Chocodot – Indonesian Chocolate: Pelopor Cokelat Isi Dodol Pertama di Dunia

Informasi

Pada 1 Mei 2013 bertempat di Cihampelas Walk, telah dibuka secara sederhana (soft launching) gerai cokelat yang diberi nama Chocolatique.

Dalam peresmiannya, yang bertindak sebagai pembuka adalah Kiki Gumelar. Waktu itu sosok tinggi besar serta ramah ini mendaulat kedua orangtuanya untuk melakukan pembukaan secara simbolik, gunting pita sebagai tanda gerai Chocolatique resmi dibuka.

Alasan penamaan chocolatique, sebab dalam toko takhanya menawarkan chocolate namun adapula semacam butik yang menawarkan merchandise serupa kaos (clothing) dengan brand ‘chocolatique’.

Dari sekian banyak kemasan cokelat, dan hampir diberi nama yang bodor-bodor serta nyunda – ada 2 kemasan yang menggelitik sehingga takbosan-bosan saya selalu tersenyum membacanya, yaitu Gegel Me dan Cokelat Enteng Jodoh.

Gegel Me campuran bahasa Sunda, yang artinya gigit atau bite dalam bahasa inggris, gegel me berarti gigit saya (bite me) berkesan si cokelat pasrah untuk digigit. Satu lagi, cokelat enteng jodoh yang menawarkan pertolongan pertama cari jodoh bila mengudapnya. Tentu saja jangan diambil terlalu serius, chocodot memang penuh canda dalam berbisnisnya, memang nampak dari sosok pemiliknya yang nyunda, penuh canda, ramah namun tersirat keseriusan dalam menyajikan dan menggelar usaha yang dijalaninya.

Well, sukses deh untuk Kiki Gumelar dengan Chocodot-nya dan terima kasih atas undangannya mudah-mudahan di ulangtahun yang ke-4 pada bulan Juli besok saya diundang (lagi) *ngarep dotkom! Hehehe …
Baik, sampai di sini dulu, soalnya saya mau mencicipi oleh-oleh sepulang dari soft launching kemarin, apalagi kalau bukan Chocodot… Cekidot!

4 comments

Tinggalkan Balasan