Biar Nggak Burnout, Makan Yuk?!

Berbagi

Burnout adalah semacam stres, kebosanan atau frustasi yang dapat menyebabkan Anda merasa letih, mudah tersinggung dan nyeri di sana sini. marah

Sindrom ini cenderung menguras tenaga cadangan mental maupun fisik. Akibatnya bukan hanya karir yang terancam, tapi juga hubungan personal Anda dengan orang lain.β€”bunda Lily, 2010.

Widih, ngeri banget sampai karir bisa terancam…capedeh

Bicara tentang burnout, sangat erat kaitannya dengan artikel kali ini… Kemungkinan, si bosku mendeteksi akan gejalaΒ² yang kurang baik pada anak buahnya… Seperti kehilangan passion… BURNOUT!

Ceritanya kemaren, menjelang siang, beliau memanggil saya. Dia bilang begini, “De, biar nggak burnout, makan siang, yuk?!”

What?! Batinku kaget (halah lebay) kaget. Seketika hilang rasa lemas berubah penuh semangat

Tanpa berlama-lama… Sesuai perintah ‘panglima kuliner’, saya harus mengajak teman2 IBD lainnya… senyum

Selepas dhuhur, kami pun bersama-sama menuju satu rumah makan, RM. Sunda “Cibiuk”. Kami memesan: karedok, gurame (bumbu oncom), ayam bambu. Lho? Iya, ayam dibungkus daun, lalu dimasukan ke dalam bambu (dipepes).

Sedap…ngunyah

Batinku berkata, “Ini yang gua kangenin di sini pelukan

adetruna_cibiuk

adetruna_cibiuk2

adetruna_cibiuk3

adetruna_cibiuk4

Ya, mudah-mudahan saya diberi kesehatan oleh Alloh, sehingga bisa terus bekerjasama di sini. Simbiosis yang baik adalah simbiosis mutualisme, dan si bos menjalankan hubungan itu… []

32 thoughts on “Biar Nggak Burnout, Makan Yuk?!

  1. kang Ade kalau burnout atasan pelampiasannya ke acara makan saya juga mau πŸ˜€
    coba liat menunya ada sambal, karedok, pepesan, trus kayak otak-otak juga… glekk!

  2. ya ampuun itu nasssi.. ya ampuuuunn…
    *ngelap iler*
    keliatan pulen banget kang
    beda ama nasi di rumah. hahahahahhaa…
    burnout ini pernah jadi topik serius kang di salah stau kuliah ku..

  3. yang dibungkus daun di photo yang pertama,, kayaknya menggoda banget,,
    menu seperti ini sudah pasti menghilangkan burnout πŸ˜€

    1. @ysalma: betul sekali, mbak…saya kenyang, menyerah, hingga terkantuk-kantuk, saat lanjut bekerja di kantor πŸ˜› *jangan bilang2 yang lain ingat, mbak…

  4. dimana-mana yang namana lapar pasti sensitip mas.. dulu waktu ane kerja di tambang, karyawannya ada yang komplain abis2an gara makanan ga cukup buat banyak orang..

    1. @Asop: oiya? Kurang senang sambal juga sih saya; bumbu ayam bambu saja sudah membuat saya kepedesan πŸ˜› Hanya saja memang ada aneka sambal yang diberikan secara cumaΒ² πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *