Blog Competition High Carbon Stock (HCS)

Blogging

Awal bulan Mei 2017 sudah digelar sebuah seminar tentang lingkungan hidup di Bali. Acara yang digagas oleh lembaga non pemerintah ini (koalisi antara industri dan organisasi) meluncurkan sebuah alat yang dinamakan dengan High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit.

Grant Rosoman selaku Co-Chair dari High Carbon Stock (HCS) Steering Group dengan tegas menyebutkan, “Pembabatan hutan alam (deforestasi) dengan dalih perkebunan adalah cerita di masa lalu. Hari ini, kami meluncurkan sebuah toolkit dengan metodologi yang memberikan panduan teknis yang praktis dan terbukti kuat secara ilmiah, untuk mengidentifikasi dan melindungi hutan alam tropis”.

Sebelumnya, di bulan Apri 2015 pernah dirilis toolkit yang pertama (pembaca bisa melihatnya di sini).  Adapun informasi tentang toolkit versi terbaru ini (sila unduh di sini), melansir informasi yang ada pada portal resminya – intinya menyebutkan, High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit adalah sebuah piranti yang dipergunakan untuk mengidentifikasi dan melindungi hutan hujan tropis.

Toolkit ini menjadi sebuah terobosan bagi berbagai perusahaan, masyarakat, institusi dan praktisi teknis yang memiliki komitmen bersama untuk melindungi hutan alam sekunder yang tengah mengalami regenerasi, yang menyediakan cadangan karbon penting, habitat bagi keanekaragaman hayati dan mata pencaharian bagi masyarakat lokal. Bahasa sederhananya sih Metodologi Global Lindungi Kawasan Hutan Lindung.

2 Tahun Mencari Titik Temu

Tidak gampang mencari titik temu atau kata sepakat dalam memperkenalkan toolkit ini. Perlu waktu 2 tahun bagi stakeholder atau para pemangku kepentingan guna menyatukan berbagai upaya dan menemukan kesepakatan.

Guna menyepakati semuanya, cara satu-satunya adalah dengan pendekatan global menerapkan praktek ‘Non-Deforestasi’. Metodologi yang dihasilkan telah memperluas persyaratan sosialnya, pengenalan dan penerapan terhadap data cadangan karbon, yang mencakup teknologi baru termasuk penggunaan LiDAR guna mengoptimalisasi konservasi dan hasil produksi serta dapat diadaptasi bagi petani-petani kecil.

Grant Rosoman selaku Co-Chair dari High Carbon Stock (HCS) Steering Group tengah membantu petani menanam pohon di Sulatera Selatan
Grant Rosoman selaku Co-Chair dari High Carbon Stock (HCS) Steering Group tengah membantu petani menanam pohon di Sulatera Selatan [https://twitter.com/Highcarbonstock]
Menyoal LiDAR, ia adalah akronim untuk Light Detection and Ranging. Sebuah teknologi survey yang mengukur jarak jauh aktif menggunakan sinar laser. LiDAR mampu mengumpulkan informasi mengenai karakteristik topografi permukaan tanah baik posisi vertikal ataupun horizontal.

Sinar laser dari teknologi LiDAR adalah cahaya yang bergelombang tidak tampak atau infrared sehingga mampu menembus celah dedaunan guna mencapai permukaan tanah lalu dipantulkan kembali untuk ditangkap oleh sensor laser yang dilengkapi dengan; pengukur waktu guna mencatat perbedaan waktu ketika gelombang tersebut dipancarkan hingga ketika diterima kembali usai dipantulkan. (Soetaat, 2009).

Menjaga Kadar Karbon Hutan dan Keanekaragaman Hayatinya

Grant Rosoman selaku Co-Chair dari High Carbon Stock (HCS) Steering Group – menambahkan, “Pada akhirnya kami membentuk sebuah koalisi yang menanggapi meningkatnya kekhawatiran akan dampak pembabatan hutan alam tropis terhadap iklim, satwa dan hak-hak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan.”

HCSA-Diagram
HCSA Diagram [internet]

Sekilas tentang HCS Approach Steering Group

HCS Approach Steering Group merupakan unit organisasi yang terdiri dari berbagai stakeholder (pemangku kepentingan) didirikan pada 2014. Tujuan dibentuka unit ini  adalah untuk mengelola HCS Approach. Selain itu, grup ini mengawasi pengembangan selanjutnya dari metodologi HCS Approach.

Tidak ketinggalan pula dalam grup ini dilakukan penyempurnaan terhadap definisi, objektif dan hubungan dengan pendekatan-pendekatan lainnya, untuk menghentikan praktek penggundulan hutan.

Steering Group ini pun memandu implementasi dari metodologi tersebut, berkomunikasi/berinteraksi dengan para pemangku kepentingan dan mengembangkan/menjalankan pengelolaan terhadap model dari metodologi tersebut.

Simak video Youtube High Carbon Stock berikut ini:

“Kami menyambut positif atas diterapkannya metodologi High Carbon Stock (HCS) dalam skala yang luas untuk mendukung semua hak dan mata pencaharian masyarakat lokal, menjaga kadar karbon hutan dan keanekaragaman hayati serta kegiatan pengembangan terhadap lahan-lahan olahan secara bertanggung-jawab,” pungkas Grant Rosoman.

***

Selanjutnya: Blog Competition High Carbon Stock (HCS)

2 comments

Tinggalkan Balasan