“Heran, Hiburan kok Masing-Masing?”

Bismillah…

First of all… i just want to say good morning, happy blogging! 😉

Masih seputar Car Free day, saat kopdar bersama empat blogger yang lalu, Saya menyaksikan banyak sekali pilihan-pilihan hiburan. Sepanjang jalur Jalan dago betul-betul bebas dari mobil (Car), saya saja bersama Asop, Putri, Teh Nchie, dan Bang Aswi berjalan melenggang bebas di tengah jalan. Hanya saja…

Bebas mobil bukan berarti jalanan jadi sepi, tetap saja berjejal. Bahkan, banyak sekali –seperti saya sebutkan di atas– pilihan hiburan. Sebab, saya amati setiap venue atau stand atau jongko menampilkan hiburannya masing². Yup, mereka memiliki panggung sendiri-sendiri. Cenderung saling berebut perhatian penonton atau sekalipun tidak berebut penonton, terkesan komunitas satu dengan komunitas lainnya saling bersaing. Itu menurut saya sedikit under estimate.

Contohnya, sebelah kanan saya venue menyajikan berupa musik rock, saya sangat yakin itu berarti sekumpulan dari anak-anak pemusik rock. Tak jauh di depannya, ada segerombol melingkar, ketika saya dekati, ooo ternyata lagi “Battle Dance”. Kami pun terus berjalan… tak pakai lama, sudah disambut bukan disambit :mrgreen: dengan pemuda-pemuda yang memamerkan kemampuan mereka menari a la Korean Boy Band, bisa jadi semisal SM*SH melalui ajang seperti ini di awal karirnya. 🙄

Terus melangkah lagi, ada mobil yang disulap jadi panggung dibuat dengan suasana café, OB VAN kali ya? Hehehe… membawakan lagu-lagu populer playlist up to date namun dibawakan dengan musik bernuansa jazz bossanova…. Bagus tapi karena musiknya kalem kalah dong oleh dentuman kiri kanannya yang juga berebut perhatian khalayak. Masih banyak lagi hiburan yang lainnya…

Indah rasanya, ketika berada di area ‘car free day’ jalanan betul-betul kosong. Pejalan kaki betul-betul merasakan arti dari Car Free Day. Sebab, semua hiburan ada yang mengorganisir dalam satu panggung yang bagus, sound system jernih.

Pembawa acara yang menghibur. Di depan panggung tersusun kursi-kursi penonton bagi mereka yang memang senang dengan hiburan seni musik dan gerak. Ada apresiasi yang membuat pengisi hiburan menjadi bangga. Saya sering berkata dalam hati, “Kenapa tidak dikoalisikan saja hiburan ini… Dalam satu panggung, ada MC-nya… berlokasi di satu area tertentu. Apik terorganisir, so beautiful…

Hiburannya bervariasi tidak hanya dari komunitas atau genre tertentu. Daripada seperti ini; telinga tidak nyaman, unjuk skill dengan sound system sendiri-sendiri. Semua berlomba-lomba dengan sajiannya masing-masing …”

Ah… semua ini hanya bayangan semu belaka… MIMPI! 🙄

Main-course dari artikel kali ini “Heran, Hiburan kok Masing-Masing?” []

BACA JUGA:

33 Thoughts to ““Heran, Hiburan kok Masing-Masing?””

  1. gapapa Om, buat permulaan begitu.. mungkin selanjutnya akan menjadi seperti yang dituliskan disini 😎

    1. @bundamahes: bunda jadi EO-nya gimana? 🙄

        1. @●●●ЄЯШЇЙ●●●: sok sini modalnya… 🙄

          1. @harestyafamily: kemana??? 🙂

  2. mungkin biar yang nonton mumet Mas

    1. @lozz akbar: ah ini dia kemungkinan terbesar! 💡

  3. Kalau saya gak salah pada hari itu UKM ITB ngadain acara juga ya kang…
    Unit Kesenian Minangkabau ITB maksudnya…

    Ya, masing-masing pihak penyelenggara tentu punya concern dan alasan masing2. Saya kira terlalu complicated kalau digabungkan… Hmm.. ntahlah…

    1. @yoriyuliandra: perlu EO kang , saya kira pemerintah terkait perlu mencoba deh *entahlah… 😛

  4. Huehehehe, aneh memang, Kang. 😀

    Di Jl. Merdeka, pas Car free day kemarin, saya lihat ada bus/minibus radio yang berdekatan, masing2 nyalakan musik yang berbeda dan sama kerasnya! 😛
    Jadi musik yang sebenarnya gak kednegaran jelas. 😆

    1. padahal kalo bergiliran masing2 jadi hiburan kita semua tuh 🙄

  5. Itulah manusia, maunya mau eksis sendiri, maunya mau menonjolkan diri sendiri

    1. …untungnya aku blogger, ya pak guru? :mrgreen:

  6. kayaknya bulan april n mei, sbg bulan kopdaran para blogger, terlihat dr bbrp blogger cerita ttg kopdarananya, namun yg pasti kopdaran selalu menyenangkan ya..
    iya deh om smg jalinan pertemanan smkn erat 🙂

    1. iya, kapan atuh kopdar dgn mbak ummurizka juga kang sedjatee? 🙄

  7. apa itu masuk dalam ranah egoisme? 😀

    1. mmmm… tanya pak Mars deh :mrgreen:

  8. hehehe…
    betul juga ya, kenapa gak disatukan saja semua hiburannya… 🙄
    ‘kan begitu lebih nyaman… 😉

  9. Mungkin biar gak kesannya sendiri-sendiri… dilarang pake sound system, biar panitia aja/satu doang yang ber"lagu" yang lain tanpa suara…hehehehhe…

    1. tapi harus dalam satu panggung, tetep! 😆

  10. ada teh nchie toh. asik rame2. mangan ora mangan asal ngumpul, he

    1. @guru rusydi: tapi kemaren itu mangan kok pak guru 😀

  11. Saleum,
    Wow… senyum yang penuh kebahagiaan. 🙂
    Saleum

    1. @dmilano: Saleum kembali

  12. Iyaa…bikin lieur aja ya kang..

    1. @Orin: nggak juga sih kalo lieur cuma CENAT CENUT 😀

  13. bener, kang. aku aja sampe bingung ngedengernya -.-‘ cenat cenut. hahahha
    tanggal 14 insyaallah aku mau ke bandung lagi loh, kang 😀
    mari kita kopdar lagi. hahahahahaha kak jul juga kan katanya mau ke bandung 😀

    1. @jasmineamira: siap kontek2 ya koordinasi jgn lupa 😉

  14. […] saat Salma bermain google, yang dicarinya pada mesin telusur adalah keyword SM*SH, 7 ICON, dan beberapa nama yang tidak saya kuasai terkait hal-hal yang berbau Korea…. Hmmm, kalau […]

  15. Suka ciweuh ya kang… Luak-lieuk akhirnya uih weh ….
    *eh, eta mah saya ketang 😀

    1. suka malu baca artikel lama 😀

Leave a Comment