Maksun Seniman Pensil Makassar asal Bandung

Bandung, Blog, Makassar

Saat pertama kali mengetahui pak Maksun ini seniman lukis, saya langsung ingat kang Toleng -seniman pensil yang saya kenali selama ini.

Maksun Seniman Pensil Makassar asal Bandung. Masih rangkaian jalan2 saya di Makassar, tepatnya Sabtu pagi (19/9), sempat memasuki galeri seni. Saat masuk, saya langsung dihadapkan dengan seorang lelaki bergaya layaknya seniman. Maksun nama dari pria berwajah seram yang ternyata ramah ini. Pas ngobrol, eh urang Bandung geuningan! Di Bandung biasa buka lapak galeri secara kaki lima bilangan jalan Dewi Sartika. Saya sempat tanya mengenai usaha melukis yang digelutinya, "Kalo lagi rame ya rame… Lagi sepi ya sepi," ungkap seniman asal jalan Pasundan Bandung ini. Dalam sehari bila sedang ramai Maksun, 54 tahun mampu menyelesaikan karya seni lukis hingga 4 lukisan. Melukis dengan menggunakan pensil adalah keahliannya. "Saya terbiasa menggabungkan foto-foto yang terpisah dari klien. Lalu saya gabungkan menjadi seperti foto keluarga," lanjut Maksun tentang salah satu cara melukisnya. Pergi ke Makassar 1,5 tahun yang lalu. Kini, pria yang memiliki lubang piercing pada telinganya ini menjadi penghuni dan rutin melukis di ruang pamer pada sebuah gedung yang takjauh dari anjungan Pantai Losari, Makassar. Ia memilih ubtuk tetap tinggal di sini (Makassar) sebab ia ingin mengabdi dan berkesenian di Makassar saja. Pak Maksun mengaku sangat apresiatif pada pemkot Makassar yang telah dengan cukup signifikan dalam memberikan ruang untuk para seniman. "Sebab di Bandung lapak saya sudah tidak lagi diperbolehkan mangkal di kaki lima seputaran jalan Dewi Sartika,"pungkas Maksun. #travel #lukis #pelukispensil #seni #art #pencildrawing

A post shared by =AtrunA= (@adetruna) on

Masih rangkaian jalan-jalan saya di Makassar, tepatnya Sabtu pagi (19/9), sempat memasuki galeri seni. Saat masuk, saya langsung dihadapkan dengan seorang lelaki bergaya layaknya seniman. Maksun nama dari pria berwajah seram yang ternyata ramah ini.

Pas ngobrol, eh urang Bandung geuningan! Di Bandung, pak Maksun biasa buka lapak galeri secara kaki lima di bilangan jalan Dewi Sartika. Saya sempat tanya mengenai usaha melukis yang digelutinya, “Kalo lagi rame ya rame… Lagi sepi ya sepi,” ungkap seniman asal jalan Pasundan Bandung ini.

Dalam sehari bila sedang ramai Maksun, 54 tahun biasa menyelesaikan karya seni lukis hingga 4 lukisan. Biasa melukis dengan menggunakan pensil.

“Saya terbiasa menggabungkan foto-foto yang terpisah dari klien. Lalu saya gabungkan menjadi seperti foto keluarga,” lanjut Maksun tentang salah satu cara melukisnya.

Pergi ke Makassar 1,5 tahun yang lalu. Kini biasa melukis di ruang pamer pada sebuah gedung yang takjauh dari anjungan Pantai Losari, Makassar. Ia memilih ke sini (Makassar) ingin mengabdi dan berkesenian di Makassar saja. Ia sangat apresiatif pada pemkot Makassar yang telah dengan cukup signifikan dalam memberikan ruang untuk para seniman.

“Sebab di Bandung lapak saya sudah tidak lagi diperbolehkan mangkal di kaki lima seputaran jalan Dewi Sartika,”pungkas Maksun.[|]

Tinggalkan Balasan