Hanya Langit Sebagai Ruang

pohon langitHanya langit sebagai ruang,
Saat kamu di sampingku,
Ruang ini tak berbatas,

Sayang… kamu lihat pohon itu?
Pohon yang takberbatas julangannya,

Semua hanya karna kamu,
Karna kamu dekat aku,

Takada cakrawala kesedihan,
Hanya ada keindahan langit di atas aku dan kamu,

Aku dan kamu berada di sini,
Hanya kita, saja.

Takada yang lain hanya kita berdua,
Seisi dunia hampa kecuali kamu dan aku,

Harmonika pun dialunkan,
Vibrasinya mengayun indah,

Untuk kita berdua,
Di atas langit takberujung

Untuk kamu, untuk aku,
Hanya langit sebagai ruang… Il cielo in una stanza. http://facemot.blogspot.com/ [gambar]

BACA JUGA:

16 Thoughts to “Hanya Langit Sebagai Ruang”

  1. zee

    PUisinya romantis sekali :).

    1. kebetulan, mbak… 😛

  2. oemji…
    Mrinding bacanya..
    Apalagi ada bekson harmonika..
    Heheh

    1. kang adi ini kisah cinta…bukan horor :mrgreen:

  3. hanya langit sebagai ruang
    dan bintang-bintang sebagai bunganya
    juga awan sebagai permadani…

    sedj

    1. mantaf…. Trim’s kang 🙂

  4. LAngit tiada dua indahnya…

    1. tiada tiga, tiada empat,
      mahakarya yg sungguh indah,
      hanya karna ada kamu…

  5. wewww,,,
    ajarin dong kang, ,,,,

    Aku dan kamu berada di sini,
    Hanya kita, saja… (lah trs saya dimana?? :D)

    keren pisan euy..

    1. @Mabruri Sirampog: wew… apa yg hrs saya ajarkan? itu mah sisi lain benak saya… Makasih, Kang Mabrur… 😛

  6. langit sebagai ruang justru luas,,,tak berhingga

    1. @harestyafamily: betul banget… ruang maha luas dari maha agung.

  7. hmmm,, romantis 🙂

    1. kemana aja neng?

      Pada Ming, 12 Jun 2011 12:43 ICT

  8. suit..suit… ctak…

    1. emangnya aku cowo’ apakah? :mrgreen:

      Pada Ming, 12 Jun 2011 13:52 ICT

Leave a Comment