Mohamed Bouazizi, Si Pedagang Sayur

VIVAnews

Mohamed Bouazizi, seorang pedagang sayur, biasa berjualan di salah satu sudut pasar entah dimana–tepatnya di negeri Tunisia. Mohamed masih muda, usianya 26 tahun. Tak berdaya dengan kondisi perekonomian keluarganya. Padahal dia itu tulang punggung di keluarga, yang harus memberi makan dirinya serta ibu dan adiknya. Mencari pekerjaan susah, hingga akhirnya menjadi penjual sayur dan buah.

Tidak ada informasi yang jelas tentang background pendidikannya. Namun stasiun berita CNN menginformasikan Mohamed adalah seorang sarjana komputer. Berbeda dengan informasi yang diberikan adiknya Samia Bouazizi memberi versi berbeda, seperti dilaporkan oleh laman Gulf News. “Kakakku berusia 26 tahun, dan tak lulus sekolah menengah atas. Jadi dia berjualan buah dan sayur untuk menghidupi dirinya, dan keluarga,” ujar Samia. Tapi sudahlah, bukan itu bahasan saya….

Pada 17 Desember 2010, adalah hari yang buruk bagi Mohamed. Jualannya dirampas polisi kalau di sini pamong praja kali ya? Alasannya, berjualan dengan tanpa izin. Lelaki malang itu tidak tinggal diam, mengadulah dia ke kantor gubernur di Sidi Bouzid. Memohon keadilan dengan tuntutan yang sederhana: mohon dagangannya dikembalikan, dan diizinkan berdagang kembali.

Sialnya, gubernur beserta jajaran tidak menggubrisnya. Mohamed pun patah arang, hingga nekad: mengguyur dirinya bermandikan bahan bakar, sengaja membakar diri. Membaralah sekujur tubuh Mohamed di depan kantor gubernur…

Mohamed masih bisa diselamatkan Meski setengah tubuhnya hangus, menahan rasa perih hingga lama di rumah sakit. Karena terlalu parah Mohamed akhirnya meninggal.

Sontak seluruh warga Tunisia terhenyak dan marah. Mohamed seolah menjadi perwakilan suara rakyat yang berbicara tragis tentang nasib mereka. Yang tengah dilanda krisis pangan, pengangguran melilit, kemiskinan melekat di negeri Tunisia. Harga sembako melambung tinggi. Dengan Mohamed sebagai ‘pemicu’ Rakyat pun marah. Demonstrasi pun tak terelakkan, dan kemarahan pun meluas ke seantero negeri.

Mohamed adalah wajah rakyat Tunisia yang menderita. Negeri itu dilanda krisis pangan. Lapangan kerja sulit, dan rakyat hidup dalam politik yang tak peduli pada kritik. Itulah sedikit gambaran Tunisia. Mudah-mudahan di Indonesia tidak terjadi, amin. [terima kasih: http://facemot.blogspot.com/]

38 comments

Tinggalkan Balasan