(Kupon Makan Siang) Awas Kecuci, lho?!

Berbagi

Takseperti biasanya petugas pembagi kupon untuk makan di kantin tidak ada. Sari, demikian nama petugas itu biasa menghampiri sekitar pukul 10 pagi. Bertugas membagikan kupon makan siang kepada ± 70 orang yang sedang bekerja di kantor. Mana yaa..kok ngga nongol-nongol? Nanti makan siang saya bagaimana? Oh … *Halah :mrgreen:

Akhirnya waktu dhuhur datang, selepas dhuhur ternyata, Sari sudah siap-siap menghadang pegawai yang lewat di ruangan sebelah mushala. Ternyata, sekarang cara pembagian kupon diubah. Yang tadinya orang per orang dihampiri, kini orang-orang yang menghampiri Sari untuk pengambilan kupon. Dan kupon dibagikan tidak untuk hari itu saja, kupon disediakan untuk 3 minggu.

Capek juga rupanya, membagikan kupon setiap hari dengan mendatangi orang per orang. Dengan cara dibagikan untuk 3 minggu maka lumayan penghematan tenaga bagi Sari. Takhanya itu saja, bagi pemegang kupon pun ada kesempatan untuk menambah makanan atau membeli jus jeruk dan minuman segar lainnya menggunakan kupon yang sudah dipegang -persediaan 3 minggu.

Sudah sebulan lebih kantor tempat saya bekerja mengoperasikan kantin. Dan awalnya kami merasa ada pengekangan selera makan, sebab makan tidak boleh keluar. Harus di dalam lingkungan kantor, yaitu di kantin.

Benar saja, beberapa hari awal kantin bergulir memang terjadi permasalahan selera dan rasa. Takhanya saya saja, juga teman-teman yang lain. Hingga akhirnya ada kesempatan untuk menyampaikan kritik dan saran. Di meja telah disediakan lembar kritik dan saran…

Sekarang sudah masuk bulan ke-2 kantin bergulir. Pengamatan saya, orang-orang sudah mulai terbiasa dengan masakan a la kantin di kantor. Takada lagi, komentar-komentar tentang kantin seperti biasanya, mulai sedikit-sedikit lebih menikmati makanan yang sudah dipilihnya. Atau kantin memang menindaklanjuti secara ‘tanggap sasmito’ atas kritik dan saran yang masuk? Yang jelas, sudah ada perubahan dan orang-orang sudah terbiasa.

Yang belum terbiasa adalah cara baru pembagian kupon itu … Orang-orang diberi kupon untuk 3 minggu, takkan ada lagi nona Sari ke lantai dua untuk bagi-bagi kupon. Dan tadi temanku berkelakar, “Bapak-bapak…hati-hati menyimpan kupon di celana…Nanti kecuci lho…!

laci di meja kerja
Kupon tersimpan di laci meja kerja

Ok, saya akan simpan kupon 3 minggu itu di lemari Salmanadya, kalau begitu … 😉

3 comments

Tinggalkan Balasan