Wisata Kuliner di Saung Terapung Sindang Heula 1 Mukapayung

Wisata Kuliner di Saung Terapung Sindang Heula 1 Mukapayung

Kuliner, Wisata

Ada yang menyita perhatian kami saat memasuki kawasan wisata kuliner Mukapayung, di Cililin Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu yang lewat (Minggu, 29/01). Adalah rumah makan di Sindang Heula 1 yang berlokasi di bawah takjauh dari jembatan Ciminyak yang kami lalui. 

Sepakat dengan tempat di bawah sana, kami pun akhirnya turun dan mengambil tempat lesehan. Walaupun di tepi sungai, Sindang Heula 1 ini memiliki kedalaman air yang cukup membuat kedai atau gubuk tempat kami makan terapung. Saya merasakan saat riak airnya menggoyang-goyang tempat kami bersantai kemarin.

suasana di bawah sekitar rumah makan sindang heula [dok. pri]
Suasana di bawah sekitar rumah makan sindang heula: Anda lihat objek yang saya lingkari? Betul … Ada 2 orang pemancing [dok. pri]
Ini adalah wisata kuliner yang kedua yang kami singgahi dengan sensansi yang mirip yaitu terapung dan pemandangan yang sama yaitu air.

Pada waktu sebelumnya saya dan rombongan keluarga besar Almarhum H. Hidayat (keluarga besar dari pihak istri) pernah juga ke tempat wisata kuliner sensasional (hehehe) di Saung Apung Napak Sancang Cililin.

Wisata Kuliner di Saung Terapung Sindang Heula 1 Mukapayung

Ketika memesan nasi liwet, hidangan menjadi lambat dihadirkan (tapi kami menjadi terbiasa sebab punya pengalaman waktu makan di Saung Apung Napak Sancang). Karena itu, guna mengisi waktu menunggu hidangan tersaji, kami manfaatkan dengan berbagai hal, seperti naik perahu mengitari sungai, berfoto dan sekadar ngobrol.

Menunggu pesanan disajikan di RM SINDANG HEULA 1 Mukapayung Cililin
Menunggu pesanan disajikan di RM SINDANG HEULA 1 Mukapayung Cililin [dok. pri]
Dan ketika hidangan datang, beberapa menu nampak sudah tidak segar lagi. Prediksi saya sih ikan bakar yang nampak dingin karena lebih dulu diproses sedangkan nasi liwet masih lama masaknya. Ada juga sih yang nampak segar (baca: masih panas) dan menggiurkan untuk disantap – semisal: ikan mas yang digoreng kering, lalu sayur karedok yang kelihatan baru diracik.

Wisata Kuliner di Saung Terapung Sindang Heula 1 Mukapayung

Kami merogoh kocek lumayan dalam kemarin, sebab untuk bisa masuk ke Sindang Heula 1 dan bersantai itu tidak gratis. Agar bisa menempati ruangan yang tersedia, setiap orang dimintai 5 ribu rupiah. Begitu pun saat menaiki perahu, dewasa harus membayar 10 ribu rupiah dan anak-anak cukup membayar 5 ribu rupiah.

Rumah Makan Ikan Bakar Sindang Heula 1 Ciminyak menyuguhkan beberapa menu beragam ikan bakar, seperti ikan gurame, ikan nila, ikan mas, ayam, serta udang lobster. Semuanya bisa disajikan dengan digoreng atau dibakar. Piihan rasa, bisa kita pilih mau bumbu asam manis, rica-rica, cobek, asam pedas, jahe atau kecap? Tidak ketinggalan untuk tumis, ada lalaban, tumis kangkung serta karedok. Waktu kemarin (Minggu, 29/01) kami cukup banyak menikmati sajian dari rumah makan ini yang rata-rata harganya berkisar 70 – 75 ribu.

Alamat Sindang Heula 1 Cililin

Buat pembaca yang tetap penasaran ingin merasakan sensasi makan di tepi sungai takjauh dari jembatan di Mukapayung – ini alamat lengkapnya:

Rumah Makan Sindang Heula 1

Jalan Jembatan Ciminyak No. 12,

Rancapanggung, Cililin, Jawa Barat 40562

Setelah berkeliling mencari spot untuk ambil gambar, saya bisa menarik kesimpulan kalau tempat ini tuh agak kotor. Dari segi keamanan saat menuruni anak tangga, pegangannya kurang bisa diandalkan (pegangan terbuat dari kayu, goyah) dan pegangan nggak diteruskan hingga ke ujung bawah.

Saung Apung Sindang Heula 1 Ciminyak Mukapayung Cililin Kabupaten Bandung Barat
Saung Apung Sindang Heula 1 Ciminyak, Mukapayung, Cililin, Kabupaten Bandung Barat [foto: dok. pri]

Dari segi keindahan, alangkah baiknya mulai dipikirkan untuk menyiasati agar tembok belakang bangunan yang berada di atas (di pinggir jalan raya) menjadi menarik enak dipandang mata, karena -terlihat dari bawah- kesannya kumuh. Jadi yaaa .. Jangan terus dibiarkan seperti sekarang, kan kita bayar 😀 []

Tinggalkan Balasan