70 Anggota Polres Bandung Ditunjuk Menjadi Polisi Santri

70 Anggota Polres Bandung Ditunjuk Menjadi Polisi Santri

Alquran, islam

Dalam rangka menjalin kerjasama yang sinergis bersama pesantren dan majlis taklim, Polres Bandung telah memilih tujuh puluh (70) anggotanya guna menjadi santri. 

Hal ini diumumkan oleh Kapolres Bandung, AKBP M. Nazly Harahap dalam sebuah sebuah apel di Mapolres Bandung pada hari Selasa (17/01).

70 Anggota Polres Bandung Ditunjuk Menjadi Polisi Santri

Ke-70 anggota Polres tersebut akan ditempatkan di sejumlah pesantren dan majlis taklim Kabupaten Bandung guna berbagi ilmu dan pengalamannya sebagai penegak hukum. Dalam memilih anggotanya menjadi santri, M. Nazly menjelaskan bahwa pemilihannya tidak sembarangan.

70 Anggota Polres Bandung Ditunjuk Menjadi Polisi Santri

Ilustrasi Polisi Santri tengah memberikan ceramah di sebuah masjid
Ilustrasi Polisi Santri tengah memberikan ceramah di sebuah masjid. [foto: internet]

Semua Polisi Santri merupakan orang-orang pilihan, mereka melewati proses penyeleksian terlebih dahulu. Yang menjadi kriteria utama dalam memilih Polisi Santri antara lain; kemampuan membaca dan menulis Alquran termasuk kecakapan dalam memberikan ceramah.

Melansir informasi yang ditulis oleh harian Tribun dalam rubrik Bandung Region – disebutkan, proses seleksi polisi santri sudah dilakukan pada 27 polsek di wilayah hukum Polres Bandung. Dari masing-masing polsek dipilih tiga orang anggota yang memenuhi syarat dalam menguasai ilmu agama Islam.

70 Anggota Polres Bandung Ditunjuk Menjadi Polisi Santri

Dengan luas wilayah 170 ribu hektar dan jumlah penduduknya yang mencapai 3,4 juta jiwa, Kabupaten Bandung memiliki begitu banyak pesantren dan majlis taklim yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Ini bisa menjadi aset yang bisa dibangun, melibatkan kebersamaan dengan aktifitas Polri – seperti menerjunkan polri yang memiliki kompetensi di bidang syiar Islam di tengah-tengah masyarakat,” tegas M. Nazly Harahap.

70 Anggota Polres Bandung Ditunjuk Menjadi Polisi Santri

AKBP M. Nazly berharap dengan adanya program Polisi Santri ini bisa menjadi jembatan dalam hubungan bermasyarakat. Mereka (polisi santri) akan berbaur dengan warga setempat.

Tugas pokok dari Polisi Santri, selain menjalankan tugas sebagai aparat negara yang mempunyai tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat – mereka pun memiliki tugas untuk memberikan kajian-kajian keagamaan.

Contoh kajian keagamaan yang harus dilakukan, yaitu mengisi ceramah dan mengajar membaca dan menulis Alquran. Meskipun selama ini sudah terdapat dai dan kamtibmas, namun hadir bukan dari kalangan kepolisian. Karena itu, Polisi Santri turut berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan keagamaan yang sewaktu-waktu dapat dipanggil untuk ceramah atau menjadi imam shalat.

Dengan hadirnya Polisi Santri, diharapkan anggota kepolisian yang mengemban tugas (sebagai santri polisi) mampu bersinergi di berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung di tengah-tengah masyarakat. Serta bisa mengedukasi masyarakat terkait aliran-aliran sesat dan radikalisme.

M. Nazly tetap menghimbau kepada semua Polisi Santri agar tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama dan supaya menjauhkan diri dari perbuatan terlarang – seperti penggunaan narkoba. [w3/01]


Majelis taklim & pesantren jadi aset yang perlu untuk dikembangkan dengan melibatkan aktifitas Polri dalam suasana kebersamaan #PolisiSantri @adetruna

 

Tinggalkan Balasan