Revisi Tiga Menteri tentang Hari Libur

Berbagi

Beuh… sudah mau makan siang lagi nih… BISMILLAH,
Dari banyak kantor-kantor yang tidak meliburkan karyawannya pada hari ini, Senin, 16 Mei 2011, kantorku salah satunya. Semenjak pagi tadi, beberapa karyawan tidak memunculkan dirinya. Sehingga jadi pertanyaan, “Kayaknya mereka mengambil cuti…”, atau ada lagi yang berpendapat, “Mungkin saja dikira libur…”

Padahal sudah menjadi kebiasaan di kantorku, semua perubahan jam kerja sesegera mungkin dikirim via SMS pada ponsel masing-masing pegawai. Dan dari hari Jum’at yang lalu hingga tadi pagi tidak ada SMS dari manajemen yang memberitahukan perihal hari Senin 16 Mei 2011 libur.

Ngomongin SMS, tadi pagi saat sama-sama berkemas untuk bergegas pergi kerja, si Salma malah melucuti kembali atribut SD-nya. Sebab setelah ibunya mengirim SMS supir antar-jemput sekolah, Om Adi (sang supir) membalas, “Libur…”

Lantas, apa yang menyebabkan teman-teman kerjaku keukeuh Senin, 16 Mei libur? Kita tahu sendirilah arus informasi yang begitu cepat… Sosialisasi akan libur panjang tidak aneh lewat media masa dan media online. Saya kira mereka mengacu pada pemberitaan di media-media tentang Cuti Bersama yang disampaikan langsung oleh pemerintah melalui tiga menteri.

Meski kesannya mendadak –pemerintah melakukan revisi kebijakan cuti bersama 2011, pada sore hari jam pulang kerja. (Sekitar Jum’at sore 13/05 CMIIW) – berdasarkan hasil keputusan bersama tiga menteri, pemerintah menyatakan hari Senin 16 Mei 2011 sebagai cuti bersama. Bertujuan dalam rangka efisiensi dan efektifitas hari kerja, hari libur, dan cuti bersama.

Revisi? Yang manakah yang direvisi oleh pemerintah perihal hari libur ini? Yaitu merevisi SKB tiga menteri yang dikeluarkan 15 Juni 2011, karena tidak menyebutkan 16 Mei 2011 sebagai hari libur atau cuti bersama. Sebab tanggal 17-nya merupakan hari libur Waisak.

PNS dipersilakan berkoordinasi dengan atasan dari instansi masing-masing bila ingin tanggal 16 Mei 2011 untuk libur .”Menko Kesra Agung Laksono.

Itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai Revisi Tiga Menteri tentang Hari Libur…. *halah gaya amat :mrgreen:

Kesimpulannya, begitu mudah bagi pemerintah untuk merevisi kebijakan. Berarti sebenarnya pemerintah itu gampangan ya?

Mengubah kebijakan hari libur saja sih mudah bagi pemerintah karena simpel. Tapi bila sudah bicara tentang kemiskinan ( Lihat siapa saja yang memutuskan libur ini? Salah satunya Menko Kesra, iya tha??? ) maka pemecahannya akan membuahkan perbincangan yang alot dan sulit bagi pemerintah membuahkan solusi. … Betul tidak, gan? http://facemot.blogspot.com/

42 comments

Tinggalkan Balasan