Seblak Tenderloin Persembahan Marlo Eat and Share

advertorial, Buku, Informasi, Kuliner

Marlo Eat and Share merupakan sebuah resto cafe yang terletak di jalan Tamblong 48 – 50 Bandung. Berlokasi di tempat yang strategis menjadikan kafe yang menyediakan makanan a la Eropa hingga masakan tradisional Indonesia ini menjadi salah satu pilihan tempat berkumpul para penikmat kuliner yang sekaligus membicarakan bisnis mereka. Selain tempat makan, di sini pun terdapat aktifitas lain, seperti; butik, konveksi dan toko buku.

Nuansa charity terlihat dari penampilan tempat makan yang dimiliki oleh Abu Marlo seperti yang tertulis pada tagline MARLO, yaitu; Eat and Share. Ini tentu saja menjadi menarik, setiap konsumen yang berkunjung lalu memesan makanan di sini, secara langsung telah berpartisipasi dalam program donasi yang dilakukan oleh MARLO | Eat and Share.

Dilandasi dengan motto hidup, “Berbagi”, MARLO | Eat and Share menjadi penggerak pemberdayaan bagi gelandangan dan pengemis di kota Bandung untuk bekerja pada tempat makan ini. Pemilik nama lengkap Riza ABu Sofyan atau mashyur dengan panggilan Abu Marlo, mengatakan, “Karena hidup ini udunan, maka saya secara pribadi ingin berusaha dan berbagi – salah satunya adalah dengan menjadikan mereka (anak jalanan-red) bekerja di sini (MARLO | Eat and Share-red).”

Sebelumnya, tentu saja anjal dibekali dengan pelatihan agar bisa bekerja sehingga tidak lagi memperoleh uang dengan cara mengemis alias meminta-minta. Dalam upayanya, Abu Marlo sudah memberi kesempatan 10 orang yang tadinya pengemis menjadi pekerja yang berkapasitas dan memiliki kompeten di Cafe Resto yang memiliki rancang bangun unik ini.

“Mereka (anjal-red) kita latih, dididik dan dibina mental serta skill-nya supaya mereka memiliki kapasitas dan kompetensi yang akhirnya akan mengubah budaya meminta menjadi bekerja. Terdapat sekitar 10 pengemis yang sekarang telah bekerja sesuai dengan kemampuan masing-masing dan tidak mengemis lagi. Rencananya, kami tengah membangun gerai Marlo Express di beberapa titik dan dengan tenaga kerjanya terdiri dari anak jalanan (gelandangan dan pengemis-red),” ungkap pekerja misteri (magician-red); Abu Marlo.

Semua kisah tersebut di atas adalah ungkapan dari Abu Marlo saat bertemu dengan komunitas Blogger BDG kemarin (14/3) di jalan Tamblong nomor 48 – 50, Bandung takjauh dari Alun-Alun Bandung.

MARLO | Eat and Share memiliki gedung yang terbilang unik, kerap menjadi pusat perhatian orang atau pengguna jalan yang lalu-lalang di depannya. “Selain strategis tempat kami memiliki lahan parkir yang cukup luas,” tambah suami dari Donna Turner ini.

Pembaca, bila Anda berkunjung ke resto cafe MARLO | Eat and Share, maka akan disambut oleh pohon berdaun warna emas yang nampak cute. Dan di dalam cafe ini pula terdapat sebuah dinding yang memiliki rak buku berbentuk tulisan, “READ”, pengunjung seringkali menjadikannya sebagi tempat ber-selfie dan berfoto bareng.

Seblak Tenderloin Persembahan Marlo Eat and Share

Berbicara mengenai menu, terdapat banyak sekali menu yang ditawarkan oleh MARLO | Eat and Share. Anda bisa memulai dari makanan ringan hingga berat, baik menu tradisional Indonesia atau menu khas Eropa. Pun dengan minumannya, Anda bisa memesan mulai dari kopi dan olahannya, aneka macam jus, dan es krim. Ada menu unik yang menjadi makanan favorit di sini, kombinasi antara makanan tradisional Jawa Barat dan Eropa, yaitu; Seblak Tenderloin.

Mengenai harga, Marlo Eat and Share mematok harga yang bisa dijangkau oleh kalangan mashasiswa, walaupun pengunjung takjarang dari kalangan pebisnis, orangtua dan keluarga. Saat ini Marlo Eat and Share masih dalam masa promosi sehingga takada penambahan tax (pajak) untuk setiap banderol pada makanan atau minuman yang disajikan. Saya kemarin sempat menikmati sajian sop iga dan minuman es skrim dengan topping marshmallow.

Ada quotes menarik yang tertulis di salah satu interior dinding Marlo Eat and Share, “Being rich is not about how much you have but how much you can give.” Nah, pernyataan ini pula yang menjadi landasan bagi seorang Abu Marlo dalam menjalani kehidupannya. Dan kemarin (14/3), penulis buku tentang Entrepreneurship: Hukum Langit – Sedekah Bukan Keajaiban beberapa kali menyatakan, “Hidup adalah udunan.” yang menekankan dalam hidup supaya berbagi, share, sedekah.

Untuk informasi lebih lengkap, sila kunjungi website resmi Marlo Eat and Share di marloeatandshare.com

SELANJUTNYA: Sisi Lain Abu Marlo

3 comments

Tinggalkan Balasan