Bona dan Kuntilanak Sukabumi

Berbagi

Ada yang menarik di ranah dunia maya baru-baru ini, bukan tentang Riedl dengan pemain pilihannya, bukan pula tentang harga sayuran yang melambung harganya. Ini tentang Bona dan kuntilanak di Sukabumi.

Beberapa hari yang lalu….

Tiba-tiba teman sebelahku meminta untuk ‘accept’ file via pidgin, “tolong di-accept…” pesannya. Tak lama sesudah saya save file tersebut ternyata isinya file mp3: lagu “Andai Aku Gayus Tambunan”. Setelah saya dengarkan lagu tersebut enak untuk didengar, suaranya merdu semisal Charly ST12, dengan petikan gitar yang lumayan enak untuk disimak. Isi lagunya full mengenai Gayus Tambunan. Pengandaian-pengandaian a la Bona Paputungan jika dia menjadi Gayus dengan sentilan-sentilan memerahkan kuping beberapa pihak. Yang tidak tersentil telinga tidak akan memerah tentunya. Silakan periksa kuping masing-masing 😆 Bayanganku meleset setelah melihat sosok asli Bona via portal daerah yang saya dapatkan.

Kemarin sore….

Menjelang pulang, manajer kami, meminta semua anak buahnya berhenti bekerja. Ada pekerjaan yang salah kayaknya? Ternyata, dia meminta kepada semua orang mengalihkan perhatian pada video yang ‘masih segar’ dia peroleh. Akhirnya kami ‘nobar’ (nonton bareng). Isi video mengetengahkan suasana rumah dengan seseorang —dari suaranya sih seperti pemuda—berlogat daerah Sunda yang mengundang tawa, karena khas daerahnya, dia menggunakan handphone membidik suasana rumah dan penghuninya. Ada anak kecil, ada seorang bapak, ada pemuda di situ. Saat mengarahkan kamera ke arah kursi goyang… Jreng! Dia sendiri dikejutkan oleh penampakkan perempuan–karena berambut panjang–, berbaju merah, duduk di kursi goyang…dst…dst.

Hari ini….

Tulisan ini turun sebagai suara hati saya, acungan jempol, mana yang benar: suara hati atau acungan jempol? :mrgreen: Bentuk apresiasi saya ditujukan kepada dua pelaku: Bona dengan lagu Gayus-nya, dan Pemuda Sukabumi dengan video kuntilanaknya. Kenapa? Karena keduanya sudah berhasil meramaikan ranah maya. Meramaikan mesin pencarian, menghebohkan pemberitaan. Paling tidak untuk beberapa pekan ke depan masih hangat saja dibicarakan. Bona dengan aksi lagunya, telah di klik dan diunduh sebanyak 80 ribu kali. Disayangkan pula, hasil kreativitasnya berefek buruk…. Bona diteror, diancam; keluarganya yang berada di Gorontalo akan jadi sasaran.

Pemuda Sukabumi dengan kuntilanaknya, menjadi pusat perhatian tetangga sekitar. Hingga wakil bupati pun menyempatkan untuk datang ke rumah berhantu ini. Banyak pendapat bermunculan –jangan jauh2, kemarin saja saat nobar di ruanganku…(waduh berani nge-lembur nggak,ya?  😛 )—Hampir 75% menilai video tersebut rekayasa. Oke…saya pukul rata saja keduanya, baik itu Bona dengan lagunya dan Pemuda Sukabumi dengan kuntilanaknya…keduanya adalah rekayasa.

Rekayasa yang brilian, memunculkan ide sederhana yang berakibat global, kompleks, sensasional, menghebohkan. Kalian berbakat, kalian SEO sejati, mampu mengoptimalkan kata kunci yang kalian miliki: ‘Bona’ atau ‘kuntilanak’ bermunculan berhubungan dengan nama kalian. Kalian terkenal sekarang…tidak perlu merogoh kocek yang banyak untuk terkenal. Kita lihat saja berita selanjutnya. Apakah ada yang memanfaatkan sosok Bona untuk iklan di televisi? Ataukah beberapa stasiun tv yang menayangkan acara klenik hantu akan ‘berebut’ memanfaatkan pemuda sukabumi sebagai acara unggulan? Let’s see….udah dhuhur…sholat dah itu makan, hihihihihihihihihiiiiiiiii 😆 []

18 comments

Tinggalkan Balasan