Houdini dan Bandung Lautan Api

Berbagi

Google kali ini menyajikan Houdini sebagai tema doodle-nya. Mungkin karena terkenal dengan aksi-aksinya yang mengundang decak kagum, seperti caranya meloloskan dirinya dari ikatan baik tali maupun rantai dengan ikatan yang paling kencang sekalipun. Pada tahun 1921, Kantor Paten Amerika Serikat menganugerahinya hak paten sebagai orang tercepat meloloskan diri dari pakaian selam –tentu saja terikat erat dan kuat serta tidak mudah untuk melepaskannya– dikedalaman air. Sementara para penyelam ahli sekalipun tidak mampu untuk keluar dari pakaian selam sengaja dibuat rumit sehingga sulit untuk mencapai permukaan air sesuai waktunya guna menyelamatkan diri. Sementara Houdini, yang bukan penyelam mampu menyelamatkan diri dalam tempo 45 detik.
Sumber gambar di sini

Dahsyat bukan? Ada lagi yang lebih dahsyat! Apakah itu?

BANDUNG MEMPERINGATI PERISTIWA “BANDUNG LAUTAN API”

Kenapa muncul istilah Bandung Lautan Api? Istilah Bandung Lautan Api pertama kali mencuat pada harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Dengan headline “Bandoeng Djadi Laoetan Api” ditulis oleh seorang wartawan muda saat itu, Atje Bastaman.

Awalnya Atje melihat pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi. Pemandangan yang sama yang dilihat oleh A.H Nasution bersama Rukana dari arah Ciparay.

Sorry OOT, mumpung ingat kuis mendapatkan Alqur’an Syamil dari saya tinggal beberapa jam lagi lho :P. Ayo ikuti! 😉

Coat of Arms of Indonesian city of Bandung.
Image via Wikipedia

Akibat suatu ledakan Bandung dari Cimahi hingga Ujungberung benar-benar dimakan api. Setibanya di Tasikmalaya, Atje Bastaman segera menulis berita dan memberi judul “Bandoeng Djadi Laoetan Api”. Namun karena keterbatasan ruang tulisan , maka judulpun ‘dipangkas’ menjadi “Bandoeng Laoetan Api”. Menarik ya? 🙂 [Sumber artikel: di sini ]

25 comments

Tinggalkan Balasan