Meludah dan Membuang Rokok Sembarangan, Sih!?

Berbagi

Yang menyebalkan itu ketika berkendaraan, di depan kita –sambil menjalankan motornya– membuang puntung rokok sembarangan, dan meludah sembarangan.

Bukan berarti orang yang sama membuang rokok lantas meludah. Saya menjumpai keduanya, orang yang meludah dan orang yang buang puntung rokok sembarangan.

Nah, saat ini saya sedang membicarakan itu dengan temanΒ² di sini. Ada dua orang teman mereka sepakat, bahwa orang yang meludah sembarangan itu jelas mengganggu sekali. Dan dia sendiri juga hatinya akan dongkol bila orang lain melakukan hal yang sama menimpa kepadanya.

Namun lain halnya dengan orang yang membuang puntung rokok –kata teman saya lagi–orang yang membuang puntung rokok sembarangan belum tentu terganggu bila dia juga mengalami hal serupa (pada posisi ‘saya sebagai orang yang sedang sebal’).

Namun, saya tidak sepakat…saya sangat yakin, jika posisinya dibalik, baik meludah atau buang puntung rokok sembarangan, tetap saja mereka akan merasakan kedongkolan seperti yang saya alami. Artinya, hati kecil mereka sadar, kedua hal itu adalah perbuatan kurang terpuji.

Dilarang Meludah (ist)
Salah satu teman saya menjelaskan, katanya di lintasan lari atau jogging track-nya di SABUGA, terdapat pengumuman, “Terima kasih untuk tidak meludah sepanjang track” CMIIW

Yang mengindikasikan banyak pengguna track, meludah saat melakukan olahraga. Pengumuman itu saya kira bagus sekali, bisa diterapkan bagi pengguna jalan raya.

Konon kabarnya Beijing salah satu yang berhasil melaksanakan aturan “DILARANG MELUDAH SEMBARANGAN”. Atau saya tidak pernah tahu? Bahwa di Indonesia khususnya Bandung, ada peraturannya bila kita membuang rokok atau meludah sembarangan? Bagaimana menurut Anda? []

18 comments

Tinggalkan Balasan