Suasana Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah Hotel Aston Tropicana Cihampelas Bandung

Melek Zakat dan Wakaf Lewat Kacamata Kekinian

Berita

Alhamdulillah … Senang rasanya bisa berkesempatan menjadi bagian dari sebuah acara yang terbilang krusial karena ini menyangkut hubungan antara manusia sebagai individu dengan tuhannya; Allah Swt. Acara yang dikemas oleh Kementerian Agama lewat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam mengambil tema Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah.

Target utama dari diadakannya Lokakarya dan Pelatihan yang oleh panitia disingkat menjadi Lokalatih ini adalah pemanfaatan teknologi digital. Lebih spesifiknya lagi, ada generasi muda di hadapan kita semua di hari ini. Sedangkan waktu terus bergulir sementara pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan masih harus terus memikirkan langkah terbaik bagaimana caranya generasi muda hari ini bisa Melek Zakat dan Wakaf.

Melek Zakat dan Wakaf Lewat Kacamata Kekinian

Di dalam sidang lokalatih yang telah bersama-sama kami (kami, para blogger) lalui kemarin (Kamis, 30//11) telah dihadirkan pula dua lembaga yang terbilang mumpuni bidang Zakat dan Wakaf yaitu; IZI (Inisiatif Zakat Indonesia) dan Rumah Zakat.

Pada kesempatan yang berharga kemarin pun saya disadarkan akan beberapa hal – salah satunya mengenai wakaf. Yang tertanam di benak jamak masyarakat dewasa ini wakaf berputar di lingkaran itu-itu saja, padahal wakaf bukan melulu wakaf masjid dan kuburan. Wakaf bisa berupa uang tunai, lahan pesawahan atau bangunan.

Drs. H. Tarmizi Tohor, MA di lokalatih tunas muda agent of change ekonomi syariah
[dokpri]
Ada contoh konkrit yang di sampaikan oleh bapak Drs. H. Tarmizi Tohor, MA di malam sebelumnya (Rabu, 29/11) bahwa praktik wakaf dalam bentuk lain sudah terjadi dan dapat dijadikan sebagai rujukan. Seperti yang terjadi Demak.

“Di sana (demak-red) terdapat tanah wakaf berupa sawah. Setiap tahunnya, dilelang untuk disewakan dan di akhir tahun diperoleh keuntungan usaha yang jumlahnya besar. Uang tersebut langsung dialokasikan membeli lahan sawah seluas 40 hektar sebagai lahan wakaf baru,” ungkap Bapak Tarmizi di panggung sidang Lokalatih.

“Ada juga Wakaf Sabilillah. Ini terjadi di Malang. Lahan wakaf ini dikembangkan menjadi perguruan tinggi dan rumah sakit rawat inap,” tambah pak Tarmizi.

Menyikapi kultur anak muda saat ini, generasi di atasnya harus piawai dalam mengelolanya, termasuk bagaimana cara atau pendekatan yang harus dilakukan? Karena itulah sejak pagi di hari Kamis (30/11), panitia mendatangkan praktisi-praktisi yang mumpuni di bidangnya masing-masing untuk menjadi pembicara dalam sidang Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah ini.

Di sidang pagi hari sudah hadir Ali Muakhir, kami blogger tidak asing lagi dengan sosok pria yang hari itu mengenakan topi. Di dalam materinya, penulis buku anak tersebut -bila saya simpulkan menyampaikan perihal, “Blogger dan Media Sosial sebagai Corong Perubahan Melek Zakat dan Wakaf”.

Ali Muakhir memaparkan tentang Blogger dan Media Sosial sebagai Corong Perubahan Melek Zakat dan Wakaf
[dokpri]

Melek Zakat dan Wakaf Lewat Kacamata Kekinian

Dalam materinya, Kang Alee (panggilan akrab Ali Muakhir) memaparkan tentang generasi manusia yang lahir di dunia khususnya di Indonesia. Dengan statistik yang mengacu pada data dari Tirto, bahwa generasi terbagi menjadi beberapa kelompok, mulai dari Baby Boomer hingga Generasi Z.

Usai Kang Alee, pemateri selanjutnya datang dari IZI (Inisiatif Zakat Indonesia). Kali ini yang hadir di hadapan kami semua adalah Elmo Juanara selaku Digital Marketing Specialist IZI. Dalam pemaparannya, Mas Elmo menjelaskan tentang karakteristik dari generasi milenial serta tidak ketinggalan menginformasikan tentang perubahan revolusi industri 4.0.

Sifat-sifat generasi milenial yang tidak sabaran, ingin serba instant, benci kekakuan, terhubung dengan teknologi perlu disikapi oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam berusaha mengubah pola pikir mereka agar melek Zakat dan Wakaf.

Elmo Juanara selaku Digital Marketing Specialist IZI memaparkan materinya melek zakat dan wakaf

Pemaparan ini dibuktikan oleh IZI dengan mempertontonkan Video berupa Drama yang dikemas apik sehingga menyentuh hati penontonnya. Tujuannya mengajak semua pihak termasuk generasi Z untuk berzakat.

Di sore harinya, suasana lokalatih semakin meriah dengan hadirnya Ananto Pratikno pakar Internet Marketing. Pria yang berhasil memecahkan suasana lokalatih menjadi lebih cair ini menjelaskan secara gamblang tentang trend yang hari ini marak yaitu Video Marketing.

Ananto Pratikno menjelaskan secara gamblang tentang trend yang hari ini marak yaitu Video Marketing. 
[dokpri]
Menurutnya, “Generasi Z adalah generasi yang lebih senang dengan tontonan dan penyampaian suara. Sebab itulah kenapa hari ini Instagram dan YouTube begitu marak dan diminati.”

Lokalatih semakin lengkap ketika di malam harinya, hadir Rumah Zakat (RZ). Bersama dengan Nur Efendi selaku CEO RZ, peserta semua dibukakan pemahamannya bahwa pendekatan yang bisa dilakukan dan terbukti berhasil adalah dengan cara-cara yang sesuai karakteristik generasi sekarang.

Tidak heran, pak Nur Efendi menulis judul Program Wakaf & Zakat Jaman Now. Artinya, saat ini perlu langkah-langkah kreatif saat ingin menyampaikan isu-isu penting sekalipun isu tersebut adalah hal yang krusial – berhubungan erat antara manusia dengan tuhannya.

Sebagai bukti real dari kreatifitas yang sudah Rumah Zakat lakukan di bawah pimpinan Nur Efendi – sudah banyak produk-produk yang lahir dan diterima oleh masyarakat selaku pembayar zakat dan wakaf, salah satunya adalah Rona Nusantara.

Nur Efendi selaku CEO RZ
[dokpri]

Melek Zakat dan Wakaf Lewat Kacamata Kekinian

Rona Nusantara adalah salah satu program Rumah Zakat yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan berbagi di desa-desa terpencil di Indonesia, sekaligus mengeksplorasi keindahan alamnya. Dengan konsep Sharing and Traveling, Rumah Zakat mengajak Sahabat refreshing dengan cara yang tidak biasa. (sumber: di sini).

Itulah sekilas reportase yang bisa saya uraikan, yang esensinya bahwa hari ini warganet telah dimudahkan akses komunikasi ketika hendak menyebarkan isu-isu positif atau sebaliknya, ketika ingin memahami tentang sesuatu, termasuk isu Melek Zakat dan Wakaf dari Kacamata Kekinian.

Sesuai dengan pesan dari Kepala Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, bapak Tarmizi bahwa. “Mari para pemangku kebijakan, ustadz, mubaleg, netizen untuk bersama-sama mengajak semua pihak agar menanamkan semangat dan merasa penting melakukan zakat dan wakaf.”

4 comments

Tinggalkan Balasan