Wajar Pulang sambil Salam Tiga Jari

Berbagi

Tadi siang saya berkesempatan mendatangi kantor tempat kawan saya bekerja di Soekarno Hatta, by pass di Bandung. Sebab ada pekerjaan cetakan yang harus saya kerjakan dan sedikit memberikan pengetahuan seputar tata letak buku menggunakan inDesign sebagai ‘bekal’ agar kawan saya bisa menggarap buku itu sendiri. Kawan saya ini terbilang unik. Dia itu seorang musisi, seringnya membawakan musik rock menghentak; genre anak muda, tentunya…hmmm atau sebagai gambaran, musik yang dia bawakan itu seperti New Found Glory atau sejenisnya.

Namun, lucu sekali ketika saya menjumpainya tadi siang….maaf tidak bermaksud menertawakan justru saya anggap ini satu keunikan. Saya menatap teman saya dari kepala hingga kaki….inikah temanku yang musisi itu? Baju dinas jas hitam, kacamata plus, rambut beruban, plontos…persis pak lurah! Mana sosok musisinyaaaah ??? :mrgreen:

Makanya, tadi saya langsung berkelakar, “Lu, udah tua lu ya?! Nggak, seperti di panggung, kayak anak muda, gaul gitu!!! Jadi yaaa…kawan saya berani bilang: ‘berkepribadian ganda’….Lain di panggung lain di kantor! Masuk akal sih…masa ke kantor harus pakai celana potong, pake topi, kacamata ray-ban…kagak mungkin 😀 ! Yang mungkin itu seperti yang saya sebutkan tadi, apalagi dia itu seorang pegawai negeri…yang biasanya musisi itu pantang bekerja sebagai pagawai negeri…nah teman saya ini mau! :mrgreen:

Harusnya saya abadikan foto kawan saya tersebut….tapi, tak perlu juga ah 😛 Hanya saja tadi pun saya bertanya sama kawan saya, “Kalau manggung pakai gitar apa? Ibanez, Gibson, atau Fender?” (oia dia pemain gitar) Lantas dia menjawab, “Saya tidak memakai satu pun merk yang kamu sebutkan, de…Saya ada yang mensponsori, produsen gitar dari Jakarta…” “Oow hebat, bukan pemain gitar sembarangan dong…” kataku dalam hati.

Lantas saya berpikir, akan sempurna kalau kawan saya ini nge-blog juga. Segala pengalaman manggung akan selalu dituangkan dalam bentuk tulisan…dibaca orang…ya promo juga….Tapi hal ini –sama– tidak saya jelaskan, saya hanya berpikir dalam hati saja. Hmmm mungkin lain waktu kalau bertemu, akan saya coba ungkapkan hal dalam hati ini….Kemungkinan bertemu akan lebih sering terkait cetakan yang sedang kita sama2 kelola penggarapannya…

Lucu kalau ingat sosok kawanku ini…Wajar sekali kalo saya pulang sambil salam tiga jari metal!! []

33 comments

Tinggalkan Balasan