14 Ribu Kaki Bersama Wings Air

Berbagi

Saya pernah baca, cuaca cerah tidak menjadi permasalahan serius bagi jarak pandang pesawat saat membelah langit. Sebaliknya, saat terjadi hujan, jadwal bisa tertunda, contohnya saja, saya mengalami delay sejam dari jadwal sebab cuaca tidak mendukung; terjadi hujan …

Hujan merupakan kumpulan partikel yang ukurannya memiliki diameter lebih/kurang dari 0.5 mm yang jatuh ke tanah (darat). Bisa dibayangkan bila hujan deras terjadi maka hal ini akan mengganggu sang pilot saat memantau landasan pesawat.

14 Ribu Kaki Bersama Wings Air

Nah, kemarin (12/1),  masih dalam suasana duka yang menimpa maskapai penerbangan AirAsia QZ8501, saya bertolak dari Lanud Husen Sastranagara ke Lanud Adisutjipto menggunakan maskapai penerbangan Wings Air.

Lihat kondisi mendung, jujur kacang ijo nih ya … Saya terus-menerus berdoa dan semoga sang Pencipta Alam Raya mengabulkan doa saya, “Cerahkan langit selama penerbangan Bandung – Jogya yaa Allah …” – saya pikir, semua sepakat dengan kondisi langit biru cerah itu lebih baik daripada langit berwarna abu-abu alias mendung atau hujan. Tenang rasanya bila kita melakukan penerbangan dan langitpun nampak cerah.

Namun, sampai waktu terbang tiba, saya dan rombongan Fasilitator Perpuseru belum juga mendengar panggilan untuk menaiki pesawat. Delay hingga 1 jam lebih pun akhirnya kami dapatkan. Selama itu, saya melihat hujan masih saja membasahi lapangan terbang di balik jendela kaca ruang tunggu Lanud Husein Sastranagara. Sampai akhirnya kami terbang pada pukul 13.15.

14 Ribu Kaki Bersama Wings Air

Sama-sama antri dengan penumpang lain, saya keluar ke arah pesawat dan menuruni anak tangga sambil dibekali payung oleh petugas dari Wings Air mulai duduk di bangku nomor 7C. Mencoba relax setelah suara perempuan dengan radio voice-nya yang khas mengumumkan ketinggian maksimum pesawat adalah 14 ribu kaki. Dan hampir 1/4 perjalanan ditempuh dengan banyak goncangan (turbulensi)… Memang goncangan kecil sih tapi rasa-rasanya cukup membuat penumpang mengingat tuhan masing-masing – termasuk saya 😀

Kami saat hati lega bisa melewati fase turbulensi …

3 comments

Tinggalkan Balasan