke Free Campus, juga dilakukan advokasi.”

“Sudah saatnya kampanye ke luar kampus dalam memberikan penyadaran tentang bahaya merokok,” pungkas Santi yang juga seorang dosen ini. [w3/12]

BACA JUGA:

Leave a Comment