Nonton Bareng Ada Surga di Rumahmu

Nilai-nilai kebaikan bisa tertanam dalam hati lewat sebuah pesan moral dan agama yang dikemas dalam bentuk sinematografi. Salah satu contohnya film Ada Surga di Rumahmu. Film yang belum dirilis ini, ditonton oleh penulis bersama dengan blogger Bandung lainnya kemarin (Minggu, 22/3).

Film yang mengambil latar belakang budaya Palembang dan semua pemeran pun berdialog dengan Baso Palembang, membuat penonton terbawa suasana. Rasanya ingin pergi ke Palembang, – saya sih nggak tau yang lain – menuju sungai Musi dan berjalan-jalan ke daerah yang padat dengan rumah terapung milik penduduk di sana. Sebuah upaya promosi pariwisata yang cukup menggoda, salut deh!

Film Ada Surga di Rumahmu diarahkan oleh seorang sutradara yang terbilang piawai, Aditya Gumai. Kiprahnya di dunia teater atau seni peran sudah takperlu diragukan lagi. Popularitasnya semakin bersinar saat sukses menangani Lenong Bocah medio 1990, produk unggulan RCTI. Dalam film Ada Surga di Rumahmu, pria yang lahir pada 4 Oktober 1966 di Jambi tersebut menyisipkan dialog dan akting pemain utama dan figuran yang memancing emosi penonton baik tawa ataupun tangis.

Seperti saat Ramadhan (Husen Alatas) harus tidur di pelataran sebuah masjid di Jakarta bersama kedua teman pesantrennya yang takbisa pulang begitu saja ke Palembang. Mengejar cita-cita menjadi aktor film laga harus ke ibukota, saat tiba di Production House ternyata casting-nya baru akan dilaksanakan 3 hari lagi. Saat malam tiba, waktunya bagi Ramadhan dan dua temannya untuk tidur, tetapi Ramadhan nampak gelisah, dalam mimpi teringat selalu Umi (diperankan oleh Elma Theana), ibunya. Ramadhan sampai-sampai terhenyak kaget dan bangkit dari tidur dengan keringat dingin sambil bergumam kuatir Umi sedang sakit.

Saat menenangkan diri, terdengar suara tangis seorang anak, Ramadhan mencari sumber tangis yang rupanya sedang berdoa memohon kepada Allah persis di depan mimbar di tengah masjid. Dengan bersimpuh dan menangis sang anak dihampiri oleh Ramadhan. Di saat adegan Ramadhan ditanya oleh anak tadi, “Kak apakah Allah bisa membangunkan kembali orang yang sudah meninggal?” “Saya ingin orangtuaku hidup kembali, saya janji saya tidak akan bolos sekolah lagi, saya janji tidak akan menyakiti hati kedua orangtua lagi!” seru sang anak sambil terus menangis di samping Ramadhan. Tetapi Ramadhan tidak bisa berbuat banyak dan tidak menjawab pertanyaan anak tersebut. Yang dilakukannya hanyalah merangkul anak tersebut dan Ramadhan menangis semakin teringat Umi. Tangisan Ramadhan takberhenti begitu saja, saat sedang sendiri pun masih menangis, lalu diambilnya air wudhu, Ramadhan pun tahajud, lalu keesokan harinya memilih untuk pulang.

Itu baru sepenggal saja dari film Ada Surga di Rumahmu dari Mizan Production yang saya bisa ulas di sini. Waktu nonton bareng kemarin, taksepenuhnya dipertontonkan jadi bisa saya katakan itu sebagai film teaser saja. Film dihentikan sebelum selesai, dan saat lampu mulai dinyalakan, Husen Alatas dan Zee Zee Shahab diikuti oleh inspirator cerita, Ada Surga di Rumahmu; Ustadz Ahmad Al Habsy. Takhanya itu, MC pun memanggil walikota Bandung, kang Emil (panggilan akrab Ridwan Kamil) untuk ke depan bioskop. Saat itupun RK memanfaatkan momentum nonton bareng sebagai ajang promosi bukunya yang diterbitkan oleh Mizan, Mengubah Dunia Bareng-Bareng.

Saya setuju dengan pak Wali, dalam sambutannya menyebutkan bahwa, “Ada Surga di Rumahmu merupakan sebuah film yang sarat akan pesan moral, disajikan tanpa harus menggurui. Pesan agama terutama bakti anak kepada orangtua begitu menyentuh. Sepulang dari menonton, hati dan pikiran dipenuhi dengan kebaikan-kebaikan.”

Sementara saat disodori mic, Husen Alatas angkat bicara, “Saya tidak luar biasa menjadi runner-up Indonesian Idol. Tetapi dengan kehadiran seorang ibu saya bisa berhasil.” kemudian diiyakan oleh Zee Zee Shahab, pemeran Kirana yang sudah dijodohkan orangtuannya tetapi menaruh hati kepada Ramadhan.

NEXT: Dengan siapa saja saya Nonton Bareng Ada Surga di Rumahmu?

BACA JUGA:

4 Thoughts to “Nonton Bareng Ada Surga di Rumahmu”

  1. adenin adlan

    Salam, terima kasih aras reviewnya.

    Saya mau menjelaskan bahasa film yg ingin sampaikan sutradara dgn bahasa gambar.

    Utk Hp Ramadhan yg berbeda :
    Saat Umi menangis krn mesin jahitnya rusak, terlihat adegan Ramadhan memandang kearah Hp BB yg baru dia beli dr honor hasil ceramah di rmh kirana tsb.

    Adegan selanjutnya Umi menerima mesin jahit bekas dr Ramadhan. Logikanya dari mana Ramadhan punya uang utk beli mesin jahit bekas tsb. Ya tentu saja Ramadhan jual HP BBnya (sdh diplanting/diinformasikan Ramadhan memandang sambil menggoyang HP BBnya)

    Jika diperhatikan hp ke-2 Ramadhan tsb, kelihatan hp bekas dgn yg hrgnya sangat murah jika dibandingkan HP BB sebelumnya yg terlihat msh baru dan mahal.

    Menurut sy bahasa gbr tsb sdh cukup sampai ke penonton tanpa hrs diucapkan dgn kata-kata Ramadhan menjual HP barunya utk beli mesin jahit bekas.

    Wassalam
    Adenin Adlan

    1. terima kasih bung Adenin atas tanggapan dan klarifikasinya 😀

  2. sae kang… memang gambar hp ramadhan yang berubah agak susah menemukan penjelasannya selain blooper. soalnya umminya atau saudara saudaranya tidak komentar dengan hp bututnya ramadhan seolah hp itu memang sudah biasa dipakai ramadhan. IMHO

    1. iya seperti itu – tapi sudah ada yang mengklarifikasi kan?

Leave a Comment