Antara SBY, The Economist dan Potret Masyarakat Bandung

Berbagi
Portrait of Sergeant Major Susilo Bambang Yudh...

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan sedikit cerita tentang pendapatannya sebagai presiden. Ia menyoal tentang gajinya yang tidak berubah selama tujuh tahun menjabat….

Majalah bergengsi asal Inggris, The Economist, mengungkapkan sedikit cerita tentang gaji presiden di Indonesia. Mereka menyoal gaji kepala negara RI dengan tingkat kesenjangan tertinggi ketiga dari 22 negara yang disurvei tahun lalu….

Caranya The Economist menyurvei gaji presiden atau perdana menteri dengan membandingkan gaji yang diterima dengan pendapatan per kapita masing-masing negara.  Cukup dengan data itu sebagai gambaran bagaimana kesederhanaan seorang kepala negara dan sekaligus kesenjangan pendapatan presiden dengan rakyatnya.

Gaji per tahun yang diterima Presiden SBY mencapai 124.171 dolar per tahun. Menurut catatan majalah itu, dengan angka tersebut berarti gaji SBY 28 kali lipat dari pendapatan per kapita.

Dan berikut potret masyarakat Bandung yang berhasil saya ambil pada dua kesempatan saat saya berkendaraan. Silakeun….

Potret #01

Penjaga Pintu kereta api di Parakan Saat

Potret #02

Pengamen tua dengan Seruling andalannya di stopan Leuwipanjang

Mereka tidak mengeluh, kelihatannya… []

Alhamdulillah, saya masuk 30 nominator Lomba Nge-Blog Safety Riding….bisa ditengok saya nomor 08.

19 thoughts on “Antara SBY, The Economist dan Potret Masyarakat Bandung

  1. Situ ngebandingannya ga imbang kang, presiden dibandingin ama orang jalanan. Kalo gitu mah, semua presiden juga “kacau”, soalnya pasti lebih tinggi kalo dibandingin ama orang jalanan dinegaranya masing2 🙂

  2. wah gaji presiden memang memukau tapi kita liat saja dulu sepak terjang beliau sampe akhir masa jabatan mudah2n bisa menghapus potret itu semua.. amin

    1. aku terhenyak juga, busyet permainan gila ini sih….cuman tetep aku yakin dgn apa yg saya sajikan lewat artikel ini, bukan maksud membandingkan sby dgn org miskin…lbh ke arah ”tuh msh byk masyrakat miskin kudu diurus…. :)”

      Pada Ming, 23 Jan 2011 20:47 ICT

  3. mungkin besarnya gaji yg didapat diseuaikan dgn tanggung jawab yg berat juga ya De…….
    yang penting, berapapun gaji atau penghasilan yg didapat, cukuplah dgn cara yg halal, agar berkah 🙂
    salam

  4. Sangat ironis dan menyedihkan ya kang setelah membaca posting dan kemudian melihat foto dibawahnya duh kumaha ieu teh bangsa urang…?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *