Kepak Garuda Marah!

Tidak ada kaitannya dengan Tim Garuda di ajang Final AFF kemarin. Ini kekecewaan terhadap hal kasus lain…

Membaca artikel-nya Kepak Garuda mengetengahkan tentang bentuk konsistensi. Namun, bukan konsistensi yang baik (positif)… Blog kepak garuda beberapa kali mendapatkan laporan dan kiriman gambar dari simpatisan -sebut saja begitu- yang melek: kreatifitas orisinil harus dilindungi. Ada pihak-pihak yang tidak berwenang, di luar Kepak Garuda (selanjutnya saya singkat KG) yang dengan leluasa tanpa ijin menggunakan karya-karya mereka. Dan apabila saya perhatikan foto-fotonya, karya KG dipergunakan bukan untuk event/ajang biasa!

KG menilai penilaian/apresiasi masyarakat terhadap karya cipta sangat minim dan untuk sadar itu sangat susah…

“Satu persatu visual yang dimiliki oleh Kepak Garudahadirdi ranah komersial tanpa melalui persetujuan ataupun perizinan dari pihak kami.Jangankan mencari izin, membaca pernyataan disclaimeryang sudah tercantumkan situs kami pun kami yakin menjadi satu bentuk keengganan.[KG]

Para pembajak bertingkah macam-macam, ada yang bersikeras itu asli karya ciptanya, seperti yang terjadi pada kasus lomba poster…yang pada akhirnya juri membatalkan keikutsertaan karya cipta tersebut. Ada yang ‘maen comot’…tiba-tiba sebuah penerbit dengan santai menampilkan karya cipta KG pada buku tentang Gus Dur.
Dalam disclaimernya, KG menjelaskan pernyertaan nama Kepak Garuda tidak cukup. Kalau saja para pembajak itu membaca dan mematuhinya dijelaskan tentang syarat-syaratnya, perijinan, pemanfaatan non-komersial, namun semua itu tidak digubris….
Lantas bagaimana tindakan KG terhadap pencuri-pencuri karya cipta ini? Apakah ada somasi? Tuntutan angka ganti rugi? Memejahijaukan para pelaku?…Berikut jawaban dari pihak KG, ketika salah satu komentar memohon pertimbangan pada foto saat penyerahan gambar Hoegeng (karya KG) pada saat demo yang membawa gambar Hoegeng untuk diserahkan kepada Polri tanpa seijin pihak KG…

“hehehe… dari semuapun nggak ada tindakan yang kami ambil kok mas, paling mengingatkan saja. bila semuanya prosedural dampaknya akan jauh lebih luas mas, andai kami tau kebutuhannya kami yakin dapat membantu pula dalam mengkomunikasikannya dengan lebih luas setidaknya di kalangan para pengunjung Kepak Garuda.” [danu widhyatmoko]

Tidak berhenti di situ, seorang rekan pengunjung Kepak Garuda mengirimkan sebuah email yang menyatakan gambar kami sekali lagi digunakan sebagai latar tiket pertandingan Tim Nasional vs Uruguay. Menjadi latar Bambang Pamungkas. Apakah mereka meminta izin? Ah boro-boro!~KG~
Konsistensi negatif…Yaaah… 🙁 []

BACA JUGA:

15 Thoughts to “Kepak Garuda Marah!”

  1. hati-hati mas… terima kasih juga sebagai masukan buat saya,..waspadalah 😀

  2. Yang sabar aja atuh mas,, 😆
    btw, salam kenal,, 😀

  3. kok saya yg hrs sabar ? Yasud, gpp :mrgreen:

  4. Kemajuan teknologi memang membuat majunya pembajakan dan pengambilan hak paten milik orang lain…
    Saya juga pernah nulis, boleh copy tapi jangan maste… 😀

    1. copy boleh asal copy tubruk 😆

      Pada Sab, 01 Jan 2011 13:54 ICT

  5. Selamat Tahun Baru 2011
    Semoga jadi tahun yang membawa lebih banyak kesuksesan…
    Salam!

    1. sama2, pa mars…trim’s 😉

      Pada Sab, 01 Jan 2011 13:55 ICT

  6. met tahun baru Mas Ade…

    1. sama2 slmt thn baru juga buat lozz akbar…trim’s…

      Pada Sab, 01 Jan 2011 14:20 ICT

    1. malam AnggA …CHEERS!

      Pada Sab, 01 Jan 2011 21:04 ICT

  7. Miris. Selalu miris jika membahas masalah pembajakan di Indonesia. Selain berdoa, kita harus membudayakan sifat ‘jujur’. Itu saja. Dalam segala bidang.

    1. kata jujur jd ingat ucapan Gus Dur…”polisi jujur hanya ada 3; patung polisi, polisi tidur dan Hoegeng.”…heuheu :mrgreen:

      Pada Sab, 01 Jan 2011 23:10 ICT

  8. r10

    budaya bajak memang memprihatinkan, hanya bajak sawah yang halal lainnya haram :mrgreen:

    1. haha…gua suka gaya r10 😛 :mrgreen:

      Pada Ming, 02 Jan 2011 17:33 ICT

Leave a Comment