Pengalaman Terbang Malam Hari untuk Kali Pertama Tanpa Sengaja

Pengalaman Terbang Malam Hari – Persis di awal bulan Maret dari tanggal 1 hingga 3 – saya berada di kota gudeg, Jogyakarta. Tujuannya memenuhi undangan dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mewakili portal Damai ID. Di balik perjalanannya yang nampak lancar jaya ada pengalaman menarik dan akan saya ceritakan di sini …

Saat berangkat dari rumah pukul 12 siang kemarin (Selasa, 28/02) senang rasanya waktu driver Uber begitu mudah saya dapatkan. Begitu taksi online datang menjemput, kami langsung bertolak tujuan bandar udara Husein Sastranegara Bandung.

Hujan menemani keberangkatan saya, perjalanan begitu lancar namun sayangnya hanya berjalan sebentar. Begitu menjumpai jalan raya Kopo Katapang sudah terjadi kepadatan kendaraan dan macet. Pak sopir dengan pengalamannya selama ini menawarkan kepada saya untuk memutar kendaraan ke arah jalan alternatif.

Pengalaman Terbang Malam Hari untuk Kali Pertama Tanpa Sengaja

“Nanti kita ambil jalur Holis, gimana?” tawar pak Sopir.

“Ambil pak!” tegas saya.

Akhirnya kita memutar kendaraan dan masuk ke jalan Taman Kopo Indah (TKI) tapi ternyata, kondisinya setali tiga uang dengan pada saat menghadapi kondisi jalan di Kopo Ketapang. Kami kembali menghadapi macet.

Saya menjadi ketar-ketir sebab waktu sudah masuk pukul 1 siang dengan posisi yang cukup membuat takmenentu karena kemacetan yang terjadi. Apalagi waktu pak Sopir (maksudnya sih basa-basi) bilang, “Waduh, kuatir saya tidak bisa antar mas-nya ini …”

Taklama dari ketegangan yang cukup membuat saya berkeringat, kami pun bisa terbebas dari kemacetan. Mobil pun melesat membelah jalan raya by pass kemudian melewati rel kereta di jalan Andir dan akhirnya berbelok masuk ke kawasan Bandara … Alhamdulillah – plong sekali rasanya.

Pengalaman Terbang Malam Hari untuk Kali Pertama Tanpa Sengaja

Setelah memeriksa kelengkapan barang bawaan saya pun masuk ke pintu keberangkatan kemudian melakukan proses check-in. Dan waktu itu jam menunjukkan pukul 2 siang lebih 5 menit. Bukan sebuah masalah karena sesuai jadwal di tiket saya berangkat dengan menggunakan pesawat terbang Wings Air di pukul 14.25 PM.

Perasaan menjadi tenang sudah … Eh, pas balik badan saya bertemu dengan Bang Aswi dan takberselang lama kemudian, Fauzi Nurhasan muncul. Akhirnya, kami pun lengkap bertiga yang sama-sama menunggu untuk terbang ke Jogyakarta ke acara dan pesawat terbang yang sama. Bahkan, saya satu row seat dengan Fauzi.

Nah, di sinilah ‘drama’ delay terjadi … 

Dari pengumuman loudspeaker terdengar informasi bahwa penerbangan ke Jogyakarta pukul 14.25 dibatalkan karena faktor cuaca buruk. Dan penumpang dipindahkan ke pesawat Lion Air pada pukul 16.25.

Loudspeaker kembali mengumumkan bahwa penumpang tujuan Jogyakarta yang semestinya berangkat pada pukul 16.25 kembali delay. Sesuai aturan yang berlaku, bila penumpang delay sudah melampaui batas waktu yang begitu panjang berhak menerima delay service berupa makan berat. Benar saja kami semua mendapatkan makan pada pukul 5 sore.

Calon penumpang nampaknya cukup mengerti dengan alasan yang mendasar; faktor cuaca buruk apalagi disebutkan bahwa semua pesawat Wings Air hanya ‘berani’ mendarat di Cengkareng. Walaupun di antara penumpang ada yang tengah berduka dan harus hadir di kampung halamannya pada sore hari.

Sampai akhirnya semua calon penumpang mendapatkan informasi dengan lebih pasti dan mau nggak mau terbang pada pukul 20.30 alias jadwal penerbangan terakhir di Bandar Husein Sastranegara Bandung.

Selain ini sebagai pengalaman pertama terbang di malam hari, saya pun mengalami pengalaman pertama mendapatkan kembali sejumlah uang atau refund. 

Pengalaman terbang di malam hari
Pengalaman terbang di malam hari tanpa rencana [dok. pri]

Pengalaman Terbang Malam Hari untuk Kali Pertama Tanpa Sengaja

Kenapa kita diberi makan atau delay service dan berhak mendapatkan refund? Melansir pemberitaan yang dirilis oleh Merdeka disebutkan, pada 2015 – menteri Perhubungan Ignasius Jonan menandatangani peraturan pemerintah tentang peraturan kompensasi atau ganti rugi yang harus diberikan oleh maskapai penerbangan apabila terjadi keterlambatan penerbangan.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 tahun 2015 berisi tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia. Yang intinya, pemerintah mengatur kompensasi dan ganti rugi yang harus dikembalikan oleh maskapai penerbangan jika terjadi keterlambatan penerbangan.

Faktor-faktor yang menentukan keluarnya kompensasi atau ganti rugi dari maskapai penerbangan, antara lain;

  • Faktor manajemen maskapai seperti keterlambatan kru pesawat (pilot, copilot, dan awak kabin),
  • Keterlambatan jasa boga (catering),
  • keterlambatan penanganan di darat,
  • menunggu penumpang, atau
  • ketidaksiapan pesawat.

Sebaliknya, beberapa faktor lain di luar faktor manajemen maskapai, maskapai tidak perlu bertanggung jawab, seperti;

  • Faktor teknis operasional, baik di bandara asal maupun tujuan (bandara harus ditutup, terjadi antrean untuk take off atau kepadatan lalu lintas (traffic jam) penerbangan, dan sebagainya),
  • Faktor cuaca (hujan lebat, badai, asap, dan sebagainya).

Inilah 8 kompensasi atau ganti rugi berdasarkan kategori keterlambatan:

  1. Kategori I, keterlambatan antara 30 hingga 60 menit, kompensasinya minuman ringan.
  2. Kategori II, keterlambatan antara 61 hingga 120 menit, kompensasinya makanan dan minuman ringan (snack box).
  3. Kategori III, keterlambatan antara 121 hingga 180 menit, kompensasinya minuman dan makanan berat.
  4. Kategori IV, keterlambatan antara 181 hingga 240 menit, kompensasinya makanan dan minuman ringan serta makanan berat.
  5. Kategori V, keterlambatan lebih dari 240 menit, berhak mendapat kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp 300.000.
  6. Kategori VI, bukan keterlambatan melainkan pembatalan penerbangan. Sehingga maskapai wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund).
  7. Keterlambatan pada kategori II hingga V, penumpang dapat dialihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund) dan
  8. Khusus pada kompensasi keterlambatan kategori V, calon penumpang mendapat ganti rugi sebanyak Rp 300.000. Pemberian ganti rugi bisa berupa uang tunai atau voucher yang dapat diuangkan atau melalui transfer rekening, selambat-lambatnya 3 x 24 jam sejak keterlambatan dan pembatalan penerbangan terjadi.

Baik … Itulah secuil pengalaman Pengalaman Terbang Malam Hari untuk Kali Pertama Tanpa Sengaja. 

Ke depan setelah pengalaman ini, saya bisa jadi akan mempertimbangkan untuk ambil penerbangan domestik dengan terbang malam hari saja. Pasalnya, kalau langit cerah, penerbangan malam hari itu ternyata cukup menghibur hahaha … Melihat pemandangan lampu rumah penduduk yang berkelap-kelip seperti bintang ….

Delay 7 Jam, ngapain Aja?

Ya untungnya, (masih untung aja nih) banyak hal yang bisa kita lakukan. Beli makanan dan minuman di cafe yang berada di tengah antara gerbang atau gate dengan ruang tunggu penumpang. Jalan-jalan jepret sana, jepret sini 🙂

Nongkrong di Cafe

blogger asal bandung; sedang ngobrol
Salah satu cara mengubur rasa bosan adalah dengan ngobrol. Kualitas obrolan kembali ke diri masing-masing hahaha 😀 [dok. pri]
Bangi Kopi tempat saya dan teman-teman menghabiskan waktu untuk terbang ke JogyakartaBangi Kopi tempat saya dan teman-teman menghabiskan waktu untuk terbang ke Jogyakarta (Selasa, 28/02) [dok. pri]

Menghabiskan waktu dengan duduk di cafe yang terdapat di lantai 2 bandar udara husein sastranegara Menghabiskan waktu dengan duduk di cafe yang terdapat di lantai 2 bandar udara husein sastranegara [dok. pri]

Ini dia delay service waktu kemarin …

isi fried chicken mc donald yang menjadi delay service kemarin
Lumayan lah sebagai pengganjal selama terbang 🙂
Fried Chicken dari McDonald - Makanan yang menjadi delay service kemarin
Fried Chicken dari McDonald – Makanan yang menjadi delay service kemarin [dok. pri]
Blogger Bandung : Fauzi (kiri) dan Bang Aswi
Bareng Fauzi (kiri) dan Bang Aswi
Interior Bandar Husein Sastranegara dengan tampilan terkininya
Interior Bandar Husein Sastranegara dengan tampilan terkininya [dok. pri]
Cara Pengunjung Menemukan Artikel Ini:
  • pengalaman terbang malam (1)
  • pengalaman terbang malam hari (1)

BACA JUGA:

Leave a Comment