Google+ Produk Google yang Gagal

Takbisa disangkal lagi bila hari ini pengguna social media tengah merajalela. Bak jamur—penggunanya kian merebak. Laksana peningkatan jumlah kendaraan roda dua di jalanan. Social media kini kian bertubi-tubi pertumbuhannya. Takdapat disalahkan, memang itu tujuan utama dari sosial media merekrut pengguna pada masing-masing lini jejaring sosial. Dan yang sedang hangat diperbincangkan, adanya sebuah lini jejaring sosial baru, Google+.

Dan yang sedang hangat diperbicangkan di hampir semua kalangan baik individu maupun perusahaan-perusahaan adalah dengan hadirnya Google+. Sebab dengan adanya Google+ bagi pengusaha perorangan ataupun berskala SOHO (Small Office Home Office) hingga perusahaan besar termasuk penerbitan akan bisa mengambil manfaatnya.

Sebab dengan Google+ siapapun bisa merangkul dan bersahabat dengan siapa. Ini sebuah kesempatan baik untuk memulai bisnis bergaya social media era digital 2.0. Dengan piranti yang disediakan, pengguna bisa mulai menggunakan google+. Ada satu tool/piranti yang memang baru itu ‘senjata’ yang paling dominan bisa diketahui pengguna dengan mudah, Circle. Dengan circle pengguna bisa menambah saudara, teman, kolega, mitra kerja, atau orang yang belum dikenal sekalipun untuk bergabung dalam lingkaran yang kita miliki.

Akhir pekan yang lalu, saya mencoba google+. Dan saya merasakan produk Google menjadi terpadu setelah saya berkesempatan bergabung karena di-invite teman cukup dengan memberikan akun email. Taklama setelah sign up google+, langsung terkoneksi dengan Google Picassa -automatically-, karena foto profile yang digunakan adalah foto yang tersimpan pada Google Picassa, begitupun dengan GTalk, Gmail ikut berkumpul bersama-sama’.

Bila sudah memiliki Google+ akan muncul Google+ Bar (batang Google+) di atas sejajar menu lain. Beberapa produk Google pada Navigasi Bar di atas akan terpampang, antara lain: Gmail, Calendar, Document, Photo, Reader, Web, dan sisanya terangkum dalam ‘more’ yang tampil berupa drop down menu. Di dalam drop down ada beberapa produk Google yang lain, semisal; Sites, Groups, YouTube, Images, Videos, Maps, News, Shopping, Translate, Books, Scholar, Finance, Blogs.

Tool yang lain adalah Sparks, dengan tool ini pengguna bisa menemukan teman berdasarkan passion yang sama, misalkan gemar dengan Gadget, mengamati dunia hiburan, hobi seputar otomotif. Pengguna bisa menemukan teman sesuai kegemarannya.

Sekali lagi, dengan circle yang terdapat dalam Google+ —pengguna bisa dengan mudah menemukan siapa saja, selama si siapa saja tersebut memiliki akun google, minimal dia pengguna Gmail.

Bila melihat hasil sampling yang pernah saya baca sih Google+ tidak akan menjadi produk google yang gagal…Hasil polling menunjukkan 2/3 dari seribu pengguna Facebook menjawab akan beralih ke Google+. Itu baru hasil sampling, mencoba berandai-andai, belum terbukti kebenarannya… Kita lihat saja. Ini hanya sebuah review sederhana, mudah-mudahan bermanfaat. Cheers! []

BACA JUGA:

22 Thoughts to “Google+ Produk Google yang Gagal”

  1. Tambah rame aja nih google+
    Kemarin juga udah nyoba bikin, tapi masih agak2 bingung..

    1. @Masbro: iya kang… harus sering…bisa karna biasa, kan? 🙂

  2. penasaran nih habis baca reviewnya mas Ade
    orang2 juga banyak yg bicarain Google+
    cek dulu ah…
    hehheheh
    makasih ya mas..

    1. sama2 api kecil… silakan dicoba saja langsung G+ nya 🙂

  3. Hahahahaha saya tertarik baca ini karena Kang Ade bilang Google+ adalah produk gagal… :mrgreen:

    1. @Asop: 😳 hehehe usaha mah gimana aja… :mrgreen:

  4. matur nuwun dah diundang kemarin kang.. setelah saya mencoba kok malah ribet ya.. mungkin belum terbiasa kali ya

    1. @lozz akbar, sami2 kang… Aku yo nte’no penasaran berita sing heboh ngono ngenei google+ 😀

  5. Puteri Amirillis dan keluarga mengucapkan Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan semoga kita diberi keberkahan di bulan ini.
    Mohon maaf lahir batin atas segala salah dan khilaf saya selama ini. Salam saya…^^

  6. Wew… judulnya keren mas, sangat kontroversi… 😀
    Tapi sayang banget saya belum bisa mencoba google plus!

    kalo boleh, invite saya dong, biar bisa menikmatinya…
    *gak sabar soale.. 🙂

    1. @Legy Masyhury: emailnya apa?

  7. Hmmm… Kirain beneran produk gagal hehehe 😛

    Kalau menurut saya , G+ itu lebih “kokoh” dan mantap tampilannya ketimbang FB … Tapi kita liat aja nanti … 🙂

    1. @Nurdiana Atmanagara: hehehe — add saya dong: blogdangkal@gmail.com 😉

  8. ini makan benwit yang gede engga? saya enggak suka blogspot karena yaitu sulit sekali posting dengan benwit pas-pasan … ditambah gmail dan lain-lain … gak kebayang ///

    1. @gadgetboi: selayaknya jejaring sosial, G+ bahkan lebih terpadu seluruh produk Google-nya ditawarkan kpd penggunanya – sy kira tdk ada benwit2an yg signifikan 😛

      1. wah kok saya punya opini yang sama ya.. saya ga suka blogspot karena makan bandwith. apalagi klo akses dari hp, beuh boros abis. google+ kira-kira mobile friendly juga kah?

  9. […] menyembunyikannya. Bagaimana tidak mengagetkan, bayangan konsepnya saya tidak tahu. Sebab suatu produk senantiasa ada konsep dasar yang sudah […]

  10. tak kira beneran gagal mas, saya aja masi coba2 google plus

    1. hehe judul di atas harusnya pake tanda tanya — maaf 😛

  11. […] terlintas bahwa anak-anak setingkat kelas 4 SD sudah mengenal social media. Sehingga —sebenarnya—saat mendengar Salma bercerita tentang temannya yang sudah memiliki akun […]

  12. sempat dapet invit juga, masih bingung cara pakenya 😛

Leave a Comment