Makan Siang Soto Betawi di Marlo Kitchen by Chef Norman

Makan Siang Soto Betawi di Marlo Kitchen by Chef Norman

Bandung, Kuliner

Lama nggak berkunjung ke Marlo Eat & Share – tahunya sudah berubah sekarang! Terakhir kali ke resto ini di bagian depan bangunannya adalah tempat nongkrong.

Tapi sekarang tempat tersebut sudah berubah menjadi butik (kalau nggak salah dikelola oleh istri dari Abu Marlo). Dan nama tempatnya pun berubah menjadi Marlo Kitchen by Chef Norman.

Kehadiran saya di Marlo Kitchen by Chef Norman sebagai undangan dari acara yang digagas oleh Kriya Indonesia yang bekerjasama dengan Brother Indonesia dan Stabilo Indonesia.

Mereka jauh-jauh hari merancang sebuah workshop yang akan bertempat di Bandung dengan materi pelatihan menjahit dan menggambar alias doodle. Dan hari kemarin (Sabtu, 14/01) adalah hari H pelaksanaan workshop ini dan bertempat di Marlo Kitchen by Chef Norman.

Datang ke Tempat Acara Lebih Awal

Saya termasuk orang yang tidak biasa datang tepat waktu menghadiri sebuah acara tapi kemarin itu tumben, saya datang lebih awal dibanding peserta lain. Dan ternyata panitia kalah cepat oleh mbak Rae dari Brother Indonesia.

Begitu saya masuk ke dalam resto orang pertama yang saya temui adalah mbak Rei. Di sela-sela perbincangan saya bertanya kepada mbak Rei tentang harapan dari pihak Brother Indonesia dengan adanya kegiatan workshop ini.

Sosok perempuan yang murah senyum ini mengatakan, “Ibu rumah tangga supaya memiliki kegiatan positif dan menghasilkan …”

Beruntung sekali bisa turut hadir dalam acara ini karena saya dapat bertemu dengan para blogger yang kreatif. Mulai dari founder Kriya Indonesia; Mbak Astri Damayanti, doodle enthusiast yaitu mbak Tanti Amelia.

Lalu dari jajaran para peserta (undangan) saya bertemu dengan blogger yang sudah lama tidak berjuma, yaitu Teh Dey. Yang menurut teh Dey, alasan dirinya mengikuti workshop Doodle Art, “Menggambar bagi saya adalah terapi agar tetap bisa sehat.”

Alasan Kuat Saya Ikut Workshop Menjahit dan Doodle

Ada dorongan yang kuat yang membawa saya harus ikut acara ini. Saya hingga setua ini (uhuk!) tidak bisa meninggalkan kebiasaan coret-mencoret dengan media alat tulis; buku, pensil, spidol atau ballpoint.

Dan kebiasaan ini bisa ‘kambuh’ kalau sedang terdiam, keadaan membosankan, mengantuk. Nah, daripada saya tidur sementara itu nampak konyol di mata orang yang melihat saya terkantuk-kantuk – lebih baik saya ambil tindakan! Ya itu tadi … Saya akan segera coret-coret nggak jelas.

Pernah suatu hari di sebuah seminar, nara sumbernya tampil memberikan pemaparan yang membosankan. Saya pun beraksi … Kejadian ini saya abadikan kok dan saya unggah di Instagram, ini dia …

I'd rather do this than deep sleep among others.

A post shared by =AtrunA= (@adetruna) on

Saat menjahit berlangsung, saya dibimbing langsung oleh Mbak Astri Damayanti. Mbak Astri tuh terbukti pas menjadi pembimbing – dengan sabar melayani semua peserta workshop bahkan satu per satu ditanya, “Ada yang belum menjahit?”

Pun dengan tim yang dibawanya; ada mas Jun Joe Winanto dan mbak Sally Fauzi. Kedua blogger keren ini pun takkalah gesitnya dalam memberikan pelayanan kepada peserta. T-o-p!

Pembukaan-Workshop-oleh-Astri-Damayanti.
Pembukaan Workshop oleh Astri Damayanti [foto: dok. pri]
Praktik menjahit dan menggambar (doodle art) dilakukan secara paralel. Karena unit mesin jahit yang disediakan oleh Brother Indonesia terbatas hanya 6 unit saja. Sedangkan pesertanya lebih banyak. Daripada bengong, peserta menggambar terlebih dulu bareng Tanti Amelia.

Jadi yaa … Saya senang banget bisa hadir dalam acara kreatif ini. Hal lain yang juga patut saya syukuri – akhirnya, saya mendapatkan pengalaman ganda; menggambar Doodle Art iya menjahit juga iya.

TAHUKAH ANDA? Mesin jahit Brother sudah dari dulu digunakan oleh masyarakat. Jepang telah memproduksi mesin jahit Brother sejak satu abad yang lalu yaitu pada 1908.

Saya tidak melihat surutnya semangat dari para peserta pelatihan kemarin, padahal waktu sudah masuk jam makan siang. Sampai-sampai mbak Astri Damayanti mengingatkan agar menghentikan sejenak kegiatannya dan makan siang dulu.

Kebetulan saya sudah menuntaskan doodle, jadi saya mengiyakan himbauan dari mbak Astri dan mengambil menu makan siang yang sedari pagi sudah didata oleh mbak Sally Fauzi. Ada dua pilihan menu; Nasi Ayam Bakar Bali dan Soto Betawi. Saya condong memilih menu soto betawi.

Makan Siang Soto Betawi di Marlo Kitchen by Chef Norman

Bersama dengan Kompasianer keren, Bunda Intan dan juga seorang blogger yang takkalah keren kalau sudah membuat tulisan; teh Ima — kami makan siang dengan menu yang sama di meja yang sama pula.

Soto Betawi di Marlo Kitchen yang saya tandaskan kemarin memiliki cita rasa yang gurih. Bayangan saya akan menjumpai sensasi segar terkabul. Hingga kuah soto Betawinya pun sukses saya habiskan! Belum lagi telur & perkedel sebagai side dish semakin melengkapi kepuasan di jam makan siang kemarin.

blogger perempuan bandung tengah mempertontonkan hasil akhir garapannya ( doodle dan jahit)
blogger perempuan bandung tengah mempertontonkan hasil akhir garapannya ( doodle dan jahit) [foto: dok. pri]
Itulah sekilas reportase tentang workshop menjahit dan menggambar Doodle Art yang sengaja saya rangkum menjadi bagian dari artikel kuliner Makan Siang Soto Betawi di Marlo Kitchen by Chef Norman.

Makan Siang Soto Betawi di Marlo Kitchen by Chef Norman
Bunda Intan (yang terlihat tangannya) sedang memotret Soto Betawi sebelu disantap (foto: dok. pri)

Bagi Anda yang mencari tempat makan dengan private meeting room, saya anjurkan untuk memilih tempat ini. Ruangan yang kami pergunakan kemarin cukup luas sehingga acara rapat Anda bisa berjalan dengan nyaman.

Marlo Kitchen by Chef Norman:

Alamat:
Jalan Tamblong No. 48-50, Kb. Pisang, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Phone: (022) 4232107 (Sabtu, 14/01).

Swafoto #atyourside #freeyourtruecolors @brotherindonesia @stabiloindonesia

A post shared by =AtrunA= (@adetruna) on

 

Cara Pengunjung Menemukan Artikel Ini:
  • manfaat menghemat energi listrik (30)

8 comments

Tinggalkan Balasan