Penyebab dan Gejala Infeksi pada Bayi yang Baru Lahir

Berbagi, keluarga, Kesehatan

Sistem kekebalan tubuh yang lemah biasanya terdapat pada bayi yang baru lahir. Itulah mengapa infeksi penyakit kerap mudah menyerang setiap bayi. Salah satu sikap yang perlu dilakukan adalah Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

bayi yang baru lahirKarena kandungan pada Air susu ibu (ASI) akan menghasilkan antibodi yang mampu menjadi tameng saat infeksi menyerang. Bisa dipastikan setiap bayi yang baru lahir kemudian mendapatkan ASI ekslusif akan lebih kecil peluangnya untuk terserang infeksi.

Tapi sudah lazim pada setiap bayi memiliki respon yang cepat terhadap pengobatan. Di saat dokter melihat indikasi pada bayi jika terserang infeksi, maka dokter memulai untuk mengobati dengan memberikan antibiotik dengan cepat.

Penyebab infeksi pada bayi yang baru lahir

Jamaknya infeksi pada bayi yang baru lahir dipicu oleh virus dan bakteri. Setiap rahim seorang ibu mengandung bakteri, apalagi kalau tergolong infeksi aktif.

Saat melahirkan, seorang bayi berpotensi menelan atau bernapas dalam cairan di jalan lahir (passage), saat itulah bakteri atau virus dapat masuk ke paru-paru dan darahnya.

Bayi bisa saja sakit saat dilahirkan atau pasca beberapa hari setelah lahir. Bayi yang baru lahir memungkinkan terkena penyakit dengan cepat. Sehingga semakin cepat infeksi ditemukan dan diobati maka akan membuat kondisi bayi yang baru lahir menjadi semakin baik.

Sejumlah bakteri dan virus yang bisa ditularkan dari ibu pada bayi selama kehamilan ataupun saat melahirkan. Bayi yang baru lahir bisa saja terkena infeksi apabila orang di sekelilingnya tengah mengidap flu atau pilek.

Gejala infeksi ada Bayi yang Baru Lahir

Awalnya tidak mudah guna mendeteksi infeksi pada bayi yang baru lahir. Pasalnya, bayi yang nampak sehat saja ada potensi mengidap gejala-gejala walapun tidak terserang infeksi.

Berikut ini beberapa gejala pada bayi baru lahir yang terserang infeksi (Selanjutnya bayi perlu dibawa ke dokter):

  • Suhu tubuh tidak teratur, biasanya suhu akan berada di bawah 36,6 derajat celsius atau di atas 38 derajat celsius yang diukur lewat dubur.
  • Selera makan yang buruk dan jarang bangun guna makan.
  • Bayi mengantuk dengan berlebihan.
  • Bayi akan bernapas dengan cepat (lebih dari 60 napas per menit).
  • Adanya perubahan perilaku pada sang bayi.

Serta apabila kondisi infeksi semakin memburuk, maka bayi yang baru lahir berpotensi mengembangkan beberapa gejala tambahan, sebut saja:

  • Bayi akan sulit bernapas.
  • Ada warna kebiruan di sekitar mulut bayi.
  • Kulitnya pucat alias keabu-abuan.
  • Suhu badannya tinggi sama dengan 38 derajat celsius bahkan lebih.
  • Suhu tubuhnya rendah di bawah 36,6 derajat celsius, padahal sudah diselimuti atau berpakaian.

Itulah uraian singkat tentang Penyebab dan Gejala Infeksi pada Bayi yang Baru Lahir. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat. [w2/10_IBD]


Sumber rujukan: Aboutkidshealth

 

Cara Pengunjung Menemukan Artikel Ini:
  • https://individualis me/2017/10/22/penyebab-dan-gejala-infeksi-pada-bayi-yang-baru-lahir/ (1)

Tinggalkan Balasan