Categories
Berbagi

Saya (tidak) Mengeluh

Saya mengeluh…. Komputer yang saya gunakan di kantor layarnya sudah tidak presisi lagi. Kiri kanannya melengkung jadi agak cembung. Terus mata ini kok cepat lelah, ya? Sudah saya upayakan menggunakan kacamata kalau lagi layouting buku. Sampai berair mataku, padahal saya tidak sedang mengupas bawang lho…

Kapan saya bisa memiliki kendaraan roda empat? Terasa kalau ke Bandung, membawa anak dua orang, plus istri satu orang jadi berempat naik motor kelas bebek. Kasian bebekku. Padahal, saya sudah berniat memiliki SIM A lho…

Saya mengeluh…. biaya pembayaran provider website resmi DPR senilai Rp 8,4 miliar per tahun dan biaya pemeliharaan situs www.dpr.go.id senilai Rp 1,3 miliar. Program pengembangan sistem informasi Rp 9,3 miliar pada 2010 dan Rp 12 miliar pada 2009 (Kompas). Beda tipis dengan saya… Mengeluarkan anggaran membeli domain hanya 80 rebu untuk satu tahun.

Saya mengeluh…. Takada ide menarik untuk menulis artikel. Selamat malam… []

By adetruna.kerja@gmail.com

Saya admin blog ini - fyi, saya pedagang madu online. Tinggal di Soreang, driver 1k km Datsun Risers Expedition etape 2 Sulawesi, penyuka buah duren & nangka. Di 2018 ini saya tengah menjadi Penggerak Bukalapak wilayah Kabupaten Bandung.

32 replies on “Saya (tidak) Mengeluh”

hahaha makasi udah ngasi tau dan sukses bikin saya mengiri

Ciwidey adalah tempat yang sangat ingin saya kunjungi bersama suami, terakhir ke sana sama temen2 😛 Ga seru ‘kan? Hahaha
Doakan saya teman 😀 *biar pekerja yang diimpor itu datang on time maksudnya hehehe*

Saya doain deh mas, moga cepet beli roda 4 😀
Oh..ya, soal website DPR yang memakan biaya milyaran rupiah, saya juga mengeluh.
Website macam apa pula yang makan biaya semahal itu.
Parah ya, kayaknya dipakai korupsi lagi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *