Nadyaudin Suka Bisma SMASH

Berbagi

Gemeees banget! Ya, beberapa hari ini saya lagi pusing dengan ulah si Nadya. Dia itu aduh udah deh…. Centil, cabi (nulis cabi gimana sih –menunjukkan pipinya tembem? 😛 ), ndut lagi! Bentar² jadi ngomongin hal ini? –ah biarlah gpp.

Nadya, anak bungsu kami (klasemen sementara), sudah diperingatkan, “Jangan pipis di kasur, kasian si Amim (sebutan untuk ibunya, Risya—red)… harus menjemurnya.” Eh, masih saja ngompol di kasur…. Sampai² saya bilang, “Nanti papa mau nangkep papatong, ah. Terus, papatongnya papa suruh gigit udelnya Dya deh…?”

“Emangnya papatong bisa menghentikan ngompol di kasur, ya Pap?” *Gyuuuubrak deh, what else should I say?

—Ya, Allah…. Maafkan ayahmu, nak. Soal papatong, itu bohong, mitos… Tahu mitos nggak, Dya? :mrgreen: **Kenapa juga harus membohongi anak dengan udel digigit papatong???—
Biarlah skenario ini sampai di sini meski sebuah pertanyaan tapi takusahlah dijawab, sahabatku…

Kembali ke judul, Nadyaudin. Maksudnya, tadi pagi saya hampiri si Nadya yang masih memeluk guling ‘beraroma’ air pipis tadi malam. Saya berbisik di samping telinga kanannya sambil dinyanyikan, “Udin yang suka ngompol namanya Nadyaudin… Udin yang suka pipis namanya Nadyaudiiin…”

Langsung, bangun dia! “Bukaaaan Dya nggak suka Udin! Dya mah sukanya Bisma!”

Hah??? Bisma… Salma, kakaknya… menjelaskan ‘mengajari bebek berenang’ kepadaku, bapaknya, “Bisma itu anggota SMASH, pap…” [batinku ngomong, “aku juga tahu Sal…”]

Hmmm… Nadya, Nadya… Kamu masih tukang ngompol –sudah bisa menunjukkan rasa suka kepada lelaki remaja? Mestinya kamu tuh malu, perbaiki dulu sikap; jangan suka pipis di kasur. Biasakanlah pipis sebelum tidur. Ini malah minum susu sebelum tidur, … Dasarrrr anak cantik lagi pintar!!!!

Ini semua bertitik-tolak sebab arus informasi yang begitu dahsyat. Sementara orangtua lemah membentengi arah arus ini. Di rumahku sih, televisi media informasi yang paling berpengaruh. Padahal, saya tidak memiliki media hiburan lain selain tipi 14 inci yang pernah saya katakan waktu itu dan compo yang jarang diputar.

Bisa dibayangkan, apabila saya 100% akses internet di rumah menggunakan televisi smart. Sebuah televisi dimana selain bisa menyaksikan acara seperti biasa, juga penggunanya bisa akses internet. 3D pula. Dengan diagonal layar yang sangat besar, 32 inci atau lebih ya? 🙄

Di sinilah orangtua harus benar-benar mampu berperan sebagai ‘pengarah acara yang baik’ saat anak-anak menonton televisi. Jangan malah sama² asyik berbaur dalam kesenangan bersama putra-putrinya.—Tuh², kan…. Jadi kemana-mana dweh 😛

Sudah, ah… Sekarang saya mau berdendang saja “Udin yang suka ngompol namanya Nadyaudin… Udin yang suka pipis namanya Nadyaudiiin…”

Pembaca… Ngomong², buah hatinya masih suka ngompol nggak? 🙂 []

19 comments

Tinggalkan Balasan