PEMANDU-WISATA-GOA-LONDA-RANTEPAO-TANA-TORAJA

Mengenal Samuel Pemandu Wisata di Goa Londa Rantepao

Wisata

Mendengar nama Londa, bagi para pelancong sudah takasing lagi. Saya sendiri pernah berkesempatan datang ke Londa. Waktu itu, (18 September 2015) Datsun Indonesia yang mengajak para netizen untuk menjajal ketangguhan mobil Datsun Go Panca dalam rangkaian Datsun Risers Expedition. 

Londa adalah nama sebuah goa yang berada di kecamatan Rantepao dengan ibukotanya Makale. Di sinilah tempat dimakamkan leluhur Toraja dan keturunannya. Pemakamannya sendiri dilakukan tidak dikubur dalam tanah melainkan disimpan pada tebing-tebing atau di sela-sela batu dalam goa. Teman-teman bisa membaca artikel saya tentang isi di dalam goa Londa di sini.

Mengenal Samuel Pemandu Wisata di Goa Londa Rantepao

Artikel kali ini pun saya petik dari artikel saya yang sebelumnya. Selama berada di Goa Londa saya dipandu oleh seorang bapak yang mengerti seluk-beluk kejadian atau sejarah Goa Londa – Samuel namanya. Bapak yang sangat antusias memandu para risers (sebutan bagi rombongan Datsun Risers Expedition) patut diacungi jempol karena kegesitannya. Padahal dari segi usia sudah tua.

Saya sempat bertanya beberapa hal tentang pak Samuel langsung pada waktu itu. Namanya Samuel, usia 54 tahun. Pekerjaan pemandu wisata di Goa Londa, Rantepao. Waktu itu (18/9/2015) Samuel menjelaskan, “Di sini kita lihat ada beberapa batang rokok, uang recehan. Kalau rokok bungkusan itu sesajen dari kalangan keluarga tapi kalau yang batangan itu dari pengunjung seperti kalian.”

Pada saat di dalam gua, saya dan teman-teman melihat juga beberapa potong pakaian, pakaian tersebut merupakan sebagian barang-barang kesayangan almarhum. Biasanya, peralatan tersebut turut disertakan menyertai jenazah pada saat mereka mau dikubur.

Ada juga cerita menyedihkan yang dituturkan oleh pak Samuel. “Dua tengkorak di bawah ini merupakan pasangan kekasih. Di saat mereka mau menikah, tetapi pihak keluarga tidak merestui dengan alasan mereka pasangan yang masih sepupu sekali,” ungkap pak Samuel.

Dalam adat Toraja, sepupu sekali berarti masih dianggap saudara. “Bapak dan ibunya bersaudara,” jawab pak Samuel saat ditanya maksud dari Sepupu Sekali.

“Dengan tidak direstui, pasangan ini kecewa dan memilih untuk mati bersama; bunuh diri dalam satu tali,” sambung bapak yang perawakan kurus tapi semangat membimbing kami masuk dan bercerita di Goa Londa waktu itu.

Konon, kisah sejoli ini terjadi hampir setengah abad yang silam (tepatnya terjadi pada 1972) dan saat itu keduanya disemayamkan berdampingan.

Samuel pun melanjutkan tugas memandu para pengunjung, seperti saat berada di sebuah lorong goa. Menurutnya, dalam sebuah lorong goa bisa diisi oleh beberapa jenazah satu keluarga. Yang membedakan letak atau posisi jenazah bersemayam adalah status sosial jenazah itu sendiri.

Ada kalangan biasa, menengah dan bangsawan. Kalangan biasa posisi kuburannya di bawah goa, kalangan menengah kuburannya di atas kalangan bawah dan di bawah kuburan kalangan bangsawan.

Saat ditanya mengapa mayat kalangan bangsawan diposisikan paling atas kuburannya? Pria ini menjawab, “Karena kalangan bangsawan menyertakan semua barang-barang berharga kesukaan almarhum saat dikubur. Perlu dimankan dan diawasi,” ujar Samuel

Barang apa sih yang biasa diboyong atau disertakan pada jenazah? Barang yang biasa diikutsertakan bersama jenazah saat mau dikubur itu tergantung keputusan keluarga yang ditinggalkan. Yang sudah-sudah -biasanya- ponsel, televisi, radio, dan apapun yang disenangi almarhum.

Mengenal Samuel Pemandu Wisata di Goa Londa Rantepao

Anda penasaran dengan Samuel yang saya maksud dalam artikel kali ini? Ini dia …

 

Samuel - pemandu wisata Goa Londa Rantepao Tana Toraja

[|]

Tinggalkan Balasan