Memotret Panorama Alam di Atas Bukit Candi Ratu Boko

Memotret Panorama Alam Terbuka Jogyakarta di Atas Bukit Candi Ratu Boko

Memotret Panorama Alam di Atas Bukit Candi Ratu Boko – Ya kemarin (Rabu, 8 Maret 2017) kami semua diundang oleh Brother Indonesia untuk meramaikan gathering bertemakan budaya di Yogyakarta. Gathering yang dikemas dengan tajuk Brother Culture Amazing Race ini mengundang tidak hanya blogger, media pun diajak oleh Brother Indonesia.

Berangkat pukul 8 pagi dari bandara Halim Perdana Kusuma menggunakan maskapai penerbangan anak perusahaan dari Garuda Indonesia; Citilink. Tidak ada yang lebih menarik dari penerbangan Citilink selain untaian pantun yang disampaikan oleh pramugarinya.

Saya lupa lagi rangkaian kalimat di depannya – yang pasti pihak maskapai merasa perlu berterima kasih kepada semua penumpang kemarin, “Terima kasih atas kepercayaan Anda telah terbang bersama Citilink.”

Selesai mengudara kurang lebih 1 jam akhirnya tiba juga di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Rombongan diajak untuk menaiki bis dengan destinasi pertamanya adalah Candi Ratu Boko. Ada lebih kurang 1 jam perjalanan dari bandara ke lokasi wisata Candi Ratu Boko.

Dengan malu-malu saya keluarkan senjata andalan yang saya miliki yaitu ponsel VIVO (Y31) ketika Ary Mozta, Nita Sellya membidikkan moncong kamera andalannya untuk memotret pesona panorama alam yang terhampar di depan mata saat kami sama-sama berada di ketinggian kaki bukit Candi Ratu Boko.

Memotret Panorama Alam di Atas Bukit Candi Ratu Boko

Memotret Panorama Alam di Atas Bukit Candi Ratu Boko
Selasar menuju Candi Ratu Boko [dok. pri]
Memotret Panorama Alam di Atas Bukit Candi Ratu Boko
Gerbang masuk ke cagar wisata Candi Ratu Boko [dok. pri]
 

Memotret Panorama Alam di Atas Bukit Candi Ratu Boko
Keraton Ratu Boko [dok. pri]

Memotret Panorama Alam di Atas Bukit Candi Ratu Boko

Hampir 1,5 jam kita berada di puncak candi Ratu Boko, banyak sekali spot-spot yang bikin kita kagum sama orang-orang dulu. Berdasarkan torehan sejarahnya, Candi Ratu Boko merupakan peninggalan kerajaan Mataram kuno pada abad ke-8.

Jauh sebelum zaman raja Samaratungga – pendiri Borobudur serta Rakai Pikatan – pendiri Prambanan, Ratu Boko sudah berdiri dan dikuasai oleh Rakai Panangkaran yang lebih mashyur dengan kedinastiannya: Dinasti Syailendra.

Kata Ratu Boko sendiri berasal dari cerita rakyat setempat yang artinya raja heron – ayah dari Roro Jonggrang. Beberapa bagian penting dari situs Candi Ratu Boko ada 7 bagian; gerbang utama, Candi pembakaran dan sumur suci, paseban, pendopo, kolam, goa dan keputren.

Saya dan teman-teman hanya sampai masuk di gerbang utamanya saja tidak mengunjungi tempat selainnya mengingat waktu sudah sore sedangkan sebuah agenda sudah menunggu di tempat lain. Namun yang pasti panorama di Candi Ratu Boko ini sangat memanjakan mata. Dari kejauhan dapat kita lihat candi Prambanan dan gunung Merapi.

Makan siang di Handayani Special Culinary

Seusai Memotret Panorama Alam Terbuka Jogyakarta di Atas Bukit Candi Ratu Boko, rombongan diajak oleh Brother Indonesia menuju Handayani Special Culinary, tidak salah lagi tujuannya untuk makan siang yang beralamat di Jalan Laksda Adi Sucipto.

Dalam kesempatan ini Brother Indonesia yang diwakili oleh Marketing Communication Sales & Marketing Brother Indonesia, Rae Maya mensosialisasikan produk Brother Indonesia di hadapan media dan blogger.

Maya – panggilan akrab wanita murah senyum ini memaparkan saat ini Brother Indonesia sengaja menyasar market korporasi dan pemerintahan.

“Sejak 2016 sih sebenernya,” ujar Maya.

Untuk itu, Brother mulai mempersiapkan produk unggulannya – mulai dari printer, mesin faksimili, pemindai (scanner), printer label sampai pada produk mesin jahit.

Itulah sedikit pengalaman mengenal peninggalan sejarah kejayaan kerajaan di masa lampau; Candi Ratu Boko. Dan artikel kali ini saya coba akhiri dengan kumpulan foto yang sudah saya ambil waktu tiga hari di Jogyakarta bareng Brother Indonesia. Saya senang sekali telah diajak having fun oleh Brother Indonesia – so thank you Bro!

Memotret Panorama Alam di Atas Bukit Candi Ratu Boko

BACA JUGA:

Leave a Comment