Kenikmatan: Sehat dan Sempat

Gambaran orang yang menikmati kesempatan adalah seperti halnya orang yang berjalan di hamparan tanah luas, katakanlah padang pasir umpamanya… Dengan kesehatannya dia berjalan untuk mencapai tujuan akhir tanpa ada sedikitpun yang menghalangi.

nikmat sehat dan sempat

Kesempatan untuk mencapai tujuan bisa dilalui tanpa halangan, begitu longgarnya, begitu lapangnya takberhambatan…

Ada dua kenikmatan yang pada umumnya manusia melupakannya. Nikmat sehat dan nikmat sempat. Sehat jasmani dan rohani, siapa yang tidak mau? Semua manusia berharap untuk berbadan sehat. Maka jalan yang harus ditempuh adalah menjaga kesehatan. Selalu berupaya supaya tidak sakit. Dan pergunakanlah kesempatan dengan sebaik mungkin. Berkesempatan untuk beristirahat, maka beristirahatlah, waktunya tidur, ya silakan tidur. Saatnya makan, ya silakan makan. Semua ada porsinya untuk masalah kesempatan ini.

Sayangnya, tidak sedikit manusia menyia-nyiakan dua hal penting ini. Banyak orang-orang yang bila bekerja melampaui batas, masih terlihat banyak di antara kita yang mengundang penyakit; membuang sampah sembarangan, meludah seenaknya…

Masih saja ada orang itu yang menyia-nyiakan kesempatan baik untuk urusan dunianya maupun agama-nya. Sudah nyaman mendapatkan pekerjaan malah berhenti dengan alasan bosan, sudah waktunya shalat masih saja santai-santai dengan alasan, “ah… sebentar lagi tanggung nih.”

Maka mumpung sehat, yuk kita rajin ibadah… Kita rajin bekerja… Masing-masing memiliki maksud dan tujuan, baik itu ibadah ataupun bekerja, bukan?

Sekali lagi gunakanlah kesehatan dan kesempatan ini sebaik mungkin—ceramah ustadz di masjid depan rumah » [sumber gbr]

BACA JUGA:

7 Thoughts to “Kenikmatan: Sehat dan Sempat”

    1. apanya yg mantap, brow?

  1. Sehat itu…. priceless… 😐

    1. banget nget nget beud! :mrgreen:

  2. ayuk kita kerja lagi..
    ngacir…..ketauan lagi BW…hehehe

    1. hehehe skrg mah dah isya! boleh ngeblog lagi 😛

  3. maksih untuk motivasinya ^_^

Leave a Comment